[PG-17] Tentang Marco si pembalap dan pacarnya yang selalu kena macet.
written in bahasa, but lowkey bilingual.
semi-lokal & lowercase indeed.
[ was #1 in mark 260820 ]
[ was #1 in marklee 250720 ]
[ was #2 in jeno 050920 ]
[ was #1 in nct 290920 ]
...
marco sheetmask-an di chapter kemarin nggak sengaja direalisasikan oleh markli... yah... gimana ga makin halu bre... 💔
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
+
playlist falling for you by jaden smith ft. justin bieber
+
sheena udah terlepas dari pekan uas kuliahnya, nggak sia sia dia belajar dua kali lipat lebih giat setelah nambah sks. sheena mau banget nyoba kejar target bisa langsung lulus tahun depan, soalnya dia udah ditawarin kerja di suatu redaksi ternama.
oh iya, tahun ini sheena sama marco ngerayain natal di rumahnya masing masing. marco ke vancouver sedangkan sheena pulang ke rumah ayah bundanya di salah satu daerah bilangan jakarta selatan.
mereka berdua cuma bisa 24/7 video callan bareng, meskipun begitu marco sama sheena tetep aja kemana mana bareng entah itu dari ponsel sekalipun.
misalnya kayak waktu beberapa hari lalu, marco mau belanja aksesoris buat dekor pohon natal. marco literally video callan sama sheena selama di swalayan.
walaupun perbedaan waktu mereka cukup jauh alias indonesia 11 jam lebih cepat daripada canada, hal itu tidak menghentikan mereka untuk saling berinteraksi secara virtual.
"shen, this one's so cute. should i buy this?" ujar marco yang berbalut jaket dan syal tebal serta kacamata goldnyaㅡ berada di area swalayan bernama target sambil membawa barang yang ia pikir lucu ke depan layar ponselnya.
"of course! lucu banget. aku mau samaan! tapi di indonesia kayaknya nggak ada yang bentuk selucu itu deh, mar." jawab sheena yang sedang bergelung di dalam selimut sambil mengerucutkan bibirnya.
bukan hanya itu aja, karena jakarta yang lebih dahulu merayakan natal, hal itu membuat sheena memainkan piano yang ada dirumahnya saat malam natal tibaㅡ berbarengan ketika ia sedang melakukan video call bersama kekasihnya.
"wow, i didn't know my girl could be this talented." gumam marco pelan sambil men-screen record video call-nya yang masih berjalan secara diam diam tanpa diketahui sheena.
keesokkan harinya, gantian marco mengirimkan voice note buat sheena yang berisiㅡ