Sudah 2 bulan berlalu, y/n masih setia menutup matanya. Setiap harinya Kevin bolak balik ke rumah sakit, walau Michael sudah mengingatkan untuk menjenguk y/n sesekali. Tetapi Kevin tetap kukuh pada pendirian nya.
Kevin selalu menghabiskan waktu 2 jam dalam sehari untuk bercerita kepada y/n. Dari hal hal yang menyenangkan sampai yang membuat dirinya sangat sebal.
Kevin sama sekali tidak lelah, karena ia tahu bahwa Noona nya itu pasti mendengarkan semua ceritanya.
"Yaudah Noona, untuk hari ini sudah dulu ya. Michael Hyung sangat berisik, Kevin akan datang besok. Noona bangun ya, Kevin kangen banget sama Noona. Bye bye Noona" ucap Kevin kemudian mencium y/n di keningnya.
Setelahnya Kevin keluar dari ruangan y/n, dan pulang menuju apartemen nya. Bertepatan dengan itu Doyoung baru sampai di rumah sakit.
Doyoung selalu menyempatkan diri untuk datang di sela sela kesibukan jadwal individu dan grupnya. Seperti saat ini, setelah selesai jadwal individunya. Doyoung mengunjungi y/n dengan bunga yang ia letakkan di vas.
Doyoung duduk di sisi ranjang y/n, ia menggenggam tangan kiri y/n. Kemudian mengelusnya pelan, dapat Doyoung rasakan kulit y/n sangat dingin.
"Hai y/n, kok masih tidur aja sih. Udah 2 bulan loh, enggak kangen apa sama Kevin dan yang lainnya?" Tanya Doyoung sambil tersenyum miris.
"Oh iya, aku mau cerita sama kamu" ucap Doyoung sambil terus mengelus tangan y/n.
"Jujur aku sudah menaruh perasaan sejak pertama kali kita bertemu di agensi, saat kamu memutuskan untuk pindah bersama Yohan PD Nim, ingin rasanya aku mencegah. Namun, rasa takut ku untuk berbicara dengan mu membuat aku mengurungkan niatku" ujar Doyoung memulai cerita.
"Kemudian, aku diberikan kesempatan untuk membuat projek sendiri. Dan agensi mengijinkan aku untuk memilih produser dari salah satu agensi lain. Disitu aku sangat senang karena aku merasa bahwa aku memiliki kesempatan untuk mengatakan perasaan ini" lanjut Doyoung sambil menatap lekat wajah y/n.
"Selama pengerjaan projek aku terus mencari kesempatan, namun lagi lagi aku takut untuk mengutarakannya. Dan saat berita debut Kevin tersebar, disana aku ingin mengutarakannya. Tapi, belum sempat aku mengutarakannya kecelakaan itu terjadi. Dan sekarang kamu terbaring lemah disini, baru sekarang aku berani mengatakannya. Aku benar benar cupu, tapi ini lah aku. Aku tau kamu mendengar semuanya, semoga kamu membalas perasaan ku juga" ujar Doyoung, kemudian setetes kristal bening jatuh dari pelupuk mata nya.
Doyoung menundukkan kepalanya sambil menggenggam erat tangan y/n. Ia menangis dalam diam sembari memanjatkan doa agar y/n bisa bangun dari koma dalam waktu dekat ini.
Beberapa saat Doyoung menangis, tiba tiba ia merasakan sebuah tangan mengelus kepalanya. Doyoung segera mengangkat kepalanya. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat y/n tersenyum kepadanya.
Dengan segera Doyoung menekan tombol yang ada di tembok. Terdengar beberapa kali bel, Doyoung menggenggam erat kedua tangan y/n.
"Akhirnya kamu sadar juga, terimakasih Tuhan" ujar Doyoung dengan lirih.
Beberapa saat kemudian masuklah dokter bersama beberapa suster. Doyoung di minta untuk keluar terlebih dahulu, Doyoung keluar setelah mencium punggung tangan y/n.
Diluar Doyoung mengabari Yohan, dan tentu saja Yohan langsung meluncur ke rumah sakit.
"Kevin" gumam Doyoung yang tangannya masih bergetar.
"Halo"
"Oh Hyung ada apa?"
"Apa kau masih bersama Michael?"
"Iya, kami masih dalam perjalanan pulang. Ada apa Hyung? Napas Hyung seperti tidak teratur begitu"
"Bilang ke Michael untuk kita balik, y/n sudah sadar"
"Apa!?!?! Noona sudah sadar!?!?! Beneran Hyung!?!?!"
"Iya, cepet ke sini aku sudah menelpon Yohan PD Nim"
"Baiklah Hyung, aku akan segera kesana"
Sambungan terputus secara sepihak, Doyoung menggenggam erat ponselnya. Ia berdoa agar Tuhan benar benar menyelamatkan y/n dari masa masa kritisnya.
Beberapa menit kemudian Yohan dan Kevin sampai di depan ruang rawat inap y/n.
"Bagaimana? Apakah dokter sudah keluar?" Tanya Yohan kepada Doyoung.
"Belum, dokter masih memeriksa y/n di dalam" jawab Doyoung dengan wajah yang cemas.
Kevin duduk dengan tidak tenang, pikiran negatif masih menghantuinya. Apa pun bisa terjadi di dalam sana. Kevin menyatukan kedua tangannya, ia memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkan Noona nya itu. Satu satunya keluarga yang ia punya sekarang.
Skip
1 jam berlalu
Dokter keluar dari kamar inap y/n, otomatis Yohan, Doyoung, dan Kevin berdiri dari duduk mereka.
"Bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Yohan.
"Anak tuan sekarang sudah baik baik saja, sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke kamar inap biasa. Tapi, pasien masih mendapat pantauan selama 24 jam oleh dokter" jelas sang dokter.
"Terimakasih dokter" ucap Yohan
"Sama sama tuan, saya permisi dulu" ujar dokter tersebut yang diangguki oleh Yohan, Doyoung dan Kevin.
Ketiganya nampak sangat bersyukur dengan mukjizat yang sudah diberikan oleh Tuhan untuk mereka.
TBC
Thx
Xoxoxo
KAMU SEDANG MEMBACA
Y/n Daily ✓
FanfictionKeseharian y/n sebagai komponis di agensi besar Lika liku kehidupan Start : 17 Mei 2020 Finish : 11 September 2021
