pertemuan yang tak di inginkan

7.9K 179 1
                                        

🐒🐒🐒

"Arsya, kamu keluar kota nya jangan lama - lama, kasian istri kamu Alexa" ucap Maura, sang Bunda tercinta nya di telpon

"Iya Bun, nanti Arsya pulang ko" ucap Arysa

Yah, walau pun ia tidak tahu akan pulang atau tidak, sebab Alexa tidak meminta nya untuk kembali

"kok nanti sih? Sekarang dong! Kasian istri kamu di tinggal - tinggal terus.." cerocos Maura

"iyah Bunda, Arsya pulang nih sekarang"

"nah, gitu dong.. Kalo kaya gini kapan Bunda punya cucu.. Alexa nya aja di tinggal - tinggal terus sama kamu"

Mendengar itu Arsya tersenyum kecut, yah.. Miris sekali hidup nya. Rasa nya mendengar sang Bunda ingin mempunyai cucu itu adalah tantangan terbesar bagi Arsya

Sebab, karna itu ia dan Alexa bertengkar hebat hingga dirinya memilih untuk pergi dari kehidupan gadis itu

"Iyah Bunda, emang Bunda belum pulang?" tanya Arsya

"belum sayang,, ini Bunda, Ayah sama Arsyi lagi di rumah Oma, lagi liburan dan mungkin kita akan menetap lama di sini" ucap Maura menjelaskan

"Menetap lama maksud nya?"

"di saat kita sedang liburan, Opah masuk rumah sakit dan mau gak mau kita nemenin Oma di sini"

Mendengar itu tentu membuat Arysa terkejut "ya ampun, Bunda ko Arsya gak di bilangin sih?"

"ya, ini juga dadakan.. Bunda jadi gak sempet kasih tau kamu.."

"Yaudah, Arsya kesitu yah Bun"

"eh, jangan - jangan.. Kamu gak usah kesini" ucap Bunda melarang

"Kenapa Bun, ko Arsya gak boleh kesitu? Opa nya Arsyi juga kan Opa nya Arsya"

"Iya Bunda juga ngerti, masalah nya kalo kamu kesini, nanti Alexa sama siapa?"

Arsya menggaruk tengkuk yang tak gatal, ya walaupun tidak bisa di lihat oleh Bunda nya "yaa,, untuk sementara Alexa di rumah Mamih nya aja dulu" ucap Arsya bernegoisasi

"kamu ini gimana sih, Mamih Papih nya Alexa itu di Jerman sudah 5 bulan yang lalu... Mereka untuk sementara tinggal di sana, karna perusahaan Pak Diata yang di Jerman lagi krisis"

Hah? Tunggu!
Orang tua Alexa di Jerman? 5 bulan yang lalu? Astaga, itu artinya gadis itu tinggal sendiri selama ini? Astaga bodoh sekali dirinya

Arsya jadi merasa bodoh menjadi suami, karna meninggal kan istri tanpa pertanggung jawaban. Bukan kah kewajiban suami menafkahi istri nya? Dan ia malah meninggalkan istrinya sendiri

"Halo Arsya, ko kamu diem? Udah sana kamu pulang sekarang..jangan keluar kota lagi, kasian Alexa. Dan Pak Diata nyerahin Alexa sama kamu itu artinya Alexa sepenuh nya tanggung jawab kamu" Maura mulai menasehati anak sulung kesayangan nya

"Iya Bun, Arsya pulang sekarang"

"Hati - hati sayang. Assalamualaikum"

"iyah Bun, Waalaikumsalam"

Setelah sambungan terputus, Arsya langsung mengambil tas besar milik nya dan memindahkan pakaian nya ke dalam tas tersebut

Fikiran nya mulai tak tenang sekarang, Arsya fikir gadis itu akan tinggal bersama orang tuanya dan ternyata gadis itu tinggal sendiri.

