Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Kevin akhirnya diperbolehkan pulang. Kevin sangat senang, ia terus bercerita selama diperjalanan pulang. Y/n menanggapinya dengan antusias juga agar Kevin merasa nyaman disampingnya.
Tak terasa mereka sudah sampai di tempat parkir apartement y/n tinggal. Kevin yang mengenali tempat tersebut, Kevin langsung menatap y/n. Y/n yang ditatap seperti langsung menaikkan satu alisnya.
(Memakai bahasa Indonesia)
"Kevin enggak mau ketemu mama, mama jahat" ujar Kevin seperti ingin menangis.
"Kalau enggak mau sama mama, terus Kevin mau sama siapa?" Tanya y/n sambil mengelus kepala Kevin.
" Mau sama kak Chessy, enggak mau sama mama" ujar Kevin lagi.
"Yaudah Kevin sana kak Chessy, tapi nanti kakak gendong sambil nutupin wajahnya Kevin ya, supaya mamanya Kevin enggak tahu kalau Kevin ada disini" ujar y/n menenangkan Kevin yang mulai menangis.
"Iya kak, pokonya Kevin mau sama kak Chessy aja" ujar Kevin.
Y/n pun turun terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu penumpang. Setelahnya ia menggendong Kevin dan menutupi nya dengan jaket yang selalu ia bawa di mobilnya. Y/n pun berjalan menuju apartemennya tanpa halangan apa pun.
Sesampainya di apartemennya y/n langsung membukab jaket yang menutupi Kevin.
"Nah Kevin udah sampai" ujar y/n.
"Wah kak Chessy lebih rapi dari pada mama saat tak ada papa" ujar Kevin sambil berlari lari di ruang tengah.
"Kevin kalau di dalam rumah berjalan saja ya, kalau lari lari terus jatuh yang sakit siapa?" Ujar y/n menasehati. Kevin langsung menghentikan lariannya dan memberikan senyuman lebarnya.
Y/n tersenyum, entah mengapa ia sangat bahagia saat melihat Kevin tersenyum. Y/n mengganti kata kata larangan dengan pengertian tanpa menyelipkan kata jangan, tidak, tidak boleh dan kata kata yang memiliki arti negatif. Ia berusaha memberikan larangan dengan kata kata positif yang bisa dimengerti.
***
Keesokan harinya y/n bekerja seperti biasanya. Namun, sedikit berubah karena ia harus mengurus keperluan Kevin. Y/n sempat berpikir ia seperti mama muda.
"Kevin mau ikut kakak apa nunggu di rumah?" Tanya y/n sambil memakaikan pakaian milik Kevin.
"Ikut kakak, Kevin takut di rumah sendirian" ujar Kevin dengan nada yang lucu.
"Siap kapten, sekarang kapten sarapan dulu ya. Kakak mau siap siap dulu" ujar y/n, Kevin pun berjalan menuju ruang makan dan memakan sarapan yang sudah y/n buat.
Kevin termasuk anak yang mandiri. Diumurnya yang baru empat tahun saja ia sudah bisa makan sendiri. Biasanya diumur umur segitu mereka lebih sering makan disuapin oleh orang tua mereka.
Y/n menyiapkan beberapa peralatan miliknya dan beberapa mainan musik yang berada di iPad, selain yang berada di iPad y/n juga membawa buku bahasa Korea.. Mainan musik merupakan salah satu terapi yang dianjurkan oleh dokter. Setelah siap y/n menelpon Yohan.
(Memakai bahasa Korea)
"Halo, ada apa y/n?"
"Appa hari ini aku akan membawa Kevin, tidak apa apa?"
"Tentu tidak masalah, aku ingin bertemu dengannya"
"Terimakasih appa, kalau begitu aku tutup"
Sambungan telpon pun terputus, y/menuju ruang makan. Ia melihat Kevin sedang menyantap sarapannya dengan lahap. Y/n memandangnya seperti seorang ibu yang membesarkan anak yang mandiri.
"Kevin udah selesai belum?" Tanya y/n sambil mengelus kepala Kevin pelan.
"Sebentar lagi kak" ujar Kevin kemudian memakan kembali sarapannya.
Beberapa saat kemudia, Kevin sudah menyelesaikan sarapannya. Seperti yang dilakukan kemarin, y/n menggendong Kevin sampai basement. Selama perjalanan Kevin menyanyikan lagu anak anak.
"Kak, nanti Kevin enggak papa ikut kakak kerja?" Tanya Kevin tiba tiba.
"Enggak papa dong, asalkan Kevin bisa tenang. Kaka bawain buku bahasa Korea, Kevin harus belajar biar dapat teman yang banyak" ujar y/n yang masih fokus dengan jalanan di depan.
"Jadi kalau Kevin bisa bahasa Korea, Kevin punya teman banyak dong!" Seru Kevin.
"Iya, jadi Kevin harus rajin ya belajarnya" ujar y/n sambil mengelus lembut kepala Kevin.
"Siap kakak" seru Kevin bahagia.
Skip
Sesampainya di kantor, Kevin berjalan berdampingan dengan y/n. Tangannya menggandeng tangan y/n dengan erat. Selama perjalanan menuju ruangan milik Yohan, Kevin selalu disapa. Kevin terlihat malu malu dan menyembunyikan mukanya dengan tangan milik y/n.
Saat di lift Kevin meminta untuk digendong, y/n pun menggendongnya sambil menciumi pipi Kevin. Kevin sama sekali tak menolaknya, ia tersenyum senang.
Belum sampai di lantai yang dituju, lift berhenti dilantai 2. Masuklah member NCT Dream bersama menejer mereka.
(Memakai bahasa Korea)
"Oh Noona" sapa Chenle saat melihat y/n.
"Hai Chenle" ujar y/n menyapa kembali Chenle. Dan mengapa yang lainnya dengan anggukan.
Selama di dalam lift tak ada pembicaraan dan hanya ada keheningan.
TBC
Thx
Xoxoxo
KAMU SEDANG MEMBACA
Y/n Daily ✓
FanfictionKeseharian y/n sebagai komponis di agensi besar Lika liku kehidupan Start : 17 Mei 2020 Finish : 11 September 2021
