Back to work

3.9K 320 56
                                        

Y/n sudah harus kembali bekerja setelah mengambil cuti beberapa hari. Kevin sendiri sudah bersekolah seminggu yang lalu membuat Kevin menjadi anak yang lebih ceria. Karin sendiri masih belum memberi tanda tanda peningkatan yang signifikan.

Sekarang y/n sedang dalam perjalanan ke gedung Big Hit Labels setelah mengantar Kevin. Selama perjalanan y/n hanya terdiam dan fokus dengan jalanan.

Sesampainya di gedung Big Hit Labels, y/n langsung menuju ruangan milik Yohan. Saat memasuki ruangan tersebut ia tak melihat ada tanda tanda kehadiran Yohan disana.

"Mungkin sedang rapat" monolog y/n kemudian ia duduk di bangku miliknya.

Y/n mengerjakan instrumental lagu yang ada di eksternal hardisk miliknya. Ditengah pengerjaannya, y/n mendapat telpon dari Chenle.

"Halo, kenapa?"

"Noona sibuk tidak?"

"Enggak, ada apa?"

"Enggak cuma gabut aja di rumah, pengin cerita aja gitu"

"Yaudah, Noona pakek earphone dulu habis itu kamu cerita sepuasnya"

"Sip"

Y/n pun memakai earphone miliknya dan menyambungkan ke ponsel.

"Udah sekarang cerita"

Chenle bercerita sedangkan y/n masih mengerjakan pekerjaannya. Y/n termasuk orang yang bisa membagi fokusnya dengan baik. Jadi, ia bisa menanggapi cerita Chenle dan tetap bisa mengerjakan pekerjaannya.

Beberapa saat kemudian

Pintu terbuka dan menampilkan sosok pria paruh baya yang sering dipanggil appa oleh y/n. Yohan duduk di kursinya dan melanjutkan pekerjaannya.

"Yaudah sana latian, yang rajin"

"Siap Noona, dadah"

"Hmm"

Y/n melepas earphone miliknya dan menyimpan di tempat semula. Kemudian fokus kembali dengan not not di depannya.

"Dari siapa?" Tanya Yohan.

"Oh dari Chenle, biasa dia bosan" ujar y/n tetap fokus dengan kertas dan komputernya.

"Oh ya bagaimana keadaan eomma mu?" Tanya Yohan.

"Begitulah, belum ada peningkatan. Kalau Minggu depan tidak ada peningkatan yang berarti maka alat bantu hidup eomma akan dicabut" ujar y/n sambil menatap lurus kedepan dan menggenggam pensilnya dengan erat.

Yohan hanya bisa menatap iba kearah y/n, kemudian tangannya terulur dan mengusap lembut kepala y/n.

"Apa pun yang terjadi, kamu harus yakin bahwa itu yang terbaik untukmu, untuk eommamu dan untuk Kevin" ujar Yohan menasehati.

Y/n mengangguk dan tersenyum, mereka berdua pun melanjutkan pekerjaan mereka masing masing. Sesekali y/n meminta pendapat dari Yohan.

Skip

Jam sudah menunjukkan waktu untuk makan siang. Y/n berkemas dan bergegas untuk menjemput Kevin. Tak lupa ia berpamitan dengan Yohan.

Sesampainya di di dekat gerbang sekolah Kevin, y/n keluar dari mobil dan menunggu di depan mobilnya. Beberapa saat kemudian indra penglihatannya manangkap sosok Kevin. Y/n melambaikan tangannya, saat Kevin sadar ia berlari menuju y/n.

"Jalan saja Kevin" ujar y/n memperingati.

Kevin sampai di tempat y/n berdiri kemudian memeluknya. Y/n membalas pelukan dari Kevin.

"Mau makan apa?" Tanya y/n sambil mengelus kepala Kevin.

"Ayam goreng" seru Kevin.

"Ayo kita makan ayam goreng" timpal y/n, kemudian membukakan pintu mobil untuk Kevin.

Y/n memutari mobilnya dan masuk ke mobil kemudian melajukan mobil menuju restoran.

Selama perjalanan Kevin menceritakan apa saja yang ia alami disekolah tadi. Tentu saja y/n menimpalinya tak kalah semangat dengan Kevin.

Sesampainya di restoran y/n langsung memesan ayam goreng sesuai dengan permintaan Kevin. Terlihat Kevin sangat bersemangat saat memakan ayam gorengnya.

"Makannya hati hati, nanti tersedak" ujar y/n memperingati.

Kevin menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makan ayam goreng miliknya.

"Kevin habis ini mau ke Karin Imo atau ikut Noona?" Tanya y/n.

"Ikut Noona aja" ujar Kevin, y/n menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

30 menit kemudian.

Setelah selesai makan siang, mereka berdua keluar dari restoran dan berjalan menuju parkiran. Di tengah jalan menuju parkiran, mereka berdua bertemu dengan seorang pria dan seorang wanita yang sangat mereka kenal.

Kevin langsung merapatkan diri ke y/n sambil menyembunyikan badannya di belakang tubuh y/n. Sedangkan y/n menggenggam erat tangan Kevin, seperti jika ia lepas genggaman itu Kevin akan hilang.

"Kevin ini appa, sini nak" ujar Ardi.

Kevin menggelengkan kepalanya kuat dan semakin menyembunyikan badannya.

"Sudahlah, Kevin juga tidak mau. Saya permisi" ujar y/n, sebelum ia pergi y/n langsung menggendong Kevin dan berjalan menuju mobilnya.

"Pasti y/n sudah mencuci otak Kevin" ujar Kartika.

"Menurutku y/n sudah melakukan yang terbaik, dari pada anakku harus hidup dengan seorang eomma yang gila" ujar Ardi kemudian berjalan terlebih dahulu.

"Kenapa aku yang salah? Aish" monolog Kartika.

TBC
Thx
Xoxoxo

Y/n Daily ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang