Jangan lupa vote & coment nya
Di part ini aku ketik banyak untuk kalian yang sering voment 😘
buat yang nggak pernah voment mah nggak deh:"(
Happy reading😘
🐒🐒🐒
Alexa terus berlari dengan cepat, sampai-sampai Prisil sedikit kwalahan mengejar nya mengingat dirinya yang sedang hamil, Prisil pun berlari kecil untuk menyusul Alexa
"Lex, jangan lari gue capek" pekik Prisil yang tak di hiraukan oleh Alexa
Alexa terus berlari menuju rumah kediaman Bunda mertua nya. Ya, saat ke rumah sakit tadi, Alexa menanyakan pasien yang bernama Adrian karna mengalami kecelakaan, dan pihak rumah sakit memberitahukan bahwa pasien yang bernama Adrian sudah di bawa pulang 5 jam yang lalu karna sudah meninggal
Hal itu sontak membuat Alexa terkejut bak disambar petir di siang bolong. Bagaimana bisa? Mengapa Ayah mertuanya pergi begitu cepat, Alexa tau pasti Arsya saat ini sangat terpukul dan pria itu pasti membutuhkan seseorang untuk menyemangati nya, merangkul nya di kala rapuh.
Alexa menanyakan alamat rumah mantan mertuanya itu. Setelah memeriksa data pasien, pihak rumah sakit itu memberitahukan dimana kediaman Arsya saat ini. Tanpa ba bi bu Alexa pun langsung berlari, saking cemas nya dengan Arsya, sampai - sampai ia melupakan untuk mengucapkan terimakasih pada pegawai itu
(skip)
Alexa menatap rumah besar di hadapan nya, memang iya terdapat bendera kuning disana dan tidak terlau ramai hanya ada beberapa orang saja, mungkin itu para tetangga. Alexa berjalan pelan untuk masuk ke dalam, sesampai nya di dalam suasana duka begitu mencekam, terbawa perasaan Alexa pun meneteskan air mata nya
Alexa mengedarkan pandangan nya, ia melihat sosok Arsya yang duduk di sofa membelakangi nya. Dilihat nya Sely dengan setia di samping Arsya menepuk bahu pria itu untuk menenangkan. Perut Sely memang sedikit menonjol dari biasanya, apakah Sely itu benar-benar hamil anak Arsya? Tapi, mengapa secepat itu?
"Arsya"
Mendengar itu Arsya yang sedang menunduk sedih pun langsung mendongak dan menengok ke belakang. Betapa terkejutnya ia melihat Alexa di hadapan nya. Apakah benar ini Alexa? Mengapa ia biss ada disini? Sely sendiri pun merasa terkejut dengan kehadiran Alexa, sungguh tak di sangka-sangka
Arsya berjalan menghampiri Alexa, ia menatap Alexa dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Turut berduka cita atas meninggal nya Ayah" ucap Alexa pelan
Arsya masih menatap wanita di hadapan nya ini, wanita yang amat sangat ia cintai. Ingin rasanya Arsya memeluk nya, karna saat ini dirinya benar-benar membutuhkan Alexa. Mengapa saat ini suasana begitu canggung? Tidak biasa berada di posisi secanggung ini
"Tuhan lebih sayang sama Ayah, makanya Ayah di panggil secepat ini" ucap Alexa
"Bukan Ayah aja, Arsyi juga.. Ya, Tuhan sayang sama Ayah dan Arsyi"
Deg!
Jantung Alexa berdetak tak karuan, apa maksud Arsya? Apakah Arsyi juga meninggal?
"Ma-maksud ka-kamu?" tanya Alexa menatap Arsya tak percaya
Arsya menatap ke arah lain "Ayah kecelakaan mobil disaat dia ajak Arsyi keluar" jelas Arsya dengan suara serak menahan tangis
Alexa tak menyangka, Arsya kehilangan dua orang yang disayangi nya. Alexa tak bisa membayangkan bagaimana rasa nya kehilangan dua orang sekaligus.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXA (END)
Ficção AdolescenteRanking ❤ #1 in anak muda (1April 2020) #1 in alexa (6April2020) #8 in kehidupan (11April2020) #3 in dewasa #5 in sister (11April2020) #1 in romantice (15 April2020) #6 in Complex (1 Mei2020) #3 in Favorite (3Mei2020)