Arsya tak habis fikir, bagaimana dengan keseharian Alexa, biasa nya ia yang membangunkan gadis itu, ia yang memasakan sarapan untuk gadis itu, ia yang memijit kan kaki gadis itu

Arsya termenung, ia menyesal karna sudah meninggal kan Alexa. menurut nya, ini bukan sepenuh nya Alexa. Disini diri nya pun salah karna mengikuti ego nya dan tidak mempertahankan janji nya untuk menjaga Alexa

Dirasa sudah selesai, Arsya pun memesan tiket pesawat lewat online. Ia berharap ada penerbangan Australia - Indonesia di sore hari. Ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya, pesawat Australia - Indonesia akan di laksanakan 2 jam lagi

Dengan cepat Arsya membawa tas besar nya dan menuj keluar. Di saat ia menuruni anak tangga, ia pun melihat Ali sedang menonton televisi di ruang keluarga

"Ali" panggil Arsya

Ali yang merasa di panggil pun menoleh, dahi nya mengkerut melihat tas besar yang di bawa Arysa "loh mau kemana?" tanya nya

"gue mau pulang ke Indonesia, sekarang"

Jawaban Arsya sukses membuat Ali membulat kan mata nya "Hah? Yang bener lo?" tanya Ali tak percaya

Arsya mengaggukan kepala nya

"Ko dadakan si? Kenapa gak besok aja gitu.. lagian Sely juga belum pulang.. Dia pasti nyariin lo nanti" ucap Ali

Mendengar nama Sely, Arsya jadi merasa tak enak "Gue minta maaf Li, gua harus buru - buru"

"Emang ada apa si Sya? Buru - buru amat" tanya Ali

Arsya terdiam mencari alasan, tidak mungkin kan ia berbicara jujur bahwa ia akan menemui Alexa, istri nya, dengan cepat Arsya menjawab

"Opah gue masuk rumah sakit Li, dan gue harus kesana sekarang" jawab Arsya cepat

Huh, benarkan? Arsya memang tidak berbohong perihal Opah nya mssuk rumah sakit...

"Sory Sya.. Gue gatau.. Yaudah ayo gue antar ke Bandara" tawar Ali yang langsung di cegah oleh Arsya

"Eh..gausah, gausah.. Gue bisa sendiri Li"

Ali hanya menganggukan kepala nya "Yaudah lo hati - hati yah.. Sory gue gabisa ikut" ucap Ali

"iya Li, gak apa - apa"

"salam buat orang tua lo, dan Opah lo semoga cepet sembuh"

Arsya mengangguk "iya, Makasih Li"

"sama - sama"

Tak menunggu lama Arsya langsung melangkahkan kaki nya menuju halte untuk menaiki bis ke Bandara

Akhir nya Arsya sampai di Bandara Australia, ia melihat jam yang melingkar di tangan nya, kinu sudah menunjukan pukul 17.30 itu berarti penerbangan akan di laksanakan 30 menit lagi

Arsya memilih untuk duduk terlebih dahulu, baru saja ia hendak duduk namun seorang gadis terjatuh di depan nya karna tersungkur tas besar milik nya

Melihat itu sontak membuat Arsya terkejut dan merasa bersalah, karna gadis itu terjatuh karna tas besar milik nya yang ia letakan di sembarang tempat, mungkin salah gadis itu juga yang berjalan seraya menunduk memainkan ponsel

Arsya menghampri gadis itu dan membantu mengambil barang - barang nya yang berserakan "i am sorry sis" ucap Arsya

Di lihat nya kini gadis itu sedang merapihkan baju nya "yes, no problem" jawab gadis itu santai seolah tidak mempermasalah kan nya

Merek kini sama - sama berdiri dengan kepala yang masing - masing tertunduk. Tiba - tiba gadis itu mendongak dan....

"Arsya/Alya" ucap mereka serentak

Betapa terkejut nya Arsya melihat Alya, begitu juga dengan Alya yang sama nya terkejut melihat orang yang masih ia cintai sampai saat ini berada di hadapan nya

🐒🐒🐒

Sorry for typo 🙏

ALEXA (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang