*Maaf ya kalau ceritanya agak kurang jelas karna baru pertama kali bikin dan jangan lupa vote dan komennya ya saya sangat menerima jika ada kritikkan atau saran😊 yuk langsung aja dibaca*
"Kamu sehat kan, Cia?"tanyak Tika sahabat nya dan juga pacar kakak nya itu.
"Coba lihat deh lucu tahu masa iya si Sule naik sepeda anak kecil sambil pake bedak giginya hitam lagi haha," ucap Alicia sambil tertawa terbahak dan memukul-mukul kasurnya.
"Oh yang itu aku sudah lihat kali lucu betul aku saja sampe nggak berhenti ketawa," ucap Tika yang sibuk dengan laptop dan beberapa lembar kertasnya.
Tika adalah sahabat Cia waktu masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD),dan sekarang Tika akan menjadi kakak iparnya karena dia menjalin hubungan dengan Bagas kakak laki-laki Allicia.
Saat ini Tika tinggal bersama Allicia dirumah paman Troy yang berada dikota Samarinda karena Tika sedang kuliah hitung-hitung uang buat kost bisa ditabung, lagian Tika terlahir dari keluarga yang sederhana orangtua nya hanya mengandalkan hasil dari kebun karet dan penjualan sapi.
Orang tua Tika tinggal diDesa Muara Badak yang jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Samarinda.
Muara Badak adalah tempat kelahiran Allicia, diMuara Badak lah tempat Allicia dibesarkan oleh orang tua nya.
***
"Eh mau kemana mak?" Tanya Alicia yang melihat Tika berjalan keluar dengan membawa kunci motornya.
(Allicia dan Tika suka memanggil satu sama lain dengan sebutan mamak karna bagi mereka itu adalah panggilan untuk kedekatan mereka)
"Mau kewarung daeng mau ikut kah?" Tanyak Tika yang sudah berdiri didepan Allicia.
"Ah aku titip aja deh mak mager mau keluar." Alicia bangkit berdiri dan mengambil selembar uang didompetnya.
"Titip apa ini mak?" Tika berdiri didepan pintu kamar sambil menunggu Allicia.
"Titip minuman dingin aja mak sama roti lapar aku," ucap Alicia dan memberi selembar uang pecahan Rp.20.000.
Tika mengambil uang itu dan langsung berjalan menuruni anak tangga sedang Allicia kembali ketempat tidurnya sambil menonton vidio dihandphonenya.
Ting...ning....
Suara handphone Allicia dan terdapat sebuah notifikasi messenger dari akun yang bernama Demian orlando. Allicia menghentikan tontonannya dan mengernyit melihat notifikasinya.
Allicia membuka messenger yang baru saja masuk.
"Malam?" Isi messenger itu Alicia membuka profil facebooknya dan mengscroll berandanya juga tak lupa melihat satu persatu fotonya.
"Siapa ya?ehh sebentar bukannya ini cowok yang alay kalau bikin status itu bukan sih?ah iya nggak salah lagi bukannya dia punyak anak sama istri buat apa dia chat aku malam gini wah jangan...ladeni nggak ya?ah balas aja gih entar dibilang sombong lagi." batin Alicia panjang lebar lalu mulai mengetik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Demian&Allicia
Non-FictionMungkin ini terdengar sangatlah konyol berkenalan lewat sosial media dan menjalin suatu hubungan meskipun belum pernah bertemu dan terhalang jarak yang jauh Jakarta-Samarinda, tapi inilah kenyataannya. Allicia Putri perempuan yang berusia 21 tahun...
