Confusing and Teasing

872 82 11
                                    

Soeun merasa tubuhnya dalam kondisi yang buruk. Perutnya sakit. Kepalanya berdenyut nyeri dan ia pun merasa lebih lelah dibandingkan biasanya. Terlepas dari kondisi kesehatannya yang buruk, Soeun pun tetap berupaya untuk tetap pergi bekerja di markas mafia. Ia pun tak bisa menahan suara batuk yang menandakan jika dirinya sedang tidak sehat ketika memasuki main office.

"Kau nampak sangat kacau" ujar Junho.

Soeun hanya mengabaikan ucapan Junho.

'Jika aku tidak dalam kondisi seperti ini, aku mungkin akan membalas perkataan The Devil' pikir Soeun.

Malangnya, tindakan Soeun mengabaikan Junho hanya membuat bos mafia itu menjadi jengkel. Tapi, Soeun tak menyadarinya. Dengan berusaha sekuat tenaga, Soeun pun tetap melakukan pekerjaan rutinnya di markas mafia. Ia pun menghidangkan minuman tiap orang di main office.

Beruntung saja, Soeun masih bisa menyelesaikan semua pesanan minuman tiap orang di main office tanpa ambruk di dalam ruangan itu. Dengan segera, Soeun pun menuju dapur lalu membaringkan tubuhnya di salah satu sofa yang ada di sana.

Soeun hanya bermaksud untuk beristirahat sebentar, tetapi ternyata kondisi tubuhnya yang tidak baik membuatnya tertidur di sofa untuk waktu yang cukup lama yaitu hampir mencapai 4 jam.

Soeun pun tersadar ketika ia merasakan seseorang menggoncang bahunya.

"Soeun?"

Chansung adalah orang pertama yang Soeun lihat ketika ia membuka matanya.

"tssk.... Tskk... apakah kau tidak cukup tidur?"

Soeun pun segera bangkit dan rasa nyeri segera menghantamnya. Tangannya pun segera memegangi kepalanya dan erangan keluar dari bibirnya yang kering dan pucat.

"yeah" jawab Soeun.

Chansung menatap Soeun dengan lembut, tatapan yang berbeda dengan tatapan biasanya yang pria itu layangkan pada Soeun.

"Mengapa kau tidak mengambil libur kerja saja hari ini?" ujar Chansung.

Soeun pun menatap balik Chansung. Senyuman miris menghiasi wajah pucat Soeun.

"Bos akan menembakkan pelurunya ke kepalanya jika aku melakukannya" jawab Soeun dengan lemah.

"Lebih baik jika kau pulang untuk beristirahat. Aku rasa Junho tak akan mempermasalahkannya jika kau pulang sekarang" saran Chansung.

Soeun menggeleng kepalanya.

"Tidak akan mempermasalahkannya? Pria itu sangat senang melihatku menderita. Ia tak akan berbaik hati membiarkanku pulang untuk beristirahat" gerutu Soeun.

Chansung menggeleng kepalanya.

"Baiklah, bagaimana jika kau menyelesaikan beberapa pekerjaan yang bisa kau kerjakan hari ini, setelah itu kau bisa pulang lebih awal untuk beristirahat...."

Soeun bersiap untuk membantah perkataan Chansung, namun anak buah kepercayaan Junho itu segera melanjutkan perkataannya.

".... Aku akan memintakan izin pada Junho. Kau tak perlu cemas. Aku akan mengurus semuanya"

Soeun menatap Chansung lama.

"Kau yakin?"

Chansung menganggukkan kepalanya.

"Pastikan esok hari kau telah pulih sedia kala" ucap Chansung seraya menepak pelan pundak Soeun sebelum pria itu meninggalkan Soeun yang masih duduk di sofa dapur markas mafia.

"Aku sangat bodoh jika menolak kebaikan, Chansung" gumam Soeun.

Soeun pun lalu segera bangkit dari sofa. Memanfaatkan seluruh energi yang ada pada dirinya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan.

Dark LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang