don't forget to leave
your vote and comments!♡
+
sheena menutup siaran radionya setelah melihat jam di tangan kirinya telah menunjukan pukul empat sore.
gadis itu sekarang lebih sering mengisi waktunya dengan menyiarkan radio kampus, menurutnya mencoba hal baru nggak salah 'kan?
sekalian nambah pengalaman juga.
"gue duluan, ya?" izin sheena seraya membuka headset yang ia pakai.
verin mengangguk pelan, "emang mau kemana sih?"
"bandara." jawab sheena singkat sambil melampirkan totebag broken white miliknya ke bahu kanannya.
"okay, hati hati, shen." ucap verin saat melihat sheena membuka pintu kaca ruang rekaman radionya.
dengan buru buru sheena menekan tombol buka yang ada di kunci mobilnya setelah mobil putih kesayangannya kelihatan tidak jauh dari pandangannya.
brak!
gadis itu menutup pintu mobilnya kencang, lalu melesatkan mobilnya ke arah bandara. mata sheena sesekali melirik ke arah jarum jam tangannya yang berjalan, berkali kali bibirnya mengeluarkan umpatan karena udah dia pastikan akan terlambat sampai bandara.
di tengah lajunya mobil, ponsel sheena berdering menampilkan nama lauren disana.
"halo, ren?" sapa sheena sambil menyetabilkan stirnya.
"lagi dimana, shen?"
"di jalan, kenapa?"
"lusa mau ada event musik, lo mau ngisi nggak?" tawar lauren dari sebrang telfon.
"ngisi apaan?"
"mc lah, masa nyanyi? suara lo kan jelek," ledek sahabat sejak duduk di bangku sma nya itu. "mau ya shen? please, gue udah bingung banget nih nggak dapet sana sini."
sebenernya sheena udah nggak mau nerima tawaran ngemc lagi, udah males semenjak kejadian yang lalu makanya dia lebih milih jadi announcer radio kampus bareng temen temen sejawatnya. tapi ngeliat sahabatnya kesusahan gini, sheena mana tega mau nolak.
"songong lo," kesal sheena. "anyway, gue sendiri?"
"nggak, nanti ngemcnya berdua."
"sama siapa?"
"hendery, sejurusan sama lo juga, kenal nggak?"
"oh, pernah denger tapi nggak terlalu kenal."
"yaudah tar kenalan lah, jadi gimana?"
sheena terdiam.
"mau ya, shen? please deh bantuin gue mempermudahkan urusan." keluh lauren disebrang sana yang tampaknya udah frustasi. "nyesel gue jadi panitia."
"okay, okay. lusa ya, ren?"
"YESS BENERAN LO?" pekik lauren, yang diakhiri hembusan nafas lega.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAFFIC ✓
Fanfiction[PG-17] Tentang Marco si pembalap dan pacarnya yang selalu kena macet. written in bahasa, but lowkey bilingual. semi-lokal & lowercase indeed. [ was #1 in mark 260820 ] [ was #1 in marklee 250720 ] [ was #2 in jeno 050920 ] [ was #1 in nct 290920 ] ...
