17. The cutest little boy

11K 1.3K 324
                                        

"Kak Rey, Aiden pipis di celana lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Rey, Aiden pipis di celana lagi."

Pekikan suara itu membuat Reyden dan Lisa menyudahi perdebatan tidak jelas mereka. Keduanya sama-sama saling menoleh. Menjumpai pemandangan bocah berusia 5 tahun yang baru saja keluar dari kamar tidur dengan mengenakan baju tidur bergambar Tayo. Nampak berjalan ungkang-ungking kesusahan karena celananya yang dijinjing basah.

Melihat itu, Reyden berdecak kesal. Menatap adik satu-satunya yang Reyden miliki itu dengan tatapan kesal.

"Ngompol muly, kakak potong juga burung kamu, Den!" ucap Reyden sebal.

Sementara si bungsu bernama Aiden Wang itu cemberut di tempatnya. Mata bulatnya masih fokus meratapi celananya yang basah karena mengompol. Sama sekali belum menyadari dimana posisi sang kakak berada, pun dengan siapa partner di sebelahnya. Hanya suara kakaknya yang terdenger tidak enak di telinga namun Aiden sudah kebal mendengarnya.

"Kak Rey, bantuin bukain celanaㅡKAK LISA!"

Bocah laki-laki itu terpekik keras. Menatap Lisa dengan wajah berbinar. Terkejut dengan kehadiran sosok kakak baru yang dikenalnya 2 hari lalu itu saat di rumah sakit. Aiden sontak langsung berhambur ke arah Lisa, ingin memeluknya. Namun sodoran tongkat walker lebih dulu menghadangnya. Sang kakak, menatapnya tajam penuh peringatan.

"Kamu ngompol, basah, bau. Enggak usah peluk-peluk kak Lisa." peringat Reyden.

Mendengar itu, Aiden cemberut tidak suka.

"Apasih kak Rey. Aiden kangen tau, pengen peluk kak Lisa." ucap Aiden. Menggerutu dan mengabaikan sang kakak dan kembali ingin memeluk Lisa. Namun kini terhenti sebab Reyden menarik lebih dulu kerah baju tidur milik Aiden. "Kak Rey, ih. Lepasin Aiden!"

"Mandi dulu sana. Liat itu lantai basah semua kecipratan ompol kamu! Jorok, Den."

Berdecak kesal, Aiden berhenti memberontak. Menatap sang kakak sebal. Sementara saat mata Aiden berpindah menatap ke Lisa, bocah itu tiba-tiba langsung tersenyum lebar. Menampilkan eye smile yang demi tuhan Lisa dibuat gemas melihatnya. Imut sekali, beda sekali dengan kakak-nya yang jatohnya justru amit-amit.

"Mandiin kak Rey." celetuk Aiden dengan polosnya.

"Nggak mau, mandi sendiri. Udah gede nggak usah manja!" tolak Reyden mentah-mentah. Perkataannya seperti orang benar saja. Padahal dua hari yang lalu pun sama-sama meminta bantuan seorang gadis untuk memandikan. Ralat, maksudnya membantu menggantikan pakaian.

"Halah, Kak Rey."

Reyden mengabaikan. Memilih mendorong tubuh Aiden dan menggiringnya supaya berjalan ke arah kamar mandi. Beruntung pekerja rumah mereka kebetulan lewat, memudahkan Reyden meminta bantuan mengurus si bungsu bocil kematian itu.

"Hihi lucu banget."

Reyden menoleh, menatap Lisa yang tiba-tiba berceletuk. Gadis itu tersenyum sumingrah, menatap punggung Aiden yang tengah berdebat dengan pekerja rumah Reyden. Bocah itu terlihat kesal saat pekerja itu membuka celananya, namun bocah itu menolak karena malu. Mungkin karena ada Lisa sebab Lisa masih bisa menangkap kalimat 'ada kak Lisa mbok, Aiden malu lah. Masa burung Aiden diliat kak Lisa. Malu, masih kecil ini belum sebesar burungnya kak Rey.'

FAKE BOYFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang