Berbahagialah.
Tanpa harus merusak kebahagiaan orang lain.~€ my prince €~
Plak
Lena menampar pipi Monica membuat Monica melepaskan jambakan dirambut Alya.
"Len"kata Alya yang tak terpecaya Lena berani menampar Monica.
"Gak papa Al tuh cewek harus diginiin kalo gak dia nggak akan berhenti gangguin lo"
"Parah lo berani beraninya nampar Monica"kata Mala dayang dayang Monica.
"Lo salah jadiin gue lawan lo, lihatin aja nanti gue akan balas lo lebih dari ini"kata Monica lalu berlalu pergi diikuti dayang dayangnya itu.
"Lo gak papa Al"Lena memegangi pipi Alya.
"Gak papa len"
"Gue harus bilang sama arga"
"Gak usah Len nanti Arga marah, nanti masalahnya makin panjang, gue males banget berurusan sama Monica"
"Tapi tuh cewek gak bisa kalo didiemin"
"Plisss Len gak usah bilang sama siapa siapa"
"Oke gue gak bakalan kasih tahu sama siapa siapa"kata Lena membuat senyum Alya mengembang.
"Yuk ah ke lapangan"ajak Alya.
"Tapi Al pipi lo tuh merah banget, pasti semua orang bakalan tau"kata Lena memberhentikan langkah Alya yang ingin keluar kamar mandi.
Alya langsung menatap dirinya di cermin kamar mandi itu sangat jelas pipi Alya merah.
"Terus gimana ni Len"
"Tutupin aja sama rambut kamu"kata Lena dan Alya langsung menggerai rambutnya yang tadi di ikat untuk tutupi pipinya dengan rambut panjangnya.
🍁🍁🍁🍁
"Kalian berdua kok lama banget si"kata Dira saat melihat kedua sahabatnya datang.
"Tadi perut gue mendadak sakit"kata Lena berbohong. Dira hanya memangut manggut percaya.
"Hai pacar"sapa Arga setelah bermain basket selesai karena bel istirahat sudah dibunyikan.
"Hai juga"jawab Alya sambil menghapus keringat Arga didahinya menggunakan tisu yang ia bawa.
"Cie romantis banget"goda Arga.
"Oh yaudah kalau gak mau"kata Alya menghentikan menghapus keringat Arga lalu menonyor dahi Arga.
"Aduhh sakit"kata Arga sambil mengusap usap dahinya.
"Apa kamu gak gerah kok iket rambutnya dilepas?"tanya Arga sambil menyatukan rambut Alya yang tergerai bebas.
"Enggak kok"kata Alya sambil menutupi pipi nya.
"Pipi kamu kenapa?"tanya Arga saat melihat pipi Alya memerah.
"Enggak kenapa kenapa kok ini tadi kena sinar matahari jadi memerah"alibi Alya.
"Nggak mungkin, ini kaya bekas tamparan"kata Arga sedikit emosi, membuat sahabat sahabatnya melihat kearah Alya.
"Siapa yang udah tampar kamu?"tanya Arga sambil meredam emosinya.
"Enggak ditampar kok"
"Pipi lo kenapa Al?"tanya Caca Alya hanya menggeleng kecil.
"Tadi si cabe tiba tiba datang terus marah marah sama Alya terus Alya ditampar"akhirnya Lena menceritakan tentang kejadian tadi, Alya langsung menatap Lena.
"Maaf al"kata Lena saat pandangan nya bertemu dengan Alya.
"Bener itu?"tanya Arga yang diangguki Alya.
"Mau kemana?"tanya Alya saat melihat Arga ingin pergi.
"Mau ke toilet"ucap Arga singkat setelah itu ia pergi.
🍁🍁🍁🍁
Brak
Arga menggebrak meja Monica dan dayang dayangnya, membuat mereka menjadi pusat perhatian oleh seluruh siswa yang ada di kantin.
Ya arga berbohong sama Alya ia tak ke toilet tetapi ke kantin untuk melabrak Monica karena berani beraninya dia menyakiti kekasihnya.
"Ih sayang kamu tuh ngagetin aku aja"kata Monica sambil bergelayut manja ditangan Arga.
Arga melepaskan tangan Monica dengan kasar.
"Gausah sok manis didepan gue, lo apain pacar gue ha?"suara Arga sedikit meninggi.
"Ohh si bitch itu ngadu sama kamu?"ucap Monica dengan tangan disilangkan didepan dada.
"Gausah panggil dia bitch, lo tuh ngaca kalo mau ngatain orang"
"Kan emang tuh cewek bitch"kata Monica dengan nada meremehkan.
"Gausah lo ganggu Alya lagi, kalo lo berani ganggu Alya gue gak akan anggap lo ada di dunia ini, gue akan benci sama lo"peringat Arga setelah itu ia pergi.
Monica sangat dipermalukan didepan banyak orang ia sangat benci dengan Alya.
"Gue gak bakalan berhenti ganggu Alya sebelum lo jadi milik gue"terika Monica saat melihat Arga berjalan pergi.
"Arkhhh benci banget gue sama tuh bitch, apalagi Arga berani banget marahi aku didepan umum. awas aja, bakalan bikin gue rusak tuh hubungan mereka"kesal Monica.
"Sabar Mon, kasih peringatan lagi aja tuh cewek"Vyta mencoba menenangkan Monica.
"Apa lo lihat lihat?!!"bentak Monica kepada siswa siswi yang masih saja menatap kearahnya, seketika semua siswa siswi mengalihkan pandangannya dari Monica dan melakukan aktivitas yang mereka tunda.
🍁🍁🍁🍁
Sepulang sekolah, seperti biasa Alya diantar Arga sampai didepan rumahnya, dan Arga juga mampir dirumah Alya.
"Nanti malam kamu sibuk nggak?"tanya Alya saat didepan rumah dengan senyum mengembang.
"Nanti malam aku nggak bisa, maaf ya nanti malam aku mau jemput mama"kata Arga sambil mengusap pipi alya. Tercetak jelas perubahan raut wajah Alya.
"Yaudah deh gak papa"jawab Alya dengan terpaksa.
"Maaf ya"Alya hanya mengangguk dan tersenyum.
"Aku pulang dulu"
"Hati hati"Arga hanya mengangguk dan pergi meninggalkan halaman rumah Alya.
🍁🍁🍁🍁
~31 Desember 2019~
shofi_trHai hai haiiiiiii
I am come back 🤣🤣🤣
Last day in 2019🎉🎉
Apani yang mau disampein sama aku??🤣🤣🤣
Semoga 2020 dijadikan lebih baik daripada tahun lalu❤️
Happy new year para readers ku🎉🎉🎉
Semoga suka dengan karya aku❤️
Makasih banget buat yang udah baca dan voment cerita aku❤️❤️
Baca terus ya cerita aku❤️
Jangan lupa apa??
Vote dan comment sebanyak banyaknya
Biar apa??
Biar aku seneng🤣🤣🤣

KAMU SEDANG MEMBACA
my prince [ Completed ]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ] Alya Adevva Ramanjaya biasa dipanggil Alya. Seorang gadis cantik, pintar, moodyan, pecinta es krim dan pencinta novel. Arga Adrian Dirgantara biasa dipanggil Arga. The most wanted di SMA Dirgantara yang mempunyai sifat pos...