17+
Warning : mature content | DILARANG KERAS MELAKUKAN PLAGIARISME‼️
[ Cerita diprivate, silahkan follow untuk membaca semua chapter ]
Olivia sudah menyukai Aiden sejak lama, diam-diam memperhatikan pria itu, juga diam-diam menyiapkan sarapan untuk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⚠️Warning : Mature Content⚠️
Happy reading!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
OliviaKennedyekhm dad, my buddies need some friends 👀 @JacobKennedy
"Kau ingin menambah mobil lagi?" tanya Lily yang baru saja melihat postingan Olivia, wanita terkekeh kemudian mengangguk pelan. "Warna hitam mulai membosankan." ucap Olivia menatap postingannya beberapa menit yang kini sudah di banjiri ribuan komentar.
"Sialan. Uncle Jacob benar-benar memanjakanmu ya." ucap Lily sinis yang membuat Olivia langsung menyemburkan tawanya.
Apa yang di katakan Lily barusan memang benar, Daddynya benar-benar memanjakannya dengan kemewahan yang bisa ia dapatkan secepat membalikkan telapak tangan.
"Jelas saja Lily, kau lupa terlahir dari keluarga apa teman kita ini? Kennedy." ucap Natalie yang di balas dengusan malas Lily. Mereka bertiga lahir dari keluarga yang nyaris sama, yang membedakannya adalah Olivia yang berstatus sebagai putri tunggal keluarga konglomerat.
"Oh ya! Aku ada undangan reuni untuk kalian berdua." lanjut Natalie merogoh tas mahalnya kemudian memberikan kedua temannya sebuah undangan berwarna hitam.
"Undangan reuni?" tanya Olivia menerima undangan berwarna hitam yang di sodorkan Natalie, wanita itu mengangguk semangat.
"Dan kita harus datang!" ujar Natalie dengan wajah sumringahnya.
"Aku tidak akan datang. Pasti akan sangat membosankan disana." ucap Lily melempar undangan miliknya dengan ekspresi malas yang sengaja tidak ia tutup-tutupi, Natalie melotot melihatnya kemudian memaksa wanita itu memegang kembali undangannya.
"Memangnya kau tidak kepo dengan wajah mantan kekasihmu dulu?"
"Tidak." jawab Lily pendek membuat Natalie berdecak kesal, "Ayolah, Lily. Aku akan mentraktirmu satu set cangkir Hermes nanti."
"Dengan tekonya?" tanya Lily tidak tau malu.
Natalie mengangguk setuju. "Ya, kau bisa memilihnya nanti." ucap Natalie tidak masalah dengan kegilaan Lily dalam mengoleksi banyak sekali model teko dan cangkir seharga ratusan juta dollar itu.
"Okay aku setuju." ucap Lily cepat dengan senyum lebar di wajahnya, Olivia terkekeh melihat tingkah Lily yang tidak berubah sejak dulu. Mengoleksi teko dan cangkir hanya untuk orang tua menurutnya, ya 'kan?
"Berikan juga pada kekasihmu, Aiden. Kalian satu rumah 'kan?" ucap Natalie memberikan undangan lain pada Olivia. Mata Olivia mendelik mendengar ucapan Natalie kemudian membantahnya cepat,
"Kami tidak tinggal bersama." bantah Olivia
"What? Kau serius?" tanya Natalie manatapnya dengan tatapan tidak percaya.
"Hanya kau yang sudah tinggal dengan Benjamin, Nat. Dasar pasangan aneh." ejek Lily yang di balas pelototan tidak terima Natalie.
- - -
Malam ini Aiden tengah berada di kamar milik Olivia, memeluk erat perut rata kekasihnya yang tengah sibuk menggambar sebuah sketsa dress. Aiden hanya membutuhkan Olivia untuk mengurangi rasa lelahnya setelah seharian berada di kantor dan menyelesaikan beberapa masalah perusahaan.
"Olivia"
"Babe,"
"Ada apa, hm?" tanya Olivia mengusap lembut rambut tebal Aiden. Kekasihnya terlihat lelah dengan kemeja putihnya yang terlihat kusut dan jas mahalnya yang entah berada dimana. Olivia mengajak Aiden duduk di atas ranjangnya kemudian menyiapkan pria itu pakaian ganti.
"Bersihkan tubuhmu dulu." ucap Olivia menunjuk bilik kamar mandi yang ada di kamarnya yang langsung di turuti oleh pria itu.
Selama Aiden berada di kamar mandi, dengan cepat Olivia membereskan design yang tadi tengah di buatnya kemudian menunggu Aiden selesai mandi sambil memainkan ponselnya.
"Biar aku saja." ucap Olivia mengambil alih handuk yang berada di tangan Aiden kemudian mengeringkan rambut basah kekasihnya dengan telaten.
"Mau aku keringkan dengan hair dryer?" tanya Olivia yang di balas gelengan Aiden kemudian beranjak mengambil laptop miliknya.
"Apa pekerjaanmu belum selesai?" tanya Olivia mendekati Aiden yang kini bersandar di sandaran kasur dengan laptop yang berada di pangkuannya, "Mau aku buatkan kopi?" tawar Olivia setelah melihat gelengan kekasihnya.
"Tidak perlu. Duduk saja di sampingku, sayang." ucap Aiden menarik lembut tubuh Olivia ke dalam dekapannya. Olivia menatap statistik perusahaan yang tengah di perhatikan oleh kekasihnya dengan pandangan malas. Ia tidak mengerti.
Yang ia tau hanya sebatas jika statistik itu semakin merangkak naik dengan banyak garis bermacam-macam warna, maka perusahaan akan semakin berkembang dan juga meraup banyak keuntungan. Hanya itu.
"Kau mau menginap?" tanya Olivia menyentuh dada bidang Aiden lembut dengan jari lentiknya, menggambar abstrak. Aiden masih diam namun pria itu bergerak meletakkan laptopnya di atas meja nakas.
Menangkap kedua tangan Olivia kemudian menatap kekasihnya dalam,
"Sudah berani menggodaku?"
"Aiden aku—"
"Eemhh.." desah Olivia menerima ciuman buas Aiden di bibirnya. Membiarkan pria itu melumat dan menerobos masuk ke dalam bibirnya dan mengabsen deretan giginya.
"Apa kau akan datang ke reuni shs besok?" tanya Olivia menatap Aiden yang kini tengah membuka kancing pajamasnya satu per satu dengan mata menggelap karena kabut gairah.
"Kau mau aku datang?" tanya Aiden serak sambil melepaskan pajamas Olivia lembut,
"Ya." balas Olivia tersenyum kecil
"Maka aku akan datang, bersamamu." ucap Aiden kemudian langsung menghajar tubuh sintal Olivia di atas ranjang. Menghujam milik wanitanya keras hingga kekasihnya itu melenguh keras merasakan nikmat.
- - -
mau minta maaf banget sama teman-teman readers soal typo di part sebelumnya😔😭
aku gak sadar nulis nama Mikayla dan anehnya waktu aku revisi, aku benar-benar gak lihat ada nama Mikayla di part itu. bingung mau marah ke siapa karena ya aku yang salah.. setelah ganti description BACKSTREET langsung lanjut nulis Distance😥
maaf bikin bingung yah teman-teman readers🥺🙏🏽
tapi kalau kalian kepo sama Mikayla dan mau tau love story-nya, kalian bisa mampir ke work aku yang judulnya BACKSTREET [COMPLETED] hehe maaf promosi😁