45

547 87 5
                                    


Manis sekali. Jaemin mengendarai sepeda Seohyun dengan tenang. Meski sempat menolak, Jaemin tidak bisa membiarkan senyum Jisung hilang begitu saja. Bahkan ia ikut bernyanyi sepanjang jalan menuju taman. Masih belum berubah, Jisung mengidolakan keluarga tiga beruang yang lucu itu.

" Hyung, aku mau main di sana "

" Baiklah, hati hati Jisungi "

Jisung mengangguk setelah Jaemin sedikit merapikan rambutnya yang berantakan. Jisung kemudian berlari kecil berbaur dengan teman temannya yang kebetulan ada di taman juga.

Selagi Jisung asyik bermain. Jaemin memutuskan untuk pergi sebentar. Ia memerlukan dua kotak jus dan beberapa permen coklat. Berjaga jaga apabila Jisung tiba tiba rewel. Sang Ibu dan ayahnya masih akan tiba kurang lebih dua jam lagi. Alangkah baik jika Jaemin bersedia payung sebelum hujan.

" Terima kasih nuna " Jaemin tersenyum dengan sangat manis. Mengundang decak kagum si gadis pelayan toko.

" Tuhan, tampan sekali anak itu " gumamnya lirih. Si gadis pun baru tersadar ketika nenek di belakang Jaemin tadi memanggilnya kemudian.

Jaemin duduk kembali di bangku semula. Ia dapat melihat Jisung sedang bermain perosotan di sana. Berganti satu sama lain menunggu giliran untuk meluncur. Mereka tampak baik, tidak ada kerusuhan yang berarti.

Sebentar Jaemin tengah memeriksa ponselnya yang bergetar. Di tengah jarinya membalas pesan Sang Ibu pekikan Jisung menyadarkannya.

" JAEMIN HYUNG !! " sembari menangis, Jisung memanggilnya. Jaemin lantas berlari, memeriksa cepat si bungsu yang tersungkur dengan air mata bercucuran.

" Jisungi gwenchana ??? ssst, Hyung di sini, jangan menangis"

" Hyung, Jisung tidak berhati hati "

" Benarkah ? "

Semuanya mengangguk membenarkan. Tidak ada dorongan atau tindakan lain dari teman teman Jisung. Jisung murni terjatuh sendiri setelah melakukan pendaratan yang salah.

" Terima kasih telah menolong Jisung "

" Sama sama Hyung "

Anak anak kembali bermain, sementara Jisung masih tersedu di gendongan Jaemin.

" Dimana yang sakit ? " Jaemin cukup cemas dengan Jisung yang tak kunjung berhenti menangis. Jujur Jaemin takut mengatakannya pada Seohyun. Mungkin ia akan terkena marah Kyuhyun nantinya. Jaemin sedikit pusing.

" Ssst, Hyung punya permen coklat, Jisung mau  ? "

" Atau Jisung mau es krim, kita beli ya ?? "

" Atau mau jelly ? "

" Permen kapas ??  atau mau balon ?? "

Satu persatu Jaemin menyebutkan apa yang ia lihat. Sembari memastikan jika tidak ada luka serius di tubuh Jisung.

" Mau Jelly hyung  " suaranya hampir tidak jelas karena menangis. Jisung mulai tenang setelah Jaemin mendekapnya erat.

" Jelly ?? Ah sebentar hyung ambilkan " Jaemin berbinar mendengarnya. Jaemin menyuapkan satu buah untuk Jisung.

Semilir angin membuat mereka nyaman. Sesekali Jaemin mengecup pipi Jisung gemas. Jelly hingga snack kentang Jisung menyukainya. Jaemin bersyukur Jisung tidak menangis lagi.

Tidak ada doa buruk terselip di benaknya. Justru Jisung yang tertawa senang adalah harapannya. Jaemin membelinya bukan untuk hal buruk terjadi. Akan tetapi murni karena ia dan Jisung menyukainya. Semuanya hanya suatu kebetulan.


😊 😊 😊

Annyeong yeorobun... 😁

cho's family Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang