Happy reading guys!!
.
Eksekusi sebenarnya dimulai, "Para penjaga cctv ditemukan pingsan diruangannya. Para penyusup kabur dan tidak tahu ada dimana." Tegas Lily.
"Sayangnya penghianat tersebut meninggalkan bukti yang cukup mengejutkan, sebuah Earpiece." Irish mengeluarkan benda itu dan memperlihatkan ke udara.
Jean cukup terkejut saat menyadari Earpiece miliknya ada ditangan Irish, kenapa bisa jatuh ya?
"Hanya agen khusus yang menggunakan benda ini untuk bertukar informasi, kalian mau tau siapa penghianat itu?" Tak lama kemudian Irish melirik kearah Jean.
Jean melihat keatas mengisyaratkan untuk bersiap-siap melempar smoke bomb pada Arthur sesuai dengan arahan yang ia tulis dikertas Arthur tadi.
"Satu-satunya agen khusus yang tidak memakai Earpiece saat ini adalah Layla!" Irish tersenyum sinis melihat Jean.
Semua mata tertuju pada Jean, Jean tidak takut dengan tatapan mata itu. Memang seperti inilah rencananya.
"Hey gadis manis, apa yang Lo lakuin di ruang cctv? Memang ada beberapa hak veto yang Richman kasi ke elo, tapi buat apa bikin semua penjaga cctv pingsan? Ada yang Lo sembunyiin?" Irish menaikkan dagu Jean ke udara.
Jean melirik tajam, "maaf nona cantik, tapi yang anda bilang bukan sepenuhnya salah."
"Lalu apa? Udah jelas-jelas Lo yang berbuat kan?" Irish mencekal tangan Jean dengan kasar.
"Ya, semuanya emang gue yang lakuin! Sekarang apa? Mau bunuh gue? Silahkan, kalo Lo bisa lakuinnya dengan mudah," Jean memutar lengan Irish dengan lambat tapi benar-benar sakit.
"Semua! Tangkap Layla!!!" Teriak Irish sembari meringis.
"Arthur, sekarang!!!"
Terlambat, ketika semua hendak menangkap Jean kepulan asap membutakan mata mereka. Jean menembakkan tambang ke atas langit-langit, membuatnya terayun dan sampai pada teman-temannya.
Saat asap itu perlahan menghilang, tertawa lah gadis super itu diatas langit-langit ruangan. "Woi! Kalian cari siapa? Kita ada diatas ni!!!"
"Arthur? Kenapa kau ada diatas? Turunlah sebelum mama menghukum mu!" Lily malah terpaku pada anak semata wayangnya yang juga berdiri diatas sana.
"Arthur ga mau lagi berhubungan sama penjahat, Arthur berhak lakukan apapun asal engga bertentangan dengan hukum, kalian harus segera dihukum." Ujar Arthur.
Semua penjahat tambah geram, apalagi setelah Arthur menyerukan pertentangan.
"Ayo tangkap kita kalo bisa," teriak Joan.
Jean mengatakan untuk membuat dua tim dan berpencar. Jean dan Arthur bersama-sama melawan raja terakhir, Richman, sementara Ella, Joan, dan Aland memfokuskan untuk membekuk Irish, Hezel, dan Lily.
"Sekarang adalah situasi akhir penentuan kita selamat atau engga, fokuslah ke pemimpin yang akan kita tangkap, tak perlu cemas soal para penjaga dan agen super banyak ini, sebab mereka ga bakal kuat menyerang karena sebentar lagi mereka bakal cari toilet gara-gara yang mereka makan ada racunnya."
"Joan, Ella, dan Aland coba tangkap bawahan Richman, mereka masih lemah soal beladiri, gue sama Arthur bakal lawan Richman." Jean mengeluarkan senapan talinya.
Joan memegang tangan Jean, "Lo hati-hati ya, berjanjilah untuk tetap selamat, gue masih mau omelin Lo abis ini."
"Pasti, Lo juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Half-zone (Telah Terbit)
Acción(CERITA BELUM DIREVISI) Warning! 🔞 JJ tak bisa diam saat tahu ada hal yang ganjil berkenaan dengan kematian ayahnya. Clue demi clue perlahan membuka fakta bagaimana dan apa yang sebenarnya menimpa ayahnya sang detektif "Vigor". Manipulasi warta, h...
