25

674 91 9
                                    

Hari mulai gelap, dan Seohyun tidak bisa memasak dengan tenang. Hampir saja ikannya berubah warna apabila Jisung tidak berteriak karena melihat kepulan asap yang tidak biasa.

" Jisung makan ikannya besok saja ya ? "

" Waeyo Eomma ? " Jisung tidak mengerti. Pagi hari ibunya terlampau semangat menawarinya menu tersebut. Akan tetapi mengapa membatalkannya tiba tiba, ketika perut kecil Jisung sudah mulai berbunyi nyaring.

" Kita cari Jaemin Hyung sayang "

Kyuhyun belum tiba, dan gemuruh hujan sudah terlanjur menyerang Seoul dan sekitarnya. Di tambah suara gemuruh yang menggelegar semakin membuat Seohyun tidak tenang.

" Eomma, hujan !! "

" Iya, sayang " Seohyun membalas sembari sibuk memaikan Jisung jas hujan warna biru milik bocah itu. Mengambil payung dan jas hujan yang lain sebelum Seohyun meninggalkan rumah petang itu.

###

" Jaemin, bagaimana kita pulang ? " Dong Hyuk mengerucut bosan. Ia juga takut terhadap kilat yang sedari tadi menemani mereka.

" Andai kita menuruti Min Hyung hyung " Jaemin mendesah, tidak ingin menyalahkan Dong Hyuk, meski mereka terjebak memang karena anak itu.

" Jangan menangis begitu !! " Jaemin bingung sendiri melihat mata Dong Hyuk yang sudah berkaca kaca. Dong Hyuk si pembuat ulah takut hujan.

" Aku takut "

" Besok kita main lebih jauh lagi bagaimana ? " usul Jaemin mengejek.

" YYAA "

" Mau bagaimana lagi, kita akan menunggu sampai hujan reda " pasrah Jaemin kemudian. Mereka tidak membawa apapun, selain bola dan uang receh sisa pembelian makanan. Dong Hyuk di sana semakin meringkuk ketakutan.

Seohyun serta Jisung berjalan menyusuri taman. Menilik setiap sudut yang mungkin menjadi tempat berteduh Jaemin atau siapapun itu.

" Sini Eomma gendong !! "

" Tidak mau Eomma " Jisung menolak dengan mudah . Bocah itu menyukai genangan air yang sesekali menerjang kakinya.

" Eomma, siapa di sana ? "

Seohyun menoleh ke arah di mana Jisung menunjukkan jarinya. Benar, ada dua orang berteduh di sana.

" Jaeminnn Hyuuung " pekik Jisung senang berhasil menemukan si sulung.

" Kalian tidak apa apa nak ? " bagaimanapun Seohyun dapat bernafas lega sekarang. Ia melihat Jaeminnya baik baik saja.

" Aku takut Bi !! " cicit Dong Hyuk hampir tak terdengar karena hujan begitu deras. Jaemin yang sedang memakai jas hujannya diam saja tanpa ingin berkomentar.

" Dong Hyuk ikut saja bersama Bibi, nanti biar Bibi menghubungi ibumu "

" Benar Hyung, nanti kita minum susu bersama " celoteh Jisung senang.

Dong Hyuk langsung mengangguk tanpa ingin berpikir dua kali. Memegang lengan Jaemin sepanjang jalan yang membuat Jisung melihatnya heran.

" Dong Hyuk hyung gwenchana ? "

Dong Hyuk menggeleng sekaligus kagum pada bocah itu. Bagaimana bisa Jisung tidak takut sedikitpun. Derasnya hujan justru semakin membuat Jisung memekik senang.

" Nah sudah sampai, Eomma siapkan air hangat dulu, kalian mandi setelah ini "

" Okay Eomma "


😊 😊 😊

cho's family Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang