Distance | 3.3

90K 4.5K 139
                                        

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️Warning : Mature Content⚠️

Happy reading!

Olivia berlari memeluk tubuh Jacob yang sudah merentangkan tangannya menyambut kedatangan Olivia hari ini. Putrinya sudah dewasa. Putrinya yang dulu selalu merengek ingin di gendong sekarang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.

"Mommy merindukanmu, sayang." ucap Layla memeluk tubuh Olivia sembari meneteskan air matanya. Bangga dengan pencapaian putrinya sekaligus merasa lega karena putrinya yang kini sudah pulang.

Olivia masih tersenyum kecil bahkan ketika dirinya sudah berada di dalam mobil menuju ke mansionnya. Sayang sekali kekasihnya tidak turut menjemputnya. Mungkin karena lelah. Wajar saja jam pada ponselnya menunjukkan pukul 2 dini hari, ia merindukan jalanan Los Angeles yang tidak pernah sepi.

Membahas soal Aiden membuat Olivia kembali mengingat soal pesan terakhir yang ia kirimkan pada pria itu. Sampai saat ini ponselnya masih dalam keadaan mati, ia tidak tau apa Aiden sudah membaca pesannya atau belum.

"Selamat beristirahat, sayang." ucap Layla mencium rambut Olivia kemudian membiarkan putrinya berjalan ke arah lift menuju kamarnya di lantai atas.

Olivia mengernyit bingung ketika baru memasuki kamarnya. Kenapa lampu dikamarnya tidak otomatis menyala ketika ia membuka pintu?

Tubuh Olivia menegang merasakan tangan besar yang memeluk tubuhnya dari arah belakang. Detik berikutnya, wanita itu tersenyum kecil dengan mata memanas usai menghirup parfume dari pria yang memeluknya.

Aiden.

"I miss you, so much." ucap Aiden membalik tubuh Olivia kemudian memeluknya erat. Olivia memeluk leher Aiden erat dengan kedua tungkai kaki yang membelit di pinggang pria itu. Menangis di dalam pelukan Aiden.

Aiden mungkin berpikir jika ia menangis karena terlalu merindukan Los Angeles dan juga pria itu. Tapi Olivia menangis karena memikirkan pesan apa yang terakhir kali ia kirimkan pada Aiden sebelum pesawatnya take off.

Tidak apa-apa 'kan jika Olivia hanya ingin melepas rindunya dengan Aiden tanpa membahas hubungan mereka dulu?

"Sstt.. don't cry, baby." bisik Aiden menghapus jejak air mata di kedua pipi Olivia dengan lembut. Memperhatikan wajah kekasihnya dengan perasaan rindu yang akhirnya berakhir. Olivianya semakin cantik dan dewasa.

"Untukmu, sayang." ucap Aiden menyerahkan satu bouquet bunga mawar pada Olivia kemudian langsung mencium leher jenjang wanita itu lembut.

" ucap Aiden menyerahkan satu bouquet bunga mawar pada Olivia kemudian langsung mencium leher jenjang wanita itu lembut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Distance [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang