09

993 103 4
                                    


Jaemin memberengut, menatap makhluk kecil di sana tanpa minat.

“ Jaemin sayang , Appa tinggal sebentar arraseo !! “

“ Appa_andweyo, kalian bisa membawa Jisung bukan ? “

“ Sayang, dengar Eomma !! adikmu baru saja sembuh. Eomma tidak mau adikmu menelan benda mengerikan itu lagi “

“ Tapi Eomma_ “

Si sulung Jaemin merutuk kesal. Sebentar itu menurut ayah dan ibunya, tetapi tidak untuknya. Sebentar bahkan bisa mencapai tiga jam. Dan Jaemin terlanjur janji pada In Jun untuk menunggunya.

“ Appa janji, minggu ini kau bebas nak ! “

Jaemin ingin berteriak ketika Kyuhyun mencium kedua pipinya. Ia benar benar sedang membenci ayah dan ibunya sekarang .

“ Kami tinggal sayang, berhati hatilah “

Pasangan itu pun menghilang di balik pintu rumahnya.

###

In Jun baru saja datang. Tentu, Jaemin mengubah tempat mereka bertemu hari ini. Sialnya mereka tidak bisa menikmati jjangmyun milik paman Shindong. Justru pemandangan Jisung bermandi es krim yang dapat Jaemin nikmati saat ini.

“ Ouhh, Jisungi kau harus mandi !! “ pekik Jaemin histeris.

“ Adikmu sangat lucu Jaemin “ In Jun justru kagum sembari tertawa. Bocah keturunan China tersebut meninggalkan bukunya dan mulai mengekori Jaemin .

Ada beberapa materi yang harus mereka selesaikan bersama. Jaemin dan In Jun, mereka berencana menonton film dan membeli beberapa mainan terbaru untuk melengkapi koleksi mereka.

Tetapi tidak untuk satu jam yang telah terlewati, belum genap empat soal yang mereka kerjakan, Jisung kembali memulai aksinya.

“ Hyung , mau susu coklat “ tangan kecilnya dengan mudah memberlihatkan botolnya yang sudah kosong.

Jaemin menghela nafas, kembali berdiri dan menuju ke dapur.

“ Arrghh “

“ Jaemin gwenchana ? “ In Jun mendengarnya khawatir. Ketakutan jika sesuatu terjadi pada teman sebangkunya tersebut. Jaemin merasa tidak enak pada In Jun.

“ Gwenchana Jaemin-a, kita bisa bertemu di sekolah dan semuanya selesai “

“ Kau mengerjakannya sendiri ? “

“ Itu mudah bagiku, tenang saja, “ In Jun menepuk bahu Jaemin. Mengisyaratkan sesuatu pada Jaemin ada yang tidak beres di depan sana.

“ Omo, Jisung berhenti, jauhkan tangan mu !! “ Ups, tangan Jisung hampir mengenai laptop milik Kyuhyun yang berada di atas meja. Sedikit saja bergeser akan fatal akibatnya.

Hantaman keras membuat In Jun dan Jisung tertawa. Menyakitkan, dan bukan seharusnya menjadi bahan olokan. Laptop itu berhasil Jaemin selamatkan, tetapi tidak dengan kepalanya. Berdenyut denyut dan nyeri.

“ Jaemin gwencahana ? “

Munafik, apabila Jaemin mengatakan ia baik baik saja. In Jun tidak mengerti apa yang ia rasakan. Jaemin hanya meringis, cukup diam dan tersenyumlah. Maka semua akan kembali seperti semula.

“ Aku baik baik saja In Jun-a “

😊😊😊

cho's family Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang