UKS sepi hanya ada aku Ayu dan seorang dokter yang memeriksa.
'Dasar monster'
'Baru berangakat udah buat ulah'
'Jangan jangan selama dia pergi
Bla bla bla
Kupingku terasa panas mendengar semuaa celotehan orang orang yang di luar UKS. Mereka tak tau apa yang terjadi, mereka hanya percaya apa yang mereka lihat tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu. Ayu belum juga sadar, dokter terus memeriksa.
"Bagaimana keadaannya dok,"
"Semua normal, tidak ada cidera yang serius. Saya juga tak paham apa yang terjadi. Tapi dia tak apa apa, saya pamit dulu."
"Terimakasih,"
Bagaimana seseorang yang terdorong keras tak kenapa kenapa? Padahal dia belum juga sadar. Tak lama setelah dokter keluar, Rara datang dengan peluh dan deru nafas yang tak beraturan.
"Kenapa Kar, maaf perutku mules. Aku diare, kamu tak papa. Kenapa rambutmu berantakan? Apa yang terjadi ketika aku pergi ke kamar mandi." Rara duduk di sebelahku di samping ranjang UKS.
Aku menggeleng, sampai saat ini aku juga belum paham kenapa Ayu begitu marah padaku. Apa karna kak Rio, memangnya apa hubungan antara Ayu dan Kak Rio.
"Bagaimana keadaan Ayu," tanya seseorang yang baru masuk. Dia adalah salah satu guru di sini.
"Kata dokter dia tak apa apa,"
"Baiklah kamu jaga dia, bapak tinggal dulu. Jika ada yang di butuhkan silahkan melapor."
"Baik pak,"
Kerumunan di luar semakin banyak. Sempat beberapa kali para guru meminta mereka bubar. Namun setelah guru pergi mereka kembali ke depan UKS. Semakin lama murid berdatangan, mereka yang tak tau sekejap menjadi tau karena berita yang mudah sekali menyebar.
Bel berbunyi, aku memutuskan untuk menunggui Ayu, aku meminta Rara untuk kembali ke kelas supaya tidak ketinggalan pelajaran. Percuma saja aku mengikutinya pasti tak ada yang aku pahami seperti kemarin.
Aku mulai bosan berdiam diri tanpa melakukan apapun. Aku mulai berfikir, bagaimana kejadian tadi bisa terjadi. Benar kata Arka, kekuatan kami akan muncul ketika terdesak. Tapi itu membuatku tidak bisa mengendalikannya, kapan aku harus menahan dan kapan harus menggunakan kekuatanku. Jika seperti ini yang terjadi bukan hanya Ayu yang rugi, pasti satu sekolah tambah membenciku.
Aku menghampiri ranjang Ayu dan melihatnya dengan sesama. Keadannya seperti orang yang sedang tidur. Terkadang saja dia bergerak berganti posisi seperti layaknya manusia lain yang sedang tidur. Apakah dia hanya pura pura? Tapi kenapa saat ku panggil tak segera bangun.
Mulutku menguap, dari pada aku mengharapkan sesuatu yang tak kunjung datang, aku tidur di kursi dengan berbantal ranjang.
Waktu terus berputar, suara jarum jam yang terus berjalan menembus alam bawah sadarku. Hening, hingga sebuah tangan menyenggol tanganku yang berada di bawah kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mysterious Magic (Selesai)
FantasyJudul awal: Si Kutu Buku Hidupku berubah setelah menemukan buku itu... Buku yang mengantarkanku pergi dari dunia yang selama ini ku anggap hanya satu-satunya didunia. Petualangan dimulai. Banyak korban berjatuhan. Akankah aku bisa menyelesaikan mas...
