Lovelyz Indekos (12)

214 28 0
                                        

Soojung menghempaskan id card nya di meja membuat Hani dan Jeonghan terlonjak kaget. Gadis bertubuh mungil itu terlihat sangat kesal, ia tengah mengipas-ngipas wajahnya dengan kertas yang sedang di pegangnya. Hani dan Jeonghan hanya saling pandang sebelum berjalan mendekati Soojung.

"Kenapa sih pagi- pagi udah marah?" Hani mengusap punggung Soojung membuat gadis itu menghembuskan napasnya pelan.

"Aku ditunjuk untuk ikut bersama Kepala Redaksi menemui salah satu penulis yang cukup terkenal" ucapan Soojung membuat Hani dan Jeonghan melebarkan matanya.

"Waaah, beruntung sekali Soojung Nuna" Jeonghan membelalakkan matanya.

"Ah, beruntung apanya" Soojung menyandarkan kepalanya pada kepala kursi. Hani yang menyadari kegelisahan Soojung menatapnya prihatin, ya gadis itu sudah tahu bagaimana kisah Soojung dan sang kepala redaksi, Lee Seunghoon.

"Kau tidak bisa menolaknya ?" Hani bertanya, Soojung hanya bisa menggeleng sebagai jawaban.

"Ya, kau harus kuat. Jangan sampai kalah, kau harus tunjukkan padanya sehebat apa dirimu sekarang" Hani menguatkan membuat Soojung menatapnya dalam.

"Aku tidak yakin Hani-ya.."

"Belum kau coba, kenapa sudah menyerah ? Cobalah tenangkan dirimu, kuatkan hatimu. Ingat bagaimana kau mencoba bangkit dulu, aku yakin kau bisa menghadapi pria itu"

Hani memberikan sugesti agar Soojung bisa menghadapi masa lalunya. Jeonghan yang tidak mengerti apa yang dibicarakan kedua sunbae nya hanya menatap mereka secara bergantian.

"Soojung unni, tuan Lee menunggumu di lobi. Waaah, kau benar-benar beruntung unni" Hyojung yang baru saja masuk memberi tahu Soojung.

Soojung menghembuskan napasnya lalu berdiri mengambil tas tangan dan beberapa file yang tadi diberikan kepala editor. Hani menyemangatinya, ia menupuk pundak Soojung dan memijitnya pelan.

"Kau pasti bisa.."

Soojung berlalu meninggalkan rekan-rekannya. Hani menatap Soojung khawatir, tapi ia yakin Soojung bisa melewatinya. Ia sangat tahu betapa kuatnya Soojung melewati masa-masa sulitnya.

Soojung sampai di lobi dan mendapati Seunghoon sudah berdiri menunggunya. Ia membungkuk pelan, membuat Seunghoon ikut mengangguk canggung.

"Ayo berangkat" Seunghoon berjalan mendahului Soojung. Gadis itu menghembuskan napasnya tiga kali, sebelum mengikuti Seunghoon.

Saat akan membuka pintu belakang mobil, tangan Soojung ditahan Seunghoon. Soojung tersentak, langsung melepaskan tangannya. Seunghoon menatap sedih Soojung, tidak menyangka gadis itu akan setakut ini padanya.

"Duduk di depan saja, aku bukan supirmu" Seunghoon berucap pelan sebelum membukakan pintu depan.

Soojung ragu, tapi ia ingin pertemuan ini segera berlalu agar ia bisa segera menjauh dari Seunghoon. Ia duduk dalam diam membuat Seunghoon tersenyum ringan, setelahnya ia berjalan menuju kursi kemudi menuju ke tempat pertemuan mereka.

Sepanjang jalan mereka hanya diam, Soojung bahkan terlalu sering menghembuskan napasnya. Seunghoon sebenarnya ingin bertanya banyak hal pada Soojung, tapi di urungkannya karena tidak ingin membuat Soojung tidak nyaman dengannya.

Saat sampai, Soojung membuka pintu mobil lebih dahulu sebelum Seunghoon bergerak membukakannya. Dengan cepat Soojung berjalan, meninggalkan Seunghoon yang menatapnya penuh arti.

"Aku ke toilet dulu" ucap Soojung sebelum berlalu.

Seunghoon menghampiri client nya. Dia adalah pria yang berusia 2 tahun lebih muda darinya. Seorang penulis terkenal yang ingin menerbitkan novel terbarunya.

Lovelyz IndekosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang