Di jebak?

6.1K 143 16
                                        

🐒🐒🐒

Alexa membuka pintu rumah utama nya tergesa-gesa , betapa terkejut nya ia melihat sosok Arsya yang sudah berdiri di belakang pintu, mungkin suaminya itu hendak keluar

"Ya, ampun Arsya, kamu ngagetin aja deh" ucap Alexa seraya memegang dadanya terkejut

Arsya hanya mengangkat sebelah alis nya ke atas "Ko muka nya panik gitu?" tanya nya tenang "kamu abis kemana?"

"aku abis ke minimarket tadi" jawab nya

"bener ke minimarket?" tanya Arsya memastikan

Mendengar nya membuat Alexa mengerutkan dahi nya "iya benar, emang kenapa si?" tanya nya terkekeh

"kenapa gak bangunin aku?"

"aku gak tega bangunin kamu, lagian kamu kaya nya pules banget tidur nya" ujar Alexa memegang piyama tidur Arsya

"bener?"

"iya bener, kamu kenapa si ko aneh?" heran Alexa

"biasa aja" jawab Arsya "mana belanjaan nya?" lanjut nya karna tak melihat jinjingan yang istrinya bawa

"Oh, itu tadi aku ket-"

"ketemu selingkuhan?" potong Arsya cepat

Jantung Alexa berdegup kencang, mengapa bisa Arsya berbicara seperti itu. Alexa mengenyahkan fikiran negatif nya tentang Arsya, ia postip thinking saja, mungkin Arsya berbicara seperti itu karna sedang marah tak di banguni oleh nya

Alexa tersenyum lalu mencubit gemas pipi Arsya "isshh, kamu ini kalo ngomong suka ngaur deh, jadi gemess"

Arsya menepis tangan tangan Alexa yang mencubit pipi nya "aku gak ngaur"

Alexa menatap tangan nya yang di tepis Arsya, lalu menatap suaminya kembali "Arsya.." cicit nya

"pilih jujur atau aku marah" nego Arsya

Alexa menggeleng kan kepala nya tak mengerti, mengapa Arsya dateng-datang berbicara seperti itu. Alexa benar-benar tak mengerti apa yang di maksud pria itu. Alexa meraih tangan Arsya dan tersenyum

"kamu ngomong apa sih, becanda nya gak lucu tau gak.. Udah mending sekarang kamu mandi anter aku ke minimar-"

"Gak usah mengalihkan pembicaraan" tegas Arsya menepis tangan Alexa

Alexa menatap Arsya "aku bener gak ngerti Sya, maksud kamu apa?" tanya nya

Arsya menatap nya tajam "aku tanya sekali lagi, piluh jujur atau aku marah?" geram nya

Jika disuruh memilih Alexa tidak tahu akan memilih apa, masalah nya ia tidak tahu jujur apa yang di maksud Arsya. Alexa hendak meraih tangan Arsya namun pria itu menjauh kan tangan nya. Alexa tersenyum tipis dan menatap lembut mata Arsya

"Sya, jujur apa yang di maksud kamu. To the point aja deh, aku bener-bener ga ngerti" ucap Alexa

Arsya menatapnnya sinis lalu mengambil ponsel di saku piyama nya dan menujukan layar ponsel di hadapan Alexa. Sedangkan Alexa yang melihat nya hanya membulatkan matanya saking terkejut nya. Pantas saja Arsya bersikap aneh pagi ini, ternyata ini toh sebab nya. Layar ponsel Arsya terdapat foto Alexa dimana dirinya sedang di sanggah olwh pria tadi, dan foto oria tadi memegang perut nya.

