[PG-17] Tentang Marco si pembalap dan pacarnya yang selalu kena macet.
written in bahasa, but lowkey bilingual.
semi-lokal & lowercase indeed.
[ was #1 in mark 260820 ]
[ was #1 in marklee 250720 ]
[ was #2 in jeno 050920 ]
[ was #1 in nct 290920 ]
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
playlist anything 4 u by LANY
+
tiga minggu hampir satu bulan setelah turnamennya marco, sheena bener bener di sibukin sama kuliahnya yang udah tingkat akhir.
tentu hal itu membuat sheena lebih sering berada di apartemennya untuk menghabiskan waktu membuat proposal dan pengajuan judul skripsi ke dosen pembimbing akademi atau kepada dekan kampusnya.
maka dengan berat marco mengundurkan niatnya yang ingin melingkarkan cincin dijari manis kekasihnya, membiarkan sheena agar fokus menghargai waktunya dalam belajar dan menyelesaikan penelitiannya.
disisi lain, sheena juga sebenarnya penasaran tentang 'kapan' marco mau memberikan cincin sebagai tanda kepemilikannya. tapi sheena juga nggak mau terburu buru, ia mau menyelesaikan kewajibannya duluㅡ sebab gadis itu pikir, tampaknya marco memahami kondisi dirinya sekarang.
lagi pula semenjak dirinya ingat bahwa marco bilang it's a secret and surprise, maka tanpa khawatir sheena yakin kalau cepat atau lambat lelakinya itu akan menepati omongannya.
karena marco akan selalu begitu.
"hey, babe. i'm back." sapa marco setelah masuk ke apartemen sheena dengan beberapa belanjaan ditangannya.
sheena menoleh ke arah sumber suara, raut wajahnya kusut. ia terduduk menyila di karpet bawah sofa ruang tengahnya bersama laptop dan tumpukan kertas yang ada di meja.
"hai." sapa sheena tanpa ada gairah sama sekali. "bawa apa?"
"yoghurt, milk tea kesukaan kamu, ciki-ciki buat nemenin kamu nugas, sama biskuitㅡ ah nggak tau deh banyak aku belinya." sebut marco, ia meletakkan plastik belanjaannya di ujung sofa.
selesai marco menjawab pertanyaannya, sheena kembali menatap laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat terhenti.
marco duduk disamping sheena, dilihatnya mata lelah gadisnya saat menghadapi tulisan tulisan yang ia ketik hingga beribu kata. "istirahat dulu kalo capek, shen."
sheena tidak menanggapi, gadis itu tetap serius menggerakkan jemarinya cepat diatas keyboard laptopnya.
lelaki itu mengamati sheena dari samping, tidak berniat untuk apa-apa, hanya mengagumi kekasihnya yang sedang fokus aja.
kemudian tangan marco berjalan menyisir surai hitam nan panjang milik sheena, memainkan setiap helai rambutnya sambil ikut menatap laptop pacarnya.