28.

1.1K 139 7
                                        

"Arka, kita harus apa?" Kami duduk dibawah pohon yang beberapa hari yang lalu sempat menjadi tempat bermalam.

Arka membuat api unggun dari beberapa kayu sisa beberapa hari yang lalu membuat hawa menjadi hangat. Asapnya mengusir nyamuk yang berdatangan semenjak aku dan Arka turun dari pegasus.

"Aku sudah punya rencana. Anaknya, anak raja dari kerajaan hitam adalah kelemahan mereka,"

"Maksut kamu Kara?" Ucapku Ragu.

"Kau kenal?"

Aku mengangguk.

"Dia yang membuatku bisa sampai disini."

"Jadi waktu itu kau dikejar-kejar prajurit gara-gara Kara." Ucap Arka spontan dan langsung menutup mulutnya karena salah bicara.

"Jadi kamu yang dulu menyelamatkanku?"

Arka diam.

"Terimakasih ya udah menyelamatkanku, waktu itu aku mau ngucapin makasih tapi kamunya udah pergi. Kenapa kamu tidak bilang dari dulu. Oh iya, kamu tau tidak mataku benar benar sembuh. Tapi kenapa kamu bisa menyembuhkan aku?" Aku mencoba berfikir, padahal Arka tak tau apa kekuatannya.

"Karna yang menyelamatkan kamu itu bukan aku Sekar, tapi kak Arta. Dia juga yang sudah menyelamatkan kamu ketika kamu terpojok di pagar dinding istana." Arka menghembuskan nafas kasar.

Keadaan lenggang, menyisakan suara burung hantu yang sesekali terbang ke sana kemari mencari mangsa.

"Sebaiknya kamu istirahat dulu, kita buat rencananya besok."

"Kar, bangun Sekar cepetan bangun," Arka menggoyang-goyangkan bahuku. Aku mengerjapkan mata. "Lihat itu," Arka menunjuk ke langit. Pasukan kerajaan hitam terbang menggunakan naga yang gagah.

"Kita harus cepat bersembunyi," aku tak menjawab. Arka menarikku menuju semak semak yang ada di  tepian tebing. Kami yakin mereka tidak akan melihat kami.

"Bagaimana bisa mereka menemukan kita disini?" Bisikku pada Arka.

"Setelah mereka menyerang kerajaan dan ternyata disana tidak ada kamu, pasti mereka akan berkeliling mencarimu. Dan api unggun yang kita buat tentu saja asap dan cahayanya akan terlihat dari atas. Tadi, cepat cepat aku padamkan apinnya su," belum selesai Arka menjelaskan.

"Siapa di sana," salah satu prajurit yang telah turun ke darat mendengar percakapan kami.

Aku dan Arka panik, prajurit itu memanggil prajurit lainnya untuk mengepung di sekitar persembunyian kami. Kami saling perpegangan, saling mengendalikan rasa takut. Namun percuma, ternyata mereka membawa anjing pelacak. Kami ketahuan dengan mudahnya. Rancana kami untuk berlindung gagal total.

Kami ditangkap, dan di bawa ke istana untuk di berikan kepada raja kerajaan hitam. Lengkap sudah penderitaanku. Sampai-sampai permusuhan keluargaku dengan keluarga kerajaan hitam ikut membawa petaka bagi keluarga dan rakyat dari kerajaan Arka.

Kami hanya terdiam, sudah tak mungkin lagi untuk kabur, kami dikepung hingga tak ada celah sedikitpun untuk membebaskan diri. Hari masih malam. Masih beberapa jam lagi untuk matahari terbit. Mungkin sudah waktunya untuk aku menyerahkan diri. Dan semoga saja hanya aku yang terluka. Jangan sampai keluarga Arka ikut terbawa sial karena sempat menampungku di kerajaan mereka.


My Mysterious Magic (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang