jalan pajajaran

13.1K 2.2K 149
                                        

tolong kalo baca di vote yaaa,
saling menghargai aja yuk! ƪ(ˆ◡ˆ)ʃ

+

pukul tujuh pagi, marco dan sheena akhirnya sampai bandung setelah bermalam di rest area.

iya, akhirnya marco nurut sama sheena. gadisnya itu ngga mau kenapa kenapa dijalan kalo marco bawa mobil tengah malem, alhasil jam empat subuh mereka kembali melanjutkan perjalanannya.

sheena menguap, ia masih merasakan kantuknya. sedangkan marco sedang menurun kan kaca mobilnya, menikmati udara sejuk bandung pagi hari.

"jalan asia afrika," gumam sheena sambil menjedai rambutnya ketika melihat sudah memasuki jalan besar bandung bernuansa antik layaknya kota tua jakarta.

"ini jalan yang dibangun daendles loh, shen." papar marco sambil membenarkan rambutnya.

"yahh, sia sia kamu mar dulu sma masuknya malah ipa." ledek sheena.

marco terkekeh. soalnya mereka berdua dulu pas sma sangat ogah ogahan dalam belajar. terlebih malah masuk jurusannya ipaㅡ yang terkenal dengan kata ambis nya. namun kata itu tidak berlaku untuk marco dan sheena.

oiya, jangan ditanya mereka berdua mandi atau enggak. yang pasti satu hari penuh ini, mereka bener bener ngga berhenti ke penginapan sekalipun. paling pengecualian kalo mau beli makanan, mereka bakal keluar dari mobil sebentar.

"bau kamu!" ledek sheena ketika ia ingin menyenderkan kepalanya di bahu marco.

marco mendelik, "dih, kamu juga belom mandi."

"aku mah masih wangi, kok.. bentar." jawab sheena santai sambil ngeluarin lavender cologne yang di beliin marco, sesekali ia menyemprotkannya di bagian bahu dan leher.

"curang!" kesal marco. "orang pake minyak wangi, yaiyalah!"

sheena mah cengengesan aja, "mar, sarapan dulu yuk?"

marco menaikkan kedua alisnya, matanya beralih ke jam digital yang terpapar jelas di radio mobilnya telah menunjukkan pukul delapan pagi.

"lah, udah jam delapan aja ya." marco bermonolog.

"mar, beli bubur." rengek sheena sambil menggoyangkan bahu marco yang sedang menyetir.

"iya, iya. bubur dimana?"

"aku ngga terlalu tau, searching dulu deh." jawab sheena, lalu membuka ponselnya.

"dimana ya yang enak? bentar aku inget inget dulu." ucap marco sambil mengusap kasar wajahnya karena benar benar masih acak acakan gara gara tidur.

sheena lagi asik scroll layar ponselnya, sedangkan marco lagi sibuk mikir nama bubur legendaris yang dulu pernah dia beli bareng papi maminya.

"dimana? inget nggak?" tanya sheena dengan mata yang masih terpaku dengan ponselnya.

marco menggeleng, "marco lupa."

"duh, banyak lagi mar pilihannya." ujar sheena sambil menyodorkan ponselnya ke marco. "yang mana?"

marco memiringkan tubuhnya, matanya membaca daftar rekomendasi bubur legendaris di bandung.

TRAFFIC ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang