Distance | 2.2

86.6K 4.6K 316
                                        

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Happy reading!

Aiden meremas rambut panjangnya kuat kemudian menghembuskan nafas kasar. Hannah sialan itu memberikannya bertubi-tubi masalah disaat masalah yang ia berikan sebelumnya belum selesai. Sialan.

"Aku hanya melakukannya sekali, Mom! Itupun aku tidak sadar karena hangover malam itu."

Suara keras Aiden mengisi ruang keluarga Deverson yang sejak tadi di penuhi dengan ketegangan.

Hannah hamil.

Dan kedua orangtuanya langsung berasumsi bahwa bayi itu adalah anak yang dihasilkan Aiden, cucu pertama mereka. Ia di paksa bertanggung jawab dengan cara menikahi Hannah dan membawa wanita itu untuk tinggal di London bersamanya nanti. Hell no.

Walaupun ia mabuk saat itu, ia masih ingat sebelum ia menembakkan cairannya, kejantanannya sudah keluar sepenuhnya dari milik Hannah. Memangnya cairannya bisa tiba-tiba berjalan sendiri menuju rahim wanita itu? jangan berpikiran bodoh.

"Lalu kau akan lari dari tanggungjawabmu? Begitu maksudmu!?" bentak Matthew mencengkram kedua lengan putranya kuat. Aiden menatap malas Matthew yang bahkan tidak bertanya bagaimana pendapatnya.

"Aiden, sayang," panggil Brianna berusaha meraih wajah putra sulungnya agar menatapnya. Mungkin masalah di keluargamya tidak akan menjadi serumit ini jika Hannah bukan anak seorang maid yang sudah bekerja pada Brianna sejak remaja.

Brianna dan Matthew tentu sudah menganggap mereka menjadi bagian dari keluarga Deverson. Menyekolahkan Hannah di sekolah yang sama dengan Aiden menjadi salah satu bukti dari hal itu. Brianna bahkan tidak pernah membeda-bedakan Aiden, Julian, ataupun Hannah.

"Aku tidak mungkin melakukan hal bodoh yang akan aku sesali nantinya, Mom." ujar Aiden menatap ke arah Hannah yang sejak tadi menunduk dalam tanpa berani menatap ke arahnya.

"Aku masih ingat jika aku mengeluarkannya di luar, cairanku tidak menyentuh rahimnya sedikitpun."

Matthew mendesis mendengar ucapan keterlaluan putranya, "Lalu menurutmu itu anak siapa?!"

"Yang pasti bukan anakku. Aku tidak mungkin menghamili wanita seperti Hannah." balas Aiden penuh penekanan dengan mata berkilat tajam yang penuh emosi.

"Aku tentu saja akan bertanggungjawab, tapi hanya jika anak itu memang hasil dari perbuatanku." ujar Aiden berjalan dengan langkah lebar meninggalkan mansion keluarganya.

"Daddy tidak tau kalau kau tumbuh besar menjadi seorang bajingan bodoh." ucapan tajam Matthew berhasil membuat Aiden menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Daddynya.

"Dan bajingan ini lahir dari seorang bajingan yang sebenarnya."

- - -

Distance [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang