Di suatu hari…Cho Kyuhyun, bisa saja berubah egois untuk memonopoli istrinya yang cantik jelita itu. Mengasingkan kedua anaknya ke rumah para orang tua agar ia bisa bermanja-manja tentu saja. Tetapi hal itu tidak semudah yang ia bayangkan, bukan mendapat kecup manis dari istrinya melainkan sebuah peluru plastik mengenai dahinya.
'' Ups... ''
Kyuhyun menatap kemudian, dua bocahnya berdiri berdampingan. Satu tangan yang kecil memegang kain si sulung erat erat.
'' Katakan pada Appa '' tegasnya tenang.
'' Hyung '' cicitnya .
Hela nafasnya Kyuhyun dapat mendengar. Tertarik menunggu bagaimana nanti si sulung membela diri.
'' Maafkan aku Appa, jalan jalan Appa bisa membatalkannya ''
Kyuhyun terhenyak. Menatapi si sulung yang benar menjaga adiknya dengan baik. Kyuhyun tahu siapa pelakunya. Tetapi ia masih tak ingin berkomentar.
'' Hyung yakin ?? ''
Jaemin mengangguk mantap. Setelahnya ia memerintah Jisung untuk meminta maaf juga. Beberapa sudut tampak berantakan karena ulah mereka.
'' Maaf Appa ''
Dan selain ujian kelulusan,ada satu ujian lagi yang cukup menyebalkan. Melihat dua bocah dihadapannya memasang tampang memelas bisa saja membuat pertahanan nya runtuh. Kasihan sekaligus menggemaskan, Kyuhyun sungguh tidak bisa bertahan lama.
'' Kenapa hyung harus berbohong, biarkan Jisung mengakui kesalahannya, dia harus berani bertanggung jawab ''
'' Nanti menangis, berujung Hyung juga yang kena '' balas Jaemin lesu.
Kyuhyun terkekeh saja, menyetujui Jaemin meski tidak setiap saat seperti itu. Keduanya masih bertahan, dengan kini Kyuhyun yang memberi sepatah petuahnya. Seperti menghadap yang mulia raja, anggukan patuh dan siap melaksanakan menjadi penutup sesi bimbingan mereka.
'' Cha, cuci tangan dan ganti baju ''
'' Huh, mau kemana Appa ''
'' Kita jalan jalan ''
'' Beli balon ya Appa !! ''
'' Nanti dimarahi Eomma, aku tidak mau ?? ''
Jaemin cemberut, lain dengan si bungsu yang sudah memeluk Kyuhyun antusias. Bisikan bisikan jahat sudah Kyuhyun terima.
'' Yakin tidak mau makan malam diluar ? atau beli sesuatu mungkin ?? ''
Jaemin menatap ayahnya penuh tanya. Senyum miringnya terukir dengan Jisung yang diberi kata kata manis. Bukan apa apa, masalahnya Jaemin sedang dalam masa hukuman. Anak itu ketahuan berbohong tempo hari.
'' Nanti Appa yang bertanggung jawab, hari ini kita beli selimut baru untuk Lulu bagaimana ?? ,''
'' Okay, aku setuju '' putus Jaemin setelah beberapa saat berpikir. Membawa Jisung, Jaemin pergi untuk bersiap.
Masih di tempat Kyuhyun tampak menghubungi seseorang. Meminta izin pada istrinya karena akan membawa anak anak pergi.
" Appa, kajjaaa…" Jisung menarik tangan Kyuhyun tidak sabar.
" Hei, pelan pelan, dimana Jaem hyung ??"
Perjalanan mereka cukup menyenangkan, bersenang senang di wahana permainan, dan membeli tujuan utama mereka.
" Jisungi, jangan semuanya nak.!! "
Sudah lebih dari lima kali, Kyuhyun melontarkan kalimat yang sama. Benda benda yang tak dibutuhkan pun ikut masuk ke dalam keranjang. Jaemin sampai lelah mengembalikannya.
" Ayo berhenti, kita hanya butuh tumbler untuk Hyung bukan handuk juga nak " Kyuhyun menghela nafas lelah.
" Appa.. Biruuuu…" serunya keras kepala. Kyuhyun menggeleng sebagai peringatan.
" Ambil tumbler saja, seperti punya Hyung "
" Eung..?? "
" Iya, nanti Jisung menangis kalau tidak punya "
Jaemin mengambil satu lagi, bertanya pada si bungsu untuk memastikan.
" Mau ?"
" Okayss.. "
Mereka puas untuk hari itu. Lelah sudah pasti, bagaimana tingkah si bungsu yang tidak mau diam menjadi salah satu penyebabnya.
" Hyung, mau ke tempat Eomma tidak??"
Jaemin menoleh, lalu mengangguk kemudian. Berbeda dengan Jisung yang sudah terkantuk kantuk di pangkuan Jaemin.
" Kita ke sana saja Appa"
Ramai pengunjung masih terlihat jelas. Beberapa meja penuh dengan keluarga maupun pasangan yang tengah menikmati hidangan makan malam. Kyuhyun membawa Jisung diikuti Jaemin. Menuju ke salah satu meja dimana istrinya berada di sana.
" Eomma.."
" Sayang, sudah sampai ya"
" Kau sendirian?? dimana yang lain.."
" Mereka baru saja pulang, Oppa tak melihatnya"
Kyuhyun menggeleng, memberikan Jisung pada ibunya. Anak itu sepertinya terbangun.
" Sayang sudah bangun?? kita makan dulu ya" kecupnya lembut.
" Hyung pesan yang mana sayang ? mau sup ?"
Jaemin mengangguk, mengikuti pesanan Sang Ayah yang memilihkannya.
" Isung mau daging "
" Eo ??"
Satu suara yang membuat semua tertawa. Dengan menguap Jisung memesan makanannya.
😊😊😊
