Distance | 3.9

87.4K 4.5K 122
                                        

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Happy reading!

AidenDeverson happy? @OliviaKennedy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

AidenDeverson happy? @OliviaKennedy

Sejak matahari masih sangat terik hingga kini matahari hampir terbenam, keduanya menghabiskan waktu di Disneyland sesuai permintaan Olivia yang tentu saja tidak bisa ia tolak ketika melihat puppy eyes yang di perlihatkan Olivia tadi.

Berlebihan memang, tapi Aiden memang tidak bisa menolak permintaan seorang Olivia Kennedy.

"Kau senang?" tanya Aiden mengusap wajah Olivia lembut dengan ibu jarinya,

Olivia tersenyum lebar dan mengangguk dengan semangat. Cukup membuat rasa bosan Aiden selama di disneyland lebih baik setelah mengetahui kekasihnya senang. Olivia menatap Aiden dalam selama beberapa detik kemudian menyatukan bibir mereka dengan kedua mata terpejam.

Tangan besar Aiden mengusap pinggang ramping Olivia lembut, membiarkan kekasihnya memimpin ciuman mereka kali ini. Begitu lembut dan memabukkan.

"Terimakasih, Aiden." bisik Olivia mengusap sudut bibir Aiden yang basah karena ciumannya. Sekali lagi, bibir Olivia mengecap bibir manis Aiden lembut.

"Anything for you, babe." balas Aiden tersenyum tipis.

Tidak masalah jika besok ia harus pulang larut karena pekerjaannya hari ini ia abaikan, melihat Olivia tersenyum sudah cukup membuatnya senang bukan main. Memang seharusnya ia menghabiskan waktu weekend dengan kekasihnya kan?

"Masih ingin berada disini?" tanya Aiden pada Olivia yang tengah sibuk memakan es krim miliknya sambil membalas beberapa pesan yang masuk ke ponselnya.

"Ayo." ujar Olivia dengan semangat meraih tangan Aiden. Mengajak pria itu pulang karena tubuhnya mulai terasa lengket dan kekasihnya yang mulai terlihat bosan.

Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan, berbincang soal hal-hal konyol tidak penting seperti masa pacaran mereka ketika masih di masa putih abu-abu.

Waktu terasa begitu cepat. Dan Olivia benar-benar mencintai Aiden, tidak nyambung memang tapi itu faktanya. Terima kasih Olivia ucapkan pada Tuhan Yesus yang sudah mengabulkan doanya selama ini.

"Aku akan menjemputmu untuk makan malam." ujar Aiden mempersilahkan kekasihnya turun ketika mobilnya sudah berada di halaman mansion Olivia.

Olivia menatapnya dengan satu alis terangkat, "Untuk apa?"

"Makan malam, sayang." jawab Aiden terkekeh kemudian mengusap surai panjang kekasihnya lembut.

"Kau tidak lelah?" tanya Olivia khawatir

"Tidak. Sana bersihkan tubuhmu." ujar Aiden mendorong tubuh Olivia pelan agar memasuki mansionnya. Wanita itu tersenyum lebar kemudian melambaikan tangan ke arahnya.

Belum ada satu detik Aiden memencet klakson tanda pamitan, Olivia langsung berlari memasuki mansionnya. Ia tidak punya waktu banyak untuk mempersiapkan diri untuk dinner nanti malam.

- - -

"Olivia,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Olivia,"

"Sstt.. kali ini saja. Lagi pula ini hanya untuk berdua denganmu." ujar Olivia menyentuh bibir Aiden dengan jari telunjuknya. Menatap kekasihnya dengan tatapan puppy eyes andalannya.

Ia tau Aiden akan protes soal dress yang ia gunakan malam ini. Tapi boleh kan ia memamerkan tubuhnya yang susah payah ia jaga selama ini? lagi pula ia bersama Aiden. Kekasihnya itu tidak akan diam saja jika ada pria kurang ajar yang berani menggodanya.

"Baiklah, hanya malam ini." ujar Aiden pasrah menekan dua kata terakhir, meraih jemari Olivia kemudian mengecup punggung tangan wanitanya lembut.

"Kau baik-baik saja?" tanya Olivia menatap Aiden ragu, pria itu mengernyit menatapnya setelah mematikan mesin mobil. "Tentu saja. Ayo."

Dan Aiden langsung membuka pintu agar Olivia turun dari mobilnya. Memasuki restaurant mahal dengan tangan bertaut erat.

"Anda sudah membuat reservasi sebelumnya, Tuan?"

"Aiden Deverson." ujar Aiden mengusap lembut pipi Olivia yang masih menatapnya bingung.

"Di sebelah sini, Tuan." ucap pelayan tadi menunjukkan sebuah meja kosong yang sudah di reservasi oleh Aiden.

Keduanya masih diam ketika beberapa pelayan datang dan menghidangkan berbagai jenis makanan di atas meja.

"Aiden, kau kenapa?" tanya Olivia masih bingung dengan tingkah Aiden. Aneh.

Mungkin ini bukan pertama kalinya Aiden mengajaknya ke restaurant mahal. Tapi ini pertama kalinya Aiden mengajaknya dinner, dengan pakaian formal seperti ini.

"Selamat makan, sayang." ujar Aiden memberikan steak yang sudah ia potong menjadi beberapa bagian ke hadapan Olivia. Mengabaikan pertanyaan berulang yang terus di lontarkan kekasihnya.

Olivia terpaksa harus memakan steak yang disodorkan Aiden karena wanginya yang menggoda. Nanti saja ia bertanya pada Aiden, perutnya sudah meronta-ronta liar didalam sana.

"Kau suka?" tanya Aiden mengusap sudut bibir Olivia yang terkena saus. Wanita itu hanya mengangguk singkat kemudian melanjutkan makannya dengan semangat.

"Olivia," panggil Aiden sudah selesai dengan makanannya.

"Hm?"

"Olivia, look at me." panggil Aiden lagi karena wanitanya tak juga menatapnya.

"Apa Aiden? aku masih makan." ujar Olivia menatap Aiden beberapa detik sebelum kembali memfokuskan diri dengan makanan super enak yang ada di hadapannya. Masa bodoh dengan Aiden yang akan mengatakannya kampungan.

"Olivia,"

"Marry me?"

Uhuk! uhuk!

- - -

ada yang mau kalian bilang ke Aiden atau Olivia sebelum Distance benar-benar end?🥺

see you!💗

Distance [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang