Jisung duduk di sudut, dengan penguin biru dipeluknya. Di temani angin yang berhembus lirih, menarikan kain tipis penutup jendela. sesekali menyembunyikan sosok kecil yang ketakutan.'' Jisungi keluar nak, jangan membuat Eomma marah ''
Tidak ada jawaban.
'' Keluar sayang, atau Jaemin hyung yang marah tidak mau mengajak Jisung ke tempat Jungwoo hyung lagi ''
Sang ibu mengancam. Bukan marah yang berlebihan, tetapi si bungsu harus berani mengakui kesalahannya.
Seohyun mengitari beberapa sudut rumah. Tidak ada di dapur, diruangan Kyuhyun pun juga tidak ada. Seohyun masih menenteng hasil karya si bungsu. Kanvas setengah terisi hasil karya Jaemin dan setengah hasil berantakan Jisung.
'' Jisungi ayo keluar nak, ikut Eomma sayang ''
'' Nyonya, tuan kecil ada disana '' Bibi berbisik, menunjukkan dimana jari-jari kecil setengah terlihat.
'' Disini rupanya ''
'' Eomma.. ''
Seohyun menghembuskan nafas, memperlihatkan kanvas yang sudah rusak pada si bungsu.
'' Lihat, apa yang Jisungi lakukan ?? ''
Keduanya kini berada disofa. Jisung masih diam saja belum ingin bicara. Sepuluh jarinya sibuk meremas remas penguin.
'' Bagus tidak ?? ''
Jisung menggeleng. Ia mengerti mana gambar yang buruk dan mana gambar yang bagus milik hyungnya.
'' Jisung minta maaf ya, lain kali tanya hyung dulu,mengerti !! ''
'' Ne.. ''
Suaranya lirih dan sebuah anggukan ringan. Seohyun meraihnya, mengusap wajah si bungsu yang kepayahan karena takut. Hari itu matahari mulai bergerak pulang. Dan sebelum si sulung tiba dirumah Seohyun memutuskan untuk mencari kanvas baru bersama Jisung.
'' ayo kita berangkat ''
Gelap telah datang, membawa dingin udara yang tak begitu menyiksa. Sisa penat masih tersimpan, berharap banyak agar dapat segera lenyap.
Kyuhyun meneguk tehnya, sebelum suara si sulung memekik kebingungan.
'' Hyung jangan berteriak ''
'' Appa lihat kanvas ku tidak ''
Dahi Kyuhyun berkerut, rautnya tidaklah mengerti apapun mengenai kanvas milik si sulung.
" Tanyakan pada Eomma ??"
" Baiklah.."
Langkah yang sedikit terburu, mencari ke segala sudut hingga Jaemin menemukan mereka di beranda.
" Eomma, lihat kanvasku tidak, aku letakkan di sudut meja kemarin, tapi tidak ada "
Cepat atau lambat hal itu pasti terjadi. Seohyun memanggil si sulung membawa mereka duduk bersisihan. Jisung masih diam, menunggu sang ibu menyelamatkannya.
" YYA Jisungi !! "
" Hyung, mianhae… "
Jaemin ingin sekali marah, melihat kanvas yang sudah tak lagi berbentuk membuatnya pusing. Gemas sekali rasanya.
" Okay.. tidak apa " Jaemin menghembuskan nafas pelan.
" Ini, untuk hyung "
" Terima kasih, kalau begitu Jisung selesaikan saja yang itu " Jaemin manunjukkan kanvas lamanya.
" Boleh hyung?? "
" Eum, kajja ikut hyung "
Jisung berseru senang, mengekori si sulung pergi ke kamar. Hal itu lantas membuat Kyuhyun bertanya tanya dengan apa yang sudah terjadi.
" Yeobo, kau bisa menjelaskan sesuatu padaku "
" Tidak untuk sekarang, karena Oppa harus pergi membersihkan diri "
" Hei, aku masih wangi,"
Seohyun menggeleng heboh, keras kepala untuk mengusir Kyuhyun dari sofa.
" Mandi atau Oppa bisa tidur di luar "
" Mwo?? "
😊😊😊