Alexa bisa simpulkan bahwa Arsya salah paham, Arsya hanya tahu bentuk foto itu tanpa tahu yang sebenar nya. Alexa menatap yang mengirim nya, namun tidak ada namanya. Itu artinya orang asing yang sengaja memfoto nya hendak menjebak atau lebih tepat nya orang asing yang berniat menghancurkan rumah tangga nya, Alexa tahu itu

Baru saja Alexa hendak mengambil ponsel Arsya, namun pria itu dengan cepat memasukan kembali ke saku piyama nya. Alexa menatao Arsya nanar

"Sya, siapa yang kirim itu Sya?" tanya nya

Sedangkan Arsya menatap nya nyalang "itu gak penting buat aku, yang penting sekarang aku sangat berterimakasih sama yang udah kirim foto ini. Berkat dia, aku tahu akal bulus kamu yang bertemu diam-diam dengan selingkuhan kamu"

Alexa hanya terdiam menatap nanar Arsya. Arsya masih menatap nya sinis

"Pantas saja kamu gak bangunin aku, ternyata gini toh kelakuan kamu di belakang aku" ucap Arsya tenang namun menakutkan bagi Alexa

"Sya, kamu salah paham Sya" ucap Alexa

"Salah paham apa?" tantang Arsya

"ini semua gak seperti apa yang kamu fikirin, tadi tuh aku lagi jalan di taman komplek, tiba-tiba ada yang nabrak bahu aku, alhasil aku mau jatuh Sya kalo dia gak sangga aku" jelas nya

Arsya tekekeh sinis "harus ya pegang-pegang perut?" sinis nya

Alexa menggeleng kan kepala nya dan mengeggam erat tangan Arsya "aku gak selingkuh Sya, aku juga gak tau dia tiba-tiba lancang pegang perut aku, aku marah Sya, dan maka dari itu aku balik lagi gak jadi ke minimarket" jelas Alexa

Arsya menghempaskan kembali tangan Alexa yang berusaha menggenggam nya

"Kamu" Arsya menunjuk wajah istrinya dengan telunjuk nya "Sukses bikin kepercayaan aku ancur, kamu mikir gak sih? Kita baru aja buka lembaran baru kehdiupan rumah tangga kita dan sekarang? Kamu malah main busuk di belakang aku"

"Arsya, aku mohon kamu percaya sama aku. Aku berani sumpah kalau aku gak ada main di belakang kamu. Aku di jebak Sya, aku dijebak. Aku yakin pasti ada orang asing yang berniat menghancurkan rumah tangga kita"

"Stop! Gak usah kamu salahin orang lain segala. Mending kamu introspeksi diri kamu sendiri dulu, sendiri aja belum bener malah libatin orang asing ngejebak kamu!"

Alexa terdiam menatap lantai putih di bawah nya. Fikiran nya kalut, baru saja ia mendapatkan kebahagiaan mengapa tuhan dengan tega nya menguji kembali rumah tangga nya? Apa ini bertanda bahwa dirinya dan Arsya tidak jodoh? Pernikahan yang dulu tidak ia ingin kan kini menjadi boomerang bagi nya

Melihat Alexa yang diam, Arsya terkekeh sinis "Emang susah ya, jiwa-jiwa tukang selingkuh. Mau setobat apa pun, gak bakalan bisa berubah"

Setelah mengatakan itu Arsya langsung melenggang pergi ke dalam kamar. Meninggalkan Alexa yang kini masih menatap lantai putih di bawah nya. Ia sangat bersyukur karna kali ini ia tidak menangis seperti biasa nya. Hmm atau dirinya ini sudah terbiasa di sakiti Arsya, hatinya sudah kebal apalagi dalam hal menangis

Alexa menutup pintu utama nya dan duduk di sofa tv, ia menyandarkan bahunya dan menatap kosong ke layar TV yang masih mati. Fikiran nya bercabang, siapa sih orang iseng yang ingin menghancurkan rumah tangga nya

Arsya yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya pun menoleh ketika ponsel Alexa berbunyi. Ia masih kesal dengan istrinya itu, dan Arsya pun membiarkan ponsel Alexa berbunyi. Namun ponsek itu selalu berdering dengan kesal Arsya pun menghampirinya dan menatap layar ponsel

08xxxxxxx is calling 📞

Nomor tidak di kenal? Siapa? Tanpa basa-basi Arsya pun mengangkat telepon nya dan sambungan terhubung, tiba - tiba...

"Hallo sayang, kamu lagi ngapain ketemuan lagi yuk, aku masih kangen banget sama kamu"

Deg!

🐒🐒🐒

Sorry for typo 🙏



ALEXA (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang