Ada yang senang? Aku up cepet lo hihi
Aku seneng kalian terus neror aku untuk up cepet 😚 jangan lupa pantengin terus cerita nya karna makin hari makin seru 🤗
Oh iya buat kalian, jangan lupa buat ajak temen kalian baca cerita ini, biar bapeer nya rame-rame heheh 😆
Jangan lupa Voment nya ❤❤
Terimakasih untuk kalian yang memberi aku semangat ❤
Happy reading ❤🤗
🐒🐒🐒
Setelah selesai dengan acara telponan dengan Alya, Arsya pun membalikan badan nya dan dahi nys berkerut bingung, tidak melihat sosok Alexa disini. Bukan kah tadi gadis itu sedang duduk berbaring di atas kasur? Huh, sudahlah ia tak mau memusingkan nya
Arsya menatap pada nampan yang berisi makanan yang Alexa bawa tadi. Arsya melangkahkan kaki nya menuju nakas. Dirinya masih menatap tumis kangkung itu tanpa niat menyentuh nya
Krukk
Perut nya berbunyi minta di isi, mau tak mau Arsya pun menyantap tumis kangkung di nakas itu. Arsya makan dengan sangat lahap hingga menghabis kan semangkuk tumis kangkung itu tanpa sisa dan jangan lupakan nasi nya yang ia habiskan. Arsya meminum aif putih di gelas yang Alexa bawa, ia meneguk nya hingga tandas
Dirasa perut nys kenyang, Arsya pun keluar kamar menuruni anak tangga berniat mencati Alexa. Ia tersenyum sinis, mengingat mimik wajah Alexa ketika dirinya melontarkan kata-kata yang tajam dan mampu melukai hati wanita itu
Arsya melihat Alexa yang kini sedang duduk di sofa menonton tv, oh tidak lebih tepat nya Tv yang menonton Alexa, karna sedari tadi wanita itu masih saja melamun dan sibuk dengan fikiran nya
Alexa tersentak ketika Arsya langsung merebahkan dirinya di sofa dan meletakan kepala nya di paha Alexa sebagai bantalan. Alexa hanya diam menatap Arsya bingung, yah, wanita itu bingung karna sikap Arsya yang tiba-tiba menjadi seperti ini, bukan kah pria itu baru saja menghina nya? Aneh sekali
Arsya memejamkan mata nya di pangkuan Alexa, pria itu mengambik tangan Alexa dan di arahkan ke kepala nya "Pijitin, pusing" ucap Arsya simple
Alexa yang mengerti pun hanya mengangguk dan tersenyum, diri nya tak menyangka Arsya akan menyuruh dirinya untuk memijit kepala pria itu, sungguh Alexa sangat senang saat ini. Ia akan melupakan kata-kata Arsya tadi, mungkin Arsya berbicara seperti itu karna sedang kelelahan saja. Begitu lah fikir Alexa
"Yang bener dong, bisa mijit gak sih!" ketus Arsya tanpa membuka mata nya
Alexa terdiam, ia merasa bahwa Arsya mengucap kan apa yang ia ucapkan dulu, ketika Alexa menyuruh Arsya untuk memijitkan kakinya. Alexa memantapkan hatinya untuk tidak menangis, ia akan bersabar sebagaimana Arsya dulu ketika berada di posisi seperti ini
Alexa melembutkan pijitan nya, dan Arsya pun tidak protes lagi. Hal itu menunjukan bahwa Arsya nyaman dengan pijitan darinya. Alexa tersenyum seraya memijit kepala Arsya, ia menantikan momen ini. Andai saja semua nya baik-baik saja, pasti ia dan Arsya akan menjadi keluarga kecil yang bahagia
Disaat sedang memijit kepala Arsya tiba-tiba Alexa merasakan perut nya kram, ia kesakitan dan mengalihkan gerakan tangan nya ke perut nya
"Aw.. A-arsya" rintih Alexa
Arsya bangkit merubah posisi nya menjadi duduk "Apaan sih!" ketus Arsya
Alexa memegang perut nya kesakitan "Arsya, tolongin.. Aku,... Sakit..." rintih Alexa
Arsya hanya menatap nya tajam "baru mijit kepala aja udah sakit perut, gabisa banget nyenengin suami!" ketus Arsya yang melenggang pergi ke kamar
Alexa menatap nanar pungguh Arsya yang menajuh "Arsya.. Tolongin.. Aku,,.. Sakit... Hiks" Alexa menangis namun tetap tak di hiraukan oleh Arsya
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXA (END)
Fiksi RemajaRanking ❤ #1 in anak muda (1April 2020) #1 in alexa (6April2020) #8 in kehidupan (11April2020) #3 in dewasa #5 in sister (11April2020) #1 in romantice (15 April2020) #6 in Complex (1 Mei2020) #3 in Favorite (3Mei2020)
