Satu yang belum ku ceritakan. Rumah mereka, ralat itu bukan rumah namun istana. Kenapa aku tak menyadarinya tanda lahir Arka berada di ubun ubun. Sedangkan kakak bilang posisi tanda lahir didunia sihir menurut kasta mereka. Punyaku ada dileher dan aku adalah seorang putri. Lalu Arka, dia apa?
Aku dan Arka turun dari pegasusnya. Arka menunduk hormat di depan bundanya, akupun mengikutinya. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Canggung, kini menyebar keseluruh tubuhku. Inisih nantinya tidak hanya kasur empuk, mungkin makanan mewah juga. Membayangkannya aku sudah lapar.
"Kar, jangan melamun," ucap Arka sambil menepuk pundakku. Aku yang terkejut membuat Arta dan bundanya tertawa. Sedang kan Arka hanya tersenyum kearahku.
Aku tersipu malu baru beberapa detik disini aku sudah mempermalukan diriku sendiri gara-gara membayangkan makanan.
"Mari masuk," Bunda Arka menghampiriku menggandengku berjalan ke dalam istana. "Kar, kamu tahu tidak kalau bunda dari dulu itu ingin punya anak perempuan,"
"Iya ratu, memangnya Arka berapa bersaudara?" Tanyaku antusias. Bunda Arka tertawa.
"Jangan panggil aku ratu, panggil saja bunda." Aku mengangguk. Kami memasuki ruang utama. Namun bukan itu tujuan kami. Aku dibawa langsung ke ruang makan. Aku senang bukan main. Namun aku harus terlihat anggun apalagi ini berada dikerajaan. Aku tak mau mempermalukan diriku lagi.
Ratu duduk di kursi utama. Aku berdiri disampingnya. Bingung mau duduk dimana. Kemudian ratu memintaku untuk duduk di dekatnya. Aku menunduk hormat. Sungguh ini sebuah kehormatan bagiku.
Pelayan datang bergantian membawa makanan hangat yang menggelitiki hidungku. Baunya sangat nikmat, tak kusangka perutku berbunyi dan didengar oleh ratu. Ratu tertawa, sedangkan yang lain menoleh ke arah ratu yang tertawa tanpa mereka ketahui penyebabnya. Aku tersenyum, belum genap satu jam disini aku sudah dua kali ditertawai seorang ratu. Ya seorang ratu.
Setelah semua siap kami pun memakannya bersama. Aku kenyang bukan main makanan disini berbeda rasanya. Mungkin karena ini adalah istana. Makanan yang dihidangkan juga untuk bangsawan. Pasti bahan dan cara memasaknya diperhatikan betul.
Malam telah tiba, aku dan sang ratu berjalan di sebuah lorong. Para prajurit berjejer disana. Menjaga setiap pintu yang ada. Lukisan lukisan para raja dan ratu terpajang rapi berurutan. Aku mengamatinya seraya berjalan di samping ratu yang menggandengku.
Hingga kami tiba di dekat pintu berwarna putih. Ratu membukanya dan membawaku masuk keruangan yang cukup luas. Desain kuno yang menambah ke estetikan ruangan tersebut membuatku terkagum-kagum. Ada satu kasur menempati ruangan itu. Kami duduk di kasur.
"Sekar sebaiknya kamu beristirahat. Bunda punya kejutan buat kamu besok." Aku mengangguk, Ratu mengecup keningku. Aku merasa ibu berada disini. Ratu berdiri meninggalkanku. Aku berbaring dan menangis. Teringat keluargaku, entah bagaimana keadaan mereka sekarang.
Aku harus tau apa kekuatanku. Supaya aku bisa menuruti apa yang dikehendaki Kara sebagai syarat melepaskan keluargaku. Aku masih tak menyangka, Kara sekejam itu padaku. Tak terasa aku sudah tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mysterious Magic (Selesai)
FantasyJudul awal: Si Kutu Buku Hidupku berubah setelah menemukan buku itu... Buku yang mengantarkanku pergi dari dunia yang selama ini ku anggap hanya satu-satunya didunia. Petualangan dimulai. Banyak korban berjatuhan. Akankah aku bisa menyelesaikan mas...
