[END]
Natasha Kalalisa, harus terjebak dengan permainan yang diciptakan gadis itu sendiri. Kejadian tak terduga mempertemukannya dengan laki-laki bernama Reyden Wang. Dirasa menemui seseorang yang tepat di waktu yang cenderung kepepet, muncul lah id...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bulir keringat terlihat banjir membasahi wajah Reyden bahkan sampai ke kaos olahraga yang dikenakan, hingga mampu membentuk tubuh atletis pemuda itu. Tangan Reyden terulur, menyeka bulir-bulir keringat itu dengan handuk kecil yang tadi diberikan Bintang padanya.
Acara bermain bola basket murid ķelas 2 IA 5 telah usai. Dengan kemenangan dari tim Reyden yang mencetak perolehan poin lebih unggul dari pada tim lawan. Hal semacam itu sudah biasa bagi Reyden, jadi tidak ada alasan baginya untuk besar kepala.
Saat tengah sibuk mengelap keringat, mata Reyden tak sengaja jatuh ke sosok gadis yang berdiri cukup jauh dari lapangan tempatnya berdiri. Di koridor lantai 1 sana, mata Reyden menangkap sosok bernama Natasha Kalalisa. Reyden menyeringai tipis, gadis itu tertangkap basah sedang memandanginya. Sayangnya itu tak berlangsung lama sebab gadis itu cepat tersadar dari lamunan dan buru-buru membuang muka.
Reyden melempar begitu saja handuk kecil yang baru saja pemuda itu gunakan. Lantas berniat berlalu untuk menghampiri Lisa. Namun lagi-lagi gadis itu sukses membuat Reyden mengernyit samar. Lisa mencoba kabur lagi darinya.
Reyden mendengus melihat sikap gadis itu. Terhitung sudah beberapa hari belakangan ini gadis yang katanya berstatus sebagai pacarnya itu terlihat menjaga jarak dengannya. Dan buruknya lagi, Lisa berbohong dengan alasan yang begitu klise dan membuat Reyden percaya kalau gadis itu hanya membual. Reyden tidak sebodoh itu untuk bisa dikibulin dengan alasan tidak jelas milik Lisa.
Karena terlalu muak bertingkah layaknya Tom and Jerry, Reyden tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Reyden pergi menyusul Lisa. Bahkan sedikit berlari hanya untuk menghentikan gadis itu yang ternyata memang berniat benar-benar kabur lagi darinya hari ini.
Niat awal saat Reyden sudah berhasil menangkap Lisaㅡmaksudnya menghentikan Lisaㅡyang dilakukan Reyden adalah melemparkan tatapan tajam dan menanyakan pertanyaan yang menyentil hingga ke ulu hati. Dengan begitu Lisa akan takut dan kembali menurut ke Reyden. Tetapi, pergerakaan kaki Reyden harus terhenti dengan jarak cukup jauh dari posisi Lisa berdiri. Berakhir dengan kernyitan samar di dahi Reyden saat disodorkan pemandangan tak menyenangkan di depan sana.
Cih!
Reyden berdecih sinis. Matanya menyorot jijik ke arah Lisa dan laki-laki bernama Ennuartaㅡyang hampir saja terjadi adegan tabrakan konyol ala sinetron India. Tak sampai di sana. Laki-laki yang Reyden ketahui menjabat sebagai ketua OSIS SMARTA bernama Ennuarta itu juga sedari tadi terus tersenyum manis di depan gadis yang katanya adalah pacarnyaitu. Jadi sekarang, yang katanya pacarnya itu sedang adu tebar pesona dengan pemuda lain.
Reyden mendecih, mengamati kedua orang itu dengan dengusan sebal. Tipe lelaki buaya sekali si laki-laki menanyakan mau kemana, yaudah bareng yuk. Membuat tangan Reyden geram, rasanya ingin sekali mendaratkan satu pukulan ke wajah laki-laki itu.
Ennuarta, dimana-dimana selalu dia. Reyden cukup muak hanya untuk mendengar namanya. Bukan karena iri, namun lebih ke jengah saja melihatnya.
Reyden berniat menghampiri Lisa. Ingin membawa gadis itu menjauh dari jangkauan Ennuarta namun mereka sudah lebih dulu berjalan beriringan. Menyisakan tatapan lurus milik Reyden yang menghunus punggung milik kedua insan tadi. Entah kenapa dan karena apa, moodReyden tiba-tiba memburuk. Mungkin lelah karena bermain basket tadi.