55

514 88 7
                                    


Jaemin menjadi korban, sepanjang menunggu makan malam tiba. Kepalanya yang terantuk robot mainan dan lengannya yang memerah karena aksi anarkis dari oknum yang terlibat.

Jaemin meringis, sembari mengusap usap lengannya yang perih.

“ Aww ini sakit sekali “

Jaemin sudah berhenti akan tetapi serangan masih terus berlanjut menimpanya. Kali ini banyak bola plastic dan penguin mengenainya.

“ YYA Hyung sudah mengembalikannya Jisungi !! “ pekiknya membela diri.

“ Tidaakk mauu “ 

Si bungsu bersiap melempar bebek bebek plastik miliknya. Sebelum ada seseorang menahannya.

“ Berhenti Jisungi !! tidak boleh nakal eo !! “

“ Eommaaa sakiit “

Suara mereka hampir bersamaan, membuat si ibu mau tidak mau memeriksa kondisi yang sebenarnya. Jaemin memperlihatkan lengannya, sedangkan Jisung meronta di tahan Kyuhyun.

“ Hyung ?? “

Jaemin mengambil satu kotak susu di atas meja. Tidak mengira jika itu sudah di susun si bungsu menjadi rangkaian kereta api. Jaemin benar benar tidak tahu, bahkan tidak mengira Jisung akan melakukan serangan yang mengejutkan.

“ Bukankah hyung bisa mengambil milik hyung sendiri !! “

Bibir Jaemin mengerucut, sang ibu memilih membela Jisung secara tidak langsung. 

“ Ck, Jisung saja yang terlalu pelit “ batin Jaemin kesal. Jaemin pergi begitu saja dari kerumunan meninggalkan tiga pasang mata yang menatapnya.

“ Hyung, bantu bereskan semuanya !! “

“ Tidak mau “

Bukankah itu hal yang tidak sengaja, Jaemin memikirkannya berulang ulang. Hingga panggilan makan malamnya  Jaemin diamkan saja.

Beberapa saat kemudian pintunya di ketuk, Dengan malas Jaemin beranjak dari tempat duduknya.

“ Jaemin Hyung “ 

“ Tidak mau “ Jaemin menggeleng penuh, mengerti maksud Kyuhyun yang ingin mengajaknya pergi ke meja makan, tetapi Jaemin terlanjur kesal.

“ Yakin tidak mau pergi ?? Eomma memasak kesukaanmu hari ini “

“ Tidak mau, untuk Appa saja “ 

Jaemin mendorong Kyuhyun sebelum anak itu menutup pintu dan menguncinya. Seperti bodoh, Kyuhyun dengan pasrah menerima perlakuan Jaemin padanya. Tidak ada upaya untuk membujuk anak itu, karena sebenarnya ia bingung dengan apa yang ingin ia katakan.

Seohyun melihatnya payah. Kyuhyun kembali seorang diri, sudah jelas bahwa pria itu gagal membawa si sulung. Seohyun tak ingin berbicara lagi, ia memilih Jisung untuk ia bantu memotong daging milik bocah itu.



Meninggalkan ruang makan yang berbeda malam itu. 

Di sudut lain, bunyi berisik dan aroma khas menyeruak. Dengan sangat hati hati Kyuhyun membawa panci panas tersebut ke ruang di mana seseorang sedang duduk manis menonton siaran tengah malam.

“ Woaahh “

“ Sssst, jangan berisik “

“ Okay… “

Jaemin berbinar, melihat hidangan yang di buat ayahnya. Memberi dua ibu jarinya pada Kyuhyun sebagai apresiasi.

Dua makhluk yang mengganti makan malamnya di pagi buta. Pukul satu dini hari, begitu damai tanpa ada tatap kejam atau sindiran menyakitkan.

“ Appa masih lapar ?? “

Dengan polos Kyuhyun mengangguk membenarkan. Percaya atau tidak, Kyuhyun tidak bisa menikmati makan malamnya tadi dengan benar.  Seohyun tampak mengerikan.

“ Appa harap kau memaklumi Eomma !! “

Jaemin tidak mengerti. Wajah Kyuhyun tampak begitu puas menyantap ramyun instan hasil jerih payahnya. Yang lantas mengundang banyak pertanyaan di kepala Jaemin.

“ Eomma sedang berada dalam masa mengerikan, kau harus hati hati !! “ Kyuhyun sengaja melirik kalender yang duduk manis di atas meja sudut. Bergidik sendiri mengingat bagaimana ia tadi pagi sudah terlebih dahulu terkena dampak tanggal merah istrinya.

“ Appa aku tidak mengerti “

“ Suatu hari nanti kau akan mengerti, sudah, ayo makan lagi “ Kyuhyun menyuapkan satu kimchi penuh ke mulut Jaemin. 


😊 😊 😊

cho's family Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang