[END]
Natasha Kalalisa, harus terjebak dengan permainan yang diciptakan gadis itu sendiri. Kejadian tak terduga mempertemukannya dengan laki-laki bernama Reyden Wang. Dirasa menemui seseorang yang tepat di waktu yang cenderung kepepet, muncul lah id...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seperti hari-hari biasa pada umumnya, kantin SMA Garda Pelita akan selalu ramai dikunjungi. Baik itu kantin gedung IPA maupun kantin gedung IPS. Kedua kantin itu akan ramai dikunjungi terlebih saat jam-jam tertentu.
Sekarang ini jam sedang menunjukan waktunya istirahat. Hal itu menjadikan tempat berciri khas penuh dengan hidangan makanan itu mendadak gaduh. Bukan gaduh dalam artian timbul perkelahian atau perselisihan, melainkan gaduh karena kondisi suasana yang mendadak hidup. Begitu ramai dan banyak siswa yang bertandang di sana.
Salah satu contohnya kantin di gedung IPA. Kantin yang terletak di gedung IPA lantai satu dengan posisi paling pojok itu terlihat banyak sekali siswa-siswi baik dari kelas 1 hingga kelas 3. Tidak hanya anak dari jurusan IPA saja ternyata, ada pula anak jurusan IPS yang sedang mampir menyantap makan siang di sana. Badge berwarna kuning yang tertempel di lengan seragam itu sangat kontras sekali ketika bersanding dengan puluhan murid jurusan IPA lainnya.
Tidak ada larangan anak IPS singgah ke gedung IPA begitu pun sebaliknya. Semua murid dibebaskan berkeliaran di area sekolah. Pun juga dibebaskan menyantap hidangan makan siang di kantin mana pun, asalkan yang diambil memang jatahnya masing-masing.
SMA Garda Pelita memang menyediakan kantin sebagai fasilitas makan siang untuk para siswa. Uang pangkal yang dibayarkan sudah mencangkup semua fasilitas dan kualitas pelayanan yang pelajar dapatkan. Para siswa tidak perlu repot-repot lagi membawa dan pusing perihal bekal sebab dari pihak sekolah telah menyediakan makan siang gratis. Jadi, tidak mengherankan mengapa biaya sekolah di SMARTA terbilang mahal karena selain fasilitas dan infrastruktur pendidikan terjamin kualitasnya, kesejahteraan pelajar pun ikut terjamin.
Sayangnya, sedikit ada pengecualian terhadap kasus perundungan. Sekolah swasta sebagus SMARTA nyatanya masih terdapat kasus perundungan, miris sekali.
Kantin gedung IPA sekarang terlihat sangat ramai. Dari banyaknya pelajar yang ada di sana, tersempil pula dua gadis yang juga turut menikmati hidangan makan siangnya. Mereka adalah Jihan dan Lisa. Duduk di bangku barisan tengah berbaur dengan siswa dan siswi lainnya.
"Kenapa, Han? Murung gitu mukanya."
Kalimat itu terlontar dari bibir Lisa. Memandang Jihan dengan kening berkerut. Pasalnya sejak pagi tadi Lisa mengamati Jihan, temannya itu banyak melamun. Jihan yang biasanya selalu ceria dan cerewet tiba-tiba menjadi begitu pendiam menjadi pemandangan yang cukup langka bagi Lisa.
Sejak keduanya mengambil jatah makan siang dan duduk sembari menyatap makan siang, hanya Lisa yang terlihat menikmati makanan sementara Jihan tidak. Tentu Lisa merasa sedikit heran mengingat Jihan sangat suka sekali makan. Jihan yang terkenal akan sifatnya yang bar-bar dan mendadak berubah menjadi kalem seperti ini sangat patut untuk dipertanyakan.