Mobil melaju menuju rumah pribadi Junho yang sudah terasa familiar bagi Soeun. Soeun pun mengalihkan pandangannya ke arah kakinya. Celana jeasnya kotor karena percikan darah musuh yang mongering di sana.
'Mengapa ia ingin aku langsung datang melapor padanya? Ia bahkan tak membiarkan ku untuk membersihkan diriku dulu?' tanya Soeun dalam hati.
Soeun mengepalkan jemarinya.
'... tapi... mungkin ini juga kesempatan bagiku untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai ayahku. Mungkin Junho tahu sesuatu yang tidak aku tahu' putus Soeun dalam hati.
Soeun lalu mengangkat pandangannya ke arah Chansung yang duduk di sampingnya. Sebelum ia sempat menanyakan sesuatu pada pria yang merupakan teman lama Junho itu, ternyata mesin mobil telah berhenti. Menandakan mereka telah tiba di rumah pribadi Junho.
Soeun hanya bisa menghela nafas mendapati ketiga anak buah Junho segera keluar dari mobil. Tak ingin membuang waktu lebih lama, Soeun pun ikut turun dari mobil. Segera ketiga pria itu membawa Soeun melewati beberapa penjaga di pintu depan.
Seketika jantung Soeun mulai berdetak kencang ketika tanpa ia minta, memori malam itu kembali hadir di benaknya. Ingatan bagaimana Junho memeluknya sepanjang malam, memori bagaimana keduanya larut dalam aktivitas panas layaknya sepasang kekasih.
Semburat merah menghiasi wajah Soeun ketika mengingat detail apa yang ia dan Junho lakukan malam itu.
'Damn.... Ada apa dengan ku? Tskk... tskk... Stop it, Kim Soeun....Sadar... oyy.... Sadar...!!' rutuk Soeun pada dirinya sendiri.
Sementara Chansung yang melihat Soeun yang mencubit dirinya sendiri hanya bisa menggeleng kepala. Di matanya Soeun selalu bertingkah konyol, jadi apa yang Soeun lakukan saat ini sudah tak asing lagi baginya.
"Hei..." panggil Chansung.
Soeun pun akhirnya keluar dari lamunannya. Ia pun menatap Chansung dengan rona merah yang masih menghiasi wajahnya. Hal itu membuat mata Chansung dan Minjun melebar.
Tak lama seringaian nakal menghiasi wajah Chansung mendapati wajah Soeun yang memerah.
"Hoooh... jadi ternyata kau bisa juga berekspresi seperti itu" goda Chansung.
"Tutup mulutmu!!" desis Soeun.
Kedua orang pria tersebut hanya tertawa.
Tak lama keduanya pun telah sudah berada di dalam rumah pribadi Junho. Mereka kemudian berjalan ke arah ruang kerja Junho. Mendadak Soeun merasa gugup. Seperti saat pertama kali ia berada di rumah pribadi Junho.
Soeun menelan ludahnya ketika pintu dibuka dan mendapati ruang kerja Junho yang tak berpenghuni dengan pencahayaan yang sedikit redup. Tubuhnya terperanjat kaget ketika pintu kembali tertutup, pertanda kedua anak buah Junho sengaja meninggalkannya sendiri.
Suasana sepi dan senyap pun membuat Soeun merasa tak nyaman.
"Mungkin sebaiknya aku keluar saja..." gumam Soeun pelan sembari tertawa canggung.
"...ya... lagi pula belum tentu ia ingin melihatku langsung. Aku hanya perlu meletakkan folder ini di mejanya lalu pulang..." putus Soeun dengan suara yang setengah berbisik.
"Kemarilah"
Suara maskulin Junho memecah keheningan dalam ruang kerja itu. Meski Soeun bisa mendengar jelas suara bosnya itu, namun ia tak bisa melihat dimana pria itu berada. Penerangan yang tak sempurna memperburuk penglihatan Soeun di malam hari.
Tiba-tiba saja Soeun merasa sedikit takut. Ia lalu memeluk amplop yang ada di tangannya sembari mengudarakan matanya ke penjuru ruang kerja. Mencari sosok si Devil. Namun, Soeun masih tak bisa menemukan sosok Junho di ruang kerja yang temaram dan sunyi itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomanceKesalahan malam itu mengubah hidup Soeun selamanya. Lari dari masa lalu nya yang kelam dan menyesakkan, Soeun malah terjebak dalam dua pilihan ketika ia mencoba mencuri uang dari seorang pria tampan bersetelan jas rapi, yang tak lain adalah ketua ma...