Lovelyz Indekos (15)

179 32 9
                                        

Mijoo baru saja selesai dengan riasannya saat Hongseok menghampirinya. Pria itu terlihat gagah dengan pakaian casualnya. Mijoo sudah lama bersahabat dengan Hongseok, mereka merintis karir sebagai model bersama. Dan hingga sekarang mereka masih bersahabat baik walau Hongseok selalu disibukan dengan kegiatan di luar negeri.

"Wah sekarang aku bekerja sama dengan model besar" Mijoo berucap sedikit mengejek Hongseok.

"Benar, kau harus bangga karena bisa pemotretan denganku" Hongseok menepuk dadanya keras membuat Mijoo tertawa.

"Kamu nggak berubah ya, sombongmu semakin menjadi-jadi sekarang"

Bukannya tersinggung Hongseok malah tertawa mendengar celotehan Mijoo.

"Sombong itu diperlukan agar orang tidak meremehkanmu" ucap Hongseok.

Mijoo hanya mengangguk dan terlihat tidak niat membuat Hongseok gemas. Pria itu mengacak kasar rambut Mijoo sehingga rambutnya berantakan. Mijoo yang tidak senang pun menjitak keras kepala Hongseok membuat pria itu berteriak keras dan segera menjauhkan tangan Mijoo dari kepalanya.

Namun adegan itu terlihat seolah-olah Hongseok tengah memegang tangannya Mijoo. Membuat seseorang yang baru saja memasuki ruangan terdiam cukup lama memperhatikan mereka.

"Eheeem, sorry ganggu. Tapi sekarang sudah waktunya kita buat take" ucapan Mark membuat Mijoo refleks melepaskan tangannya. Ia sedikit salah tingkah saat Mark menatapnya tajam.

"Oh oke, aku ke lokasi duluan ya Jo. Kamu benerin dulu deh rambutnya. Maaf aku berantakin, sengaja kok" ucap Hongseok santai membuat Mijoo menatapnya sebal.

Hongseok berlalu setelah mengangguk singkat pada Mark. Dan sekarang hanya ada mereka berdua diruangan tersebut. Mijoo menghembuskan napasnya pelan sebelum berbalik merapikan rambutnya.

"Aku tidak tahu kau tipe wanita yang seperti itu"

Mijoo menatap Mark melalui pantulan dirinya di cermin. Ia merasa tidak senang karena ucapan Mark seolah merendahkan dirinya. Mark seperti biasa hanya menatapnya datar.

"Maksud anda apa ?" Mark sedikit terkejut dengan bahasa formal yang digunakan Mijoo. Apakah Mijoo menganggapnya orang asing sekarang ?

"Ya, kau dengan cepat merubah perasaanmu. Apa pria itu targetmu selanjutnya ?"

Mijoo memejamkan matanya sebelum berbalik menatap Mark. Apakah itu yang dipikirkan Mark selama ini ? Jika benar maka Mijoo sangat kecewa mengetahuinya. Perasaan tulusnya hanya di anggap main-main oleh Mark.

"Jaga ucapan anda Tuan Mark, aku bukan seperti yang kau pikirkan" ucapnya tajam. Mark agaknya kembali terkejut melihat sorot mata Mijoo yang menunjukkan kekecewaan namun dengan cepat di tepisnya.

"Benarkah ? Ku pikir kau terlihat seperti itu"

Cukup. Cukup sudah. Mijoo benar-benar kecewa kali ini. Ia memejamkan matanya sebelum berjalan mendekati Mark.

"Berpikirlah sesukamu, aku sudah tidak peduli"

Kemudian Mijoo berlalu melewati Mark yang berdiri mematung. Ia merutuki dirinya yang asal bicara membuat Mijoo salah paham. Mark menatap kepergian Mijoo dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Aku kenapa sih ?" ucapnya frustasi.



***



Hari ini adalah hari terakhir Sujeong magang, sejak pagi ia tampak sangat lesu. Mungkin benar awalnya Sujeong tidak suka menjadi asisten pribadi Kim Taehyung, tapi sekarang sudah berbeda terlebih Sujeong mulai menaruh rasa pada Taehyung.

Ia menatap lama pintu ruangan Taehyung. Ia akan merindukan ocehan pria itu, walau kadang suka semena-mena. Ia juga akan merindukan sosok Taehyung yang selama tiga bulan ini selalu bersamanya.

Sujeong menghembuskan napas sebelum beralih menatap laporan terakhirnya. Ini adalah tugas terakhirnya sebagai asisten, setelah ini ia akan kembali disibukan dengan tugas kampus. Dan mungkin tidak akan bertemu Taehyung lagi.

"Oi Bakpao, sudah selesai ?"

Sujeong menatap Taehyung yang baru saja keluar dari ruangannya. Pria itu tampak sedikit berantakan dan terlihat lelah. Pekerjaan yang banyak juga keadaan Jiyeon yang tidak kunjung membaik menjadi alasannya.

Sujeong tentu saja iba, Taehyung sudah berusaha sangat keras agar Jiyeon kembali ceria seperti biasanya. Tapi gadis itu hanya tersenyum di bibir, bersikap seakan tidak terjadi apa-apa yang justru malah semakin membuat semua orang khawatir.

"Kenapa melamun ? Kamu nggak denger aku ngomong?" Taehyung berdiri di depan Sujeong membuat gadis itu tergagap.

"Ah tidak, sedikit lagi Tuan Kim. Aku akan menyerahkannya dalam setengah jam" ucap Sujeong.

Taehyung hanya mengangguk sebelum berlalu menuju ruangannya. Tapi tiba-tiba pria itu berbalik kemudian menatap Sujeong lama. Sujeong tentu saja tersipu ditatap sedemikian rupa oleh Taehyung, ia berpura-pura memfokuskan diri pada laporannya. Nyatanya ia tidak fokus sama sekali.

"Hari ini hari terakhirmu ya ?" tanya Taehyung. Sujeong balik menatap pria yang diam-diam disukainya itu.

"Benar Tuan" jawabnya sedikit lesu. Taehyung mengangguk ringan sebelum kembali berbalik menuju ruangannya.

"Semoga hari terakhirmu menyenangkan" ucapnya sambil lalu.

Sujeong menatap Taehyung tidak percaya. Bisa-bisanya pria itu hanya bersikap santai sedangkan ia sudah sedih setengah mati. Apakah hanya Sujeong yang tidak ingin ini segera berakhir ? Gadis itu menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh.










*****











LOVELYZ COMEBACK YUHUUUU
DON'T FORGET TO STREAM YA GUYS
AKHIRNYA PENANTIAN PANJANG KITA BERBUAH MANIS
SUKAA BGT SM OBLIVIATE,
SAPA YANG SEPENDAPAT SM AKU ?
🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️

BTW JANGAN LUPA KASIH BINTANG YAAA
THANKYOU
Re❤️

Lovelyz IndekosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang