Lee Soojung (2)

155 22 4
                                        

Soojung sampai dikantor tepat pukul 07.30. Setelah mengambil absen pagi, dia segera melanjutkan tugasnya yang tertunda. Beginilah yang terjadi jika waktu terbit semakin dekat. Melihat penampilannya sekarang, dia ragu apakah dia manusia atau zombie.

"Soojungi, selamat pagi" Hani menyapa Soojung lalu meletakan satu cup kopi instan di mejanya.

"Pagi juga, terima kasih kopinya uri Hani" Soojung tersenyum genit kepada Hani, membuat gadis itu mual seketika.

"Hya, jangan sok imut begitu mentang-mentang badanmu kecil" ucap Hani membuat Soojung sebal.

"Kau memuji atau menghina sih barusan" sungutnya. Hani hanya tertawa menjawabnya.

"Haaaai ladieeeeees, Ken yang tampan sudah datang" terdengar suara berisik Ken, teman sekantor Soojung.

"Hya, bisa tidak jangan berisik. Ini masih pagi" protes Hani.

"Kalian sudah dengar kalau kepala redaksi kita yang baru sudah datang?" Ken bertanya tiba-tiba.

"Siapa?" Soojung bertanya sedikit penasaran.

"Aku belum tahu pastinya, yang ku dengar dia seumuran kita" lanjut Ken.

"Benarkah? Waaa daebaaaak" Hani menutup mulutnya takjub.

"Benar, yang ku dengar dia lulusan luar negeri"

"Hya, kau hanya mendengarnya. Belum tentu juga benar kan" Soojung ikut berkomentar.

"Lagi pula, kenapa harus disaat kita sedang sibuk begini dia datangnya, aku malas harus mengikuti upacara penyambutan dan semacamnya" lanjut Soojung sedikit kesal.

"Yah, kita sebagai bawahan bisa apa Soojung-a" Hani ikut kesal karenanya.

***

Seperti yang dikatakan Ken tadi pagi, setelah jam makan siang semua karyawan diminta berkumpul di ruang rapat utama perusahaan. Ruangan itu cukup luas untuk menampung seluruh karyawan di perusaaan ini.

Soojung dan Hani yang terlihat ogah-ogahan saat memasuki ruangan memilih untuk duduk di bangku belakang saja. Ken dan dua junior di divisi mereka - Hyojung dan Jeonghan- juga memasuki ruangan, mereka memilih duduk didekat Soojung dan Hani.

Tak lama kepala redaksi yang lama memasuki ruangan diikuti oleh seorang pria yang tampak elegan. Mereka kemudian duduk ditengah ruangan yang menjadi fokus dari seluruh penjuru ruangan tersebut.

"Hya hya lihatlah, dia masih sangat muda" ucap Ken berbisik.

"Waaah benar, eonni lihatlah dia tampan juga ternyata" Hyojung memberi tahu Soojung dan Hani yang masih sibuk dengan kertas di tangan mereka.

"Awas saja kalau dia tidak tam.." perkataan Soojung terputus saat dia mengangkat kepalanya. Dia sangat mengenali pria itu. Pria yang saat ini mengenakan jas berwarna dongker, yang sedang menjadi fokusnya saat ini.

"Anyeonghaseyoo, saya Lee Seunghoon. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik" pria itu mengenalkan dirinya sambil tersenyum menatap seisi ruangan. Kemudian tatapannya berhenti di Soojung, yang saat ini menatapnya lekat.

Tiba-tiba Soojung kembali dilanda rasa panik, napasnya kembali sesak, dia memegang dadanya kuat-kuat.

"Soojungi kau baik-baik saja?" Hani yang terkejut berteriak keras membuat seisi ruangan memperhatikan mereka.

Ken, Hyojung dan Jeonghan juga ikut panik karena teriakan Hani. Soojung yang semakin merasa kesakitan memandang Hani dengan tatapan memohon. Hani yang mengerti Soojung ingin meninggalkan ruangan tersebut mulai berpikir jernih.

"Mohon maaf kepala Kim, sepertinya teman saya sedang kambuh sakitnya. Saya mohon maaf sudah menganggu acara sakral ini. Boleh kah saya membawa teman saya ke klinik kantor?" izinnya setelah berdiri dan membungkuk pelan.

"Baiklah, nona Hani tolong segera bawa nona Soojung keluar agar bisa mendapat perawatan" tuan Kim - kepala redaksi lama - juga tampak khawatir dengan kondisi Soojung.

Hani kemudian bergegas membawa Soojung keluar, dia ditemani oleh Hyojung.

Lee Seunghoon, pria tersebut hanya memperhatikan Hani dan Hyojung yang sedang memapah tubuh mungil Soojung keluar ruangan.

"Maaf tuan Kim, siapa nama nona yang sakit tadi?" Dia bertanya pelan.

"Namanya Lee Soojung tuan Lee, dia salah satu editor senior diperusahaan kita.

"Siapa? Lee Soojung? Benarkah?" tanyanya terkejut. Dia sangat mengenal nama itu.

"Benar tuan, apakah anda mengenalnya?" tuan Kim bertanya sedikit penasaran.

"Entahlah, aku sudah lama tidak mendengar nama itu. Mirip dengan nama temanku" jawabnya kemudian.

***

Hani memberi Soojung segelas air hangat, Hyojung yang masih bingung hanya memijat pelan tengkuk Soojung.

"Hya Lee Soojung, kau ingin aku mati berdiri ha? Kenapa tiba-tiba seperti tadi" Hani sangat mengkhawatirkan Soojung.

"Eonni, jangan sakit" Hyojung hampir menangis melihat kondisi Soojung sekarang.

"Maafkan aku Hani-a, Hyojungie, sudah membuat kalian cemas" ucapnya pelan.

"Yasudah, nanti saja kau jelaskan. Sekarang istirahatlah" ucapnya lalu merebahkan Soojung dikasur dengan pelan. Hyojung memakaikan selimut kepada Soojung. Kemudian mereka berpamitan untuk kembali ke acara penyambutan.

Soojung menatap langit-langit klinik dengan tatapan nanarnya. Ingatan masa lalu kembali menghantuinya. Sepuluh tahun ternyata masih terlalu singkat untuk mengubur masa lalunya, mengubur Seunghoon dalam hatinya.

"Kenapa Hoony? Kenapa datang lagi dihidupku?" ucapnya pelan.


*****

Soul-Honny couple is back
Maaf ya kalau kalian rada bingung, aku jg masih pemula bkin ff dan ini ff pertamaku
Jadi harap maklum ya kalau ada beberapa bagian yang gak sesuai.
Aku sangat terima saran yg bermanfaat disini.
Mkasih yaaaaaa
❤️Re

Lovelyz IndekosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang