Distance | 2.8

87.3K 4.6K 84
                                        

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Happy reading!

Tangan nakal Olivia bergerak meremas gundukan di tengah-tengah selangkangan Aiden dengan gemas hingga benda besar dan panjang itu semakin mengeras di balik celana kain itu.

"Kau mulai berani rupanya." ucap Aiden tersenyum miring. Olivianya yang nakal. Tangan besar Aiden dengan cepat menahan tangan Olivia di atas kepala wanita itu kemudian menyerang tubuh polos di bawahnya dengan sentuhan sensual.

Olivia mendesah pasrah menerima semua perlakuan Aiden terhadap tubuhnya. Pria itu sedikit kasar malam ini. Entah lah, tapi Olivia menyukainya.

"Eemhh.." desah Olivia semakin melebarkan kedua kakinya ketika lidah panjang Aiden bergerak menelurusi celah sempit miliknya di bawah sana.

Plak!

"Dasar wanita nakal." cemooh Aiden usai menampar payudara bulat Olivia kemudian mulai memposisikan miliknya di depan kewanitaan Olivia. Menggoda bibir vagina wanita itu dengan kepala kejantanannya hingga Olivia memohon untuk di masuki.

"Masukkhannn.." rengek Olivia menggerakkan bokongnya tidak nyaman. Aiden terkekeh pelan kemudian langsung memasukkan miliknya dalam sekali hentakan.

"Akhh!"

Aiden terus bergerak di dalam kewanitaan Olivia, menghujamnya dengan kasar dan keras tanpa ampun. Tangan besarnya pun tak tinggal diam, bukit kembar Olivia terus menjadi objek remasan kasar pria itu sejak tadi.

"Aaahhhh.. aaahhhh!" teriak Olivia mencapai orgasmenya dengan wajah sayu yang pasrah membiarkan tubuhnya di garap oleh Aiden malam ini.

"Akkhhhhh.."

"Kenapa ini sangat keras?" tanya Aiden menggoda puting Olivia yang mekar dan mengeras karena ulahnya. Wanita itu hanya diam dengan tubuh letih dan nafas memburu,

Plak!

"Jawab aku!"

"Karena ulah tanganmu, sialan." pekik Olivia merasa panas pada bagian payudaranya yang baru saja di tampar keras oleh Aiden.

Aiden membalik tubuh Olivia cepat dengan posisi menungging kemudian menghujam kewanitaan wanita itu dengan tak sabaran sedangkan Olivia hanya mampu mendesah kuat sambil sesekali meringis karena tamparan di bokongnya.

"Hukuman untuk wanita binal sepertimu."

Setelah beberapa jam mencari kepuasan dari tubuh molek Olivia, akhirnya Aiden ambruk di sebelah tubuh polos Olivia. Tangan pria itu menarik tubuh Olivia agar bersandar di dada bidangnya,

"Eemhh.." lenguh Olivia merasakan bokongnya yang kembali di remas kuat oleh Aiden.

Ia tidak memiliki tenaga bahkan hanya untuk protes karena perbuatan pria itu. Tubuhnya terasa kebas karena permainan kasar Aiden.

Plak!

"Aidennhh," lenguh Olivia tepat di telinga Aiden dengan seksi ketika bokongnya kembali di tampar oleh pria itu. Aiden terkekeh kemudian mengusap bokong bulat itu dengan gerakan lembut yang menggoda.

"Kau lelah?"

Olivia berdehem pelan menjawab pertanyaan bodoh Aiden barusan. Jika ia tidak lelah, mungkin Olivia akan mengangkang di atas tubuh Aiden kemudian memperkosa pria itu dengan brutal. Sayang sekali, Olivia lelah saat ini.

"Tapi vaginamu merasa puas 'kan?" tanya Aiden vulgar berhasil membuat Olivia menyembunyikan wajahnya di leher Aiden karena malu. Pria itu kembali terkekeh kemudian meraih wajah Olivia lembut,

dan bibir mereka kembali bertemu. Kali ini dengan gerakan lembut yang sedikit menggoda. Karena lidah nakal Olivia berusaha membelit lidah Aiden sejak tadi.

"Kau sangat nakal sekarang." ucap Aiden menyudahi ciuman mereka, Olivia hanya tersenyum tipis sambil menempelkan tubuh polosnya pada tubuh Aiden mencari kehangatan.

"Olivia," Wanita dalam pelukan Aiden itu hanga berdehem merespon panggilan Aiden dengan mata yang mulai memberat karena mengantuk.

"Aku akan kuliah di London nanti."

Aiden bisa merasakan tubuh Olivia yang menegang di dalam dekapannya. Keduanya masih terdiam selama beberapa detik,

"Kenapa?" tanya Olivia dengan suara serak. Entah karena lelah berteriak tadi atau karena wanita itu menangis sekarang, Aiden tidak tau.

"Daddy." Dan Olivia mengerti maksud dari jawaban Aiden barusan. Ia tidak bodoh, menjadi putri dari seorang pengusaha membuatnya langsung mengerti alasan pria itu akan kuliah jauh nantinya.

"Aku akan melamarmu 5 tahun lagi, aku janji." bisik Aiden pelan, Olivia masih diam namun wanita itu semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Aiden. Ia tidak rela pria itu pergi. Melihat banyak wanita cantik di belahan dunia lain membuatnya takut.

"Olivia,"

"Kau perlu tidur, Aiden." ucap Olivia tak ingin mendengar kabar buruk yang mungkin akan terucap dari bibir pria itu.

"Aku mencintaimu, Olivia."

- - -

150+ votes less than 14 hours!😭❤️
langsung ngebut nulis dan revisi karena antusiasme kalian yang luar biasa banget + bikin aku jadi semakin semangat <3 terimakasih banyak teman-teman readers!

175+ votes for the next chapter✊🏽🤩

oh iya, untuk teman-teman readers yang sudah atau akan mengikuti aksi demo, stay safe ya! 🥰

see you!💗

Distance [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang