Hallo guys, aku kembali dengan cerita yang mungkin gak lama lagi tamat ini (hah?!) untuk menguji kesabaran kalian di bulan puasa; khususnya yang menjalankan 🙂🙂🙂 /fangirl gak ada akhlak/
Wkwkwk bercanda guys, aku kembali karena kangen kalian kok. Tapi, ya, semoga memang gak merusak kesabaran kalian ya hehe❤️
Happy reading!^^
~°~°~
Villa liburan itu terletak di dekat pantai. Mengarah langsung pada cakrawala, tempat yang tepat untuk menikmati sunrise, sunset, bahkan langit malam penuh bintang.
Mobil SUV dan sedan milik Jun dan Jeonghan terparkir di samping villa. Kedua orang di masing-masing mobil keluar, menikmati indahnya pantai yang tak terlalu ramai tersebut.
“Ingat saat pertama kali kita ke pantai?” tanya Jun sambil menghampiri (Y/n) yang sudah menggantungkan kamera di lehernya.
Wanita itu tersenyum. “Apa? Saat kau diam-diam memotretku?”
“Kau juga memotretku,” balas Jun membela diri. Membuat wanita itu terkekeh. Jun tersenyum sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin. “Ayo kita reka ulang foto itu!”
“Pertama-tama, Tuan Wen,” ucap wanita itu sambil tersenyum lebar. “Kau harus memasukkan barang-barang kita ke dalam dulu.”
“Tidak sebelum dapat kecupan,” tolak Jun sambil mencondongkan tubuh.
Wanita itu terkekeh. Dari sudut matanya ia melihat Jeonghan berdiri menghadap mereka. Memperhatikan lekat-lekat. Dengan sengaja wanita itu mengacup hidung Jun. “Sudah ya? Sekarang aku mau lihat-lihat. Minri! Ayo kita keliling sebentar!”
Wanita itu berlari kecil ke arah Minri. Jeonghan buru-buru membalikkan tubuh dan membuka bagasi, mengeluarkan barang-barangnya. Berbeda dengan Minri yang justru menghadap wanita itu.
“Ke mana Eonni? Aku harus memasukkan barangku dulu ke dalam,” balas Minri.
Wanita itu menunjuk pantai. “Sebentar saja kok. Mencari spot yang kira-kira bagus untuk mengambil foto atau lukisan. Jadi, sore nanti kita bisa langsung melakukannya.”
“Pergi saja, tidak papa,” balas Jeonghan sambil merapikan rambut Minri. Dengan sengaja memberi balasan. “Biar aku yang memasukkan barang-barang.”
“Tapi barang-barangku banyak,” sahut Minri tak enak hati. “Aku membawa alat lukis.”
Jeonghan tidak lagi menyahut. Pria itu hanya tersenyum dan memberi anggukan. Minri akhirnya tersenyum kemudian meraih tangan (Y/n). “Ayo, Eonni!”
“Ayo!” sahut wanita itu riang.
Jeonghan memperhatikan keduanya dari belakang. Dalam hati ia tak habis pikir bagaimana Jung (Y/n) bisa bersikap biasa saja pada Minri setelah tahu apa yang dilakukan suaminya dengan wanita itu.
“(Y/n) akan menjaganya dengan baik.” Suara Jun menariknya dari lamunan. Jeonghan langsung menoleh. Melihat dua koper di tangan Jun. Terlihat seperti ada niat liburan panjang.
“Aku tahu,” balas Jeonghan. “Hanya saja sudah lama tidak bertemu, jadi melihatnya sekarang bersama Minri rasanya agak ... aneh.”
Jun terkekeh sambil melangkah pergi. “Jung (Y/n) memang aneh ... tapi menarik.”
Jeonghan menatap punggung Jun sejenak sebelum akhirnya mengikuti, masuk ke dalam villa.
Di sisi lain, Jung (Y/n) dan Minri sudah menemukan spot masing-masing yang tak begitu berjauhan. Keduanya memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil membeli minum.

KAMU SEDANG MEMBACA
Khianat [Seventeen Imagine Series]
Storie breviHighest rank - #114 on short story 211109 Dikhianati pasangan mungkin menjadi hal yang biasa. Tapi, bagaimana jadinya jika kedua belah pihak saling mengkhianati satu sama lain ketika mereka terikat dengan sebuah ikatan sakral yang mereka pilih sendi...