Kejutan

1.3K 196 45
                                    

Aku kembali setelah lama menghilang :')


Happy reading!^^



~°~°~



Matahari sudah terbit berjam-jam lalu. Bahkan posisinya sudah berada di atas. Namun, Jung (Y/n) masih saja bergelung di balik selimut. Tidurnya sangat nyenyak sampai-sampai sinar matahari yang menyorotnya dari celah jendela tak sanggup membangunkan.

Ponselnya berdering. Sudah lima kali benda pipih itu menggetarkan nakas. Namun, suara berisik itu tak sanggup membangunkannya juga.

Wanita itu memang kuat minum banyak. Tapi, kebiasaan buruknya adalah tidur sepanjang waktu selepas minum-minum.

Berbeda dari wanita itu, Jun sudah beraktivitas sejak pagi. Ia berlari di track yang difasilitasi oleh apartemen, membeli sarapan, juga bersiap-siap kerja. Tubuhnya sudah harum dan rapi, berbalut kemeja putih yang digulung sampai sikut dan celana hitam.

Pria itu mengambil jam tangan perak miliknya kemudian berjalan keluar kamar. Melangkah menuju kamar tamu sambil memakai jamnya.



Tok Tok Tok


Tidak ada sahutan ketika Jun mengetuk pintu. Pria itu mengerjap pelan kemudian mengetuknya lagi. Barangkali sang tamu tidak mendengar ketukan pertama.

Namun sudah tiga kali mengetuk, tak terdengar sahutan. Ketika hendak mengetuk lagi, ia mendengar suara deringan ponsel dari dalam namun tak kunjung berhenti.

Ke mana dia?

Penasaran, Jun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam sana. Ia menghela napas berat ketika melihat wanita yang ia pikir tak berada di kamar rupanya masih bergulat dalam mimpi.

Jun melangkah menuju nakas. Memeriksa siapa orang yang menelepon wanita itu, khawatir telepon darurat.

Xu Minghao

"Hey, (Y/n). Bangunlah," ucap Jun membangunkan. Ia mengambil ponsel itu dan duduk di sisi ranjang. Sambil mengguncang tubuh wanita itu, ia berujar, "Ada telepon masuk."

Namun, wanita itu tak bergerak. Jun sampai terheran-heran. Bagaimana bisa wanita itu tertidur pulas dengan suara berisik yang datangnya bertubi-tubi?

Pria itu menghela napas kemudian memutuskan untuk mengangkat teleponnya.

"Hallo?"

"(Y/n), kau di mana? Pemotretannya satu jam lagi. Ada banyak hal yang perlu—tunggu .... Ini siapa?"

Minghao menghentikan ucapannya ketika sadar bahwa yang tadi menyapanya adalah seorang pria.

"Jun," jawab Jun. "Kau mau menyuruhnya datang sekarang ke tempat pemotretan, kan?"

"Heh! Kenapa kau bisa mengangkat teleponnya?!" pekik Minghao.

"Aku akan membangunkannya dan tiba di sana bersamanya dalam tiga puluh menit," sahut Jun kemudian mematikan sambungan telepon. Tak memberi Minghao kesempatan untuk bertanya lebih jauh.

Jun menaruh benda pipih itu di nakas kemudian membaringkan tubuh di samping wanita itu. Sambil menatapnya, Jun memikirkan cara yang tepat untuk membangunkannya.

Khianat [Seventeen Imagine Series]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang