"Kalian kasus apa?" Tanya salah seorang pria yang mereka kenal dengan nama Ari sebelumnya mereka sudah berkenalan.
"Ini bang istri ku pukul tantenya, " ucap Demian.
"De aku pesan sama kamu ya kalau kamu bebas kamu pukul lagi tante mu yang lebih parah kalau perlu kamu buat dia nggak bisa berdiri tante macam apa itu." Kesal pria yang bernama Ari itu.
"Tapi kalian ini hanya dibikin jera saja aku rasa, " ucap pria satunya yang dipanggil guru karena suka menebak kepribadian seseorang hanya lewat tatapan.
"Iya aku rasa seperti itu."
"Ya sudah dari pada kalian pusing sini kita main ramal-ramalan ya hehe."
"Ha bener tuh."
"Kamu Demian kalah sama istri mu karena istri mu ini sio nya naga naga kalau kamu ada naga nya cuma satu."
"Iya aku juga baru tahu dia kalau lagi emosi ngeri jujur baru ini aku lihat dia semarah itu bahkan dia bakal diam saja jika diapa-apain."
"Keliatan dari wajahnya sangat judes tapi dia giat kalau bekerja."
"Iya aku akui dia rajin kalau kerja tapi dia suka banget dikambing hitam kan sama teman kerjanya."
Setelah cukup lama mereka bercerita terdengar suara dua orang pria diluar sana Allicia duduk disamping Demian.
"Siapanya pak?"
"Oh papanya sebentar saya panggilkan pak ya?"
Tak lama Allicia dan Demian dipanggil dan diantar menuju seseorang betapa terkejutnya Allicia saat mendapati Arkan yang sedang duduk dengan membawa sekantong plastik yang berisi bungkusan nasi dan air mineral.
"Bagaimana ceritanya kalian bisa kaya gini?" Tanya Arkan dan mereka menceritakan semuanya.
"Dilaporan banyak yang nggak sesuai om disana juga nggak ada laporan visum tapi tertera dilaporan Rika babak belur terus disana saksinya Intan padahal Intan nggk ada dia dikamar atas."
"Ada orang lain nggak?" Tanya Agus petugas yang memanggil Allicia dan Demian tadi.
"Ada si om Bedu mereka pergi pakai motor om itu soalnya."
"Ya sudah kalian disini dulu biar kami yang urus om nanti bakal cari tahu semua dan kalian pasti bakal bebas kalian nggak usah terlalu mikir ya dan pak saya titip mereka dulu pak ya?" Ucap Troy kepada Agus.
"Siap pak." Arkan pun pergi Demian dan Allicia kembali kedalam sel tahanan.
Mereka makan bersama para narapidana disana yang sudah seperti saudara sekitar 15 orang dari kasus narkoba, penggelapan dana, kesalah pahaman, kdrt, begal, dan pembunuhan yang tak disengaja kelihatan dari kasus mereka sangat sadis dan buruk tapi aslinya mereka baik bahkan mereka selalu menasehati Allicia dan Demian yang baik mereka seperti saudara hari-hari pertama Allicia dan Demian bekum mendapat jatah makan tapi para tahanan disana dengan senang hati untuk berbagi bahkan mereka semua rela nasinya dijadikan satu dan makan beramai-ramai.
***
Hari kedua didalam sel mereka masih seperti biasa pagi tadi Yestie bersama Maurren datang membawa banyak bungkus yang berisi nasi goreng mereka membagikan dengan para tahanan yang lainnya badan Allicia terasa sakit karena harus tidur diubin tanpa alas apapun dan hanya berbantalan dengan lengan Demian malam hari Maurren dan Yestie datang lagi membawakan baju dan alat mandi setelah minta izin Allicia diantar kekamar mandi yang berada disamping sel untuk membersihkan diri Yestie dan Maurren tak langsung pulang mereka masih mengobrol dengan polisi muda disana lebih tepatnya Maurren yang digombalin oleh dua orang polisi muda karena perawakan Maurre yang tinggi besar bak model wajah yang cantik Maurren dan Allicia berbeda dari segi wajah dan body bahkan banyak yang bilang mereka bukan saudara karena tubuh Allicia yang kurus.
Setelah selesai mandi Allicia bergantian dengan Demian ya tentu saja didepan pintu kamar mandi selalu dijaga oleh petugas setelah bertemu dengan Yestie dan Maurren begitu juga dengan kedua anak Allicia mereka pamit pulang.
Terlihat seorang petugas datang dengan membawa beberapa lembar kertas dan pulpen pria itu memanggil Allicia dan Demian untuk tanda tangan dibeberapa lembar kertas dua hari disana mereka selalu dibercandain oleh banyak petugas dan para tahanan lainnya untuk menghibur mereka dengan sebutan honeymoon yang unik.
Badan Allicia mulai terasa aneh tenggorokannya sakit dan demam para tahanan lain banyak memberi perhatian begitu juga Demian dia menjadi perhatian sesekali dia mengecek suhu tubuh Allicia dan merelakan paha sebagai bantal Allicia demam Allicia belum juga turun dia putuskan untuk istirahat fikirannya tak menentu bukan karena menyesal tapi karena dia tak tega harus merepotkan mama dan keluarga lainnya apa lagi papa Allicia sudah mengetahui dan merasa marah terhadap Rika dan juga Troy karena dibalik semua ini ada campur tangan Troy.

KAMU SEDANG MEMBACA
Demian&Allicia
Non-FictionMungkin ini terdengar sangatlah konyol berkenalan lewat sosial media dan menjalin suatu hubungan meskipun belum pernah bertemu dan terhalang jarak yang jauh Jakarta-Samarinda, tapi inilah kenyataannya. Allicia Putri perempuan yang berusia 21 tahun...