Chansung duduk dalam mobil sedan hitam dengan kaca jendela terbuka. Menghela nafasnya ketika mobil berhenti di depan markas The Shadow. Perlahan ia pun keluar dari mobil, merapikan jaketnya sebelum berjalan menuju pintu depan.
Di lobi, ia disambut beberapa rekannya yang nampaknya beberapa hari ini lebih memilih bekerja di lobi dibandingkan main office. Dan seketika Chansung pun akhirnya menyadari sesuatu yang terjadi di markas selama ia bersama Soeun di rumah sakit.
Chansung pun segera masuk ke elevator yang langsung membawanya menuju lantai tertinggi. Ketika keluar dari elevator ia pun mendapati banyak rekannya yang duduk di koridor dengan pintu main office yang tertutup rapat tanpa suara.
Mata Chansung lalu tertuju pada Boah yang berjalan menghampiri seketika ia keluar dari lift. Chansung hanya tersenyum lembut seraya mencium pipi Boah yang menatapnya dengan cemas.
"Apa ia masih di dalam?" tanya Chansung dengan nada jengkel.
Boah menganggukkan kepala dalam diam. Ketegangan sangat terasa dan suasana hati mereka yang hadir pun dipenuhi kecemasan.
"Dia mengurung diri di sana sudah 6 hari"
Chansung berdecak jengkel dan segera berjalan menghampiri pintu main office.
"Boss" teriak Chansung sembari menggedor pintu yang tertutup.
Tidak ada jawaban.
"Boss. Jawab aku"
Chansung pun memukul dengan lebih keras pada pintu yang malang, kejengkelannya bertambah ketika respon dari dalam tak kunjung ia dapatkan.
"Baiklah" desis Chansung
Chansung pun mengambil pistolnya. Tanpa pikir panjang ia pun menembak kunci pintu main office. Lalu menendang dengan kasar pintu main office hingga terbuka.
Chansung mengerutkan dahinya mendapati ruangan main office yang sangat gelap dan bau alcohol memenuhi ruangan.
Dan di sanalah ia mendapati bosnya.
Junho nampak berbaring di sofa, menatap ke arah jendela yang tidak ada apapun kecuali hanya gelap. Bos The Shadow itupun lalu mengangkat lengannya, kembali mengambil botol wine dan meneguk isi dari botol tersebut.
Terdengar helaan nafas dari bibirnya.
"Ku harap kau punya alasan yang bagus mengapa kau merusak pintu ku"
Chansung hanya diam untuk beberapa saat setelah mendengar suara Junho yang parau lalu menundukkan kepalanya.
"Sir, kau sudah di sini selama 7 hari"
Chansung lalu mengangkat kepalanya, mengamati Junho yang terus meminum cairan alkoholik tersebut. Lalu dengan suara yang hati-hatu, Chansung kembali membuka suaranya.
"Apa ini karena Soeun, Boss?"
Junho menjauhkan bibirnya dari mulut botol dan tangannya pun mengoncang botol di tangannya, mendapati isinya telah habis.
Seketika, Junho melempar botol tersebut ke jendela kaca dan suara kaca pecah pun terdengar, membuat Chansung mengeryit.
"Apa kau datang untuk menasehati ku?"
Mata Chansung pun mengamati Junho yang bangkit dan berjalan ke meja kerjanya dengan terhuyung-huyung dan hampir terjatuh. Menandakan betapa mabuk bosnya itu.
Chansung pun memalingkan wajahnya dan mencoba berbicara dengan hati-hati.
"Sir, dia..."
"Kau tahu...." Potong Junho.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomanceKesalahan malam itu mengubah hidup Soeun selamanya. Lari dari masa lalu nya yang kelam dan menyesakkan, Soeun malah terjebak dalam dua pilihan ketika ia mencoba mencuri uang dari seorang pria tampan bersetelan jas rapi, yang tak lain adalah ketua ma...