20

7K 673 38
                                        

Minju memutuskan telfonnya secara sepihak.aku langsung menatap telfonku yang sudah terputus dan memikirkan perkataan minju tadi.

"Apa maksud perkataannya"gumamku

"Sshh minju memang tidak berubah,harusnya aku tidak membiarkan jaemin mengangkat telfonnya"keluhku sembari mempercepat laju mobilku

aku masih bergulat dengan pikiranku hingga aku melihat ada sebuah mobil yang mengikutiku terus.

"Kenapa mobil itu mengikutiku dengan kecepatan tinggi?"ujarku sembari menatap kaca spionku.

aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi,menjauh dari mobil yang tepat berada di belakangku

Tapi Mobil yang mengikutiku juga tambah kencang melaju.

"Apa itu suruhannya minju?minju benar benar menyebalkan"keluhku,aku masih terus melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran anak buah minju.

Dor!!

Mereka menembak bagian samping mobilku hingga aku hampir oleng,untungnya aku masih bisa mengendalikan mobil ini

"Sialan! mereka ini menyebalkan"gerutuku

Dor!!
Dor!!

Mereka menembak sisi lain mobil ini termasuk ban belakang mobilku.aku hanya bisa memohon agar tidak tertangkap oleh mereka.

"Tidak ada cara lain"aku langsung membanting stirku ke arah kanan dan menerobos palang jembatan hingga mobilku langsung terjatuh ke dalam air

Byurr!!

■■■■■

"Kalian sudah membunuhnya?"tanya minju saat dia mendapat telfon dari anak buahnya.

"Dia bunuh diri?"jaemin terkejut sangat terkejut mendengarnya.

"Bawa mayatnya kesini"

"Didalam air?perempuan bodoh,tak apa,kau bisa kembali kesini setelah memastikan dia benar benar tenggelam"minju langsung menutup telfonnya dan tersenyum licik kearah jaemin

"Kau tidak bisa menyalahkanku karena istrimu sendiri yang bunuh diri"ujarnya lalu pergi dari hadapan jaemin

Jaemin hanya menghela nafas mendengarnya,dia tidak bisa mencerna apa yang terjadi saat ini.

Tringg tringgg

Ponsel jaemin berdering di meja,dia melihat nama yang tertera disana.

Jeno is calling

Dia langsung berusaha menggapai handphonenya yang ada di meja sampingnya

"Ish ayolah"

"Sedikit lag- nah"dia langsung menjawab telfonnya menggunakan hidungku.

Tut

'Jaemin! Kau masih disana kan?'

'Ya Aku di-'

Tut

Minju mengambil handphone jaemin lalu memutus panggilannya.aku langsung menatapnya dan dia hanya tersenyum licik

"Jangan harap kau bisa pulang"dia langsung membuang handphoneku ke tong sampah dan pergi begitu saja.

Aku hanya menatap kosong kedepan,pikiranku masih memikirkan (y/n),aku merasa bersalah dengannya,aku merutuki diriku yang selalu membuatnya marah.

Aku selalu menghela nafasku setiap aku mengingat kejadian indah bersama (y/n).

sekarang aku tidak bisa merasakannya lagi.aku pasti akan selalu merindukan dirinya.

Marriage Life (Na Jaemin X you)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang