8. Boyfriend

8.9K 1.1K 150
                                        

"Reyden

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Reyden... Bantu gue jadi pacar pura-pura gue, gue mohon."

Bola mata Reyden rasanya ingin segera keluar dari tempatnya, menatap gadis dengan rambut berponi itu tidak percaya.

Permintaan macam apa itu. Gadis itu sedang strees ya, atau sudah gila?

Sungguh bagi Reyden ini terdengar jauh lebih konyol daripada perempuan yang pernah menyatakan cinta dan memaksanya untuk menjadi pacar. Walau sebenarnya kurang lebih hampir sama saja, namun pura-pura? Lisa meminta dirinya menjadi pacar pura-pura gadis itu?

Yang benar saja! Apa gadis itu sedang melawak sekarang.

Dengan raut muka tak bersahabat Reyden menimpali. "Mabuk lo?" tanyanya. Menatap Lisa dengan sorot tajam, berharap berhasil menyadarkan omong kosong gadis itu.

Lisa menggeleng cepat. Lisa baik-baik saja bahkan dalam kondisi sangat sadar. Hanya saja tidak dengan posisinya, Lisa merasa berada dibatas kesalahan. Dan hanya seperti ini saja yang dapat Lisa lakukan. Entah harus bagaimana lagi.

Reyden terdiam sejenak sebelum akhirnya menolak mentah-mentah. Batin Reyden sudah penuh dengan berbagai macam sumpah sarapahㅡmenertawai permintaan konyol Lisa. Gila saja dirinya diajak bermain-main dengan gadis itu. Reyden tidak punya banyak waktu hanya untuk meladeni permintaan konyol milik Lisa. Lagi pula Reyden sama sekali tidak tertarik. Tidak ada untungnya juga untuk dirinya.

Pacar pura-pura. Cih, memang gila gadis di hadapannya ini.

Reyden hendak pergi meninggalkan Lisa dan berencana mengabaikan permintaan tidak jelas gadis itu. Namun Lisa masih berpegang teguh dengan kekeras-kepalaannya.

"Rey, tunggu. Please gue mohon, bantuin gue Rey. Reyden..." Lisa menahan tubuh Reyden. Tidak membiaran pemuda itu pergi. Reyden adalah satu-satunya harapan bagi Lisa saat ini. Bagi Lisa, hanya Reyden seorang yang bisa membantunya terlepas dari berbagai kekacauan yang tidak sengaja terjadi. Dan juga hanya Reyde yang kebetulan mengetahui situasi mendesaknya.

"Nggak mau!" tolak Reyden. Pemuda itu mencoba menjauhkan tubuh dari jangkauan Lisa.

Beruntungnya kelas sudah kosong dan koridor sepi jadi tidak akan ada yang melihat. Terlebih Reyden yang berbicara dengan nada tinggi seperti itu mungkin nanti ada yang beranggapan kalau Reyden sedang membentak dan memarahi Lisa. Namun pada kenyataannya Reyden juga mulai sedikit kesal.

Mendapat penolakan dan sentakan keras itu membuat Lisa melemas. Lisa menggigit bibir bawahnya menahan tangis. Meskipun Lisa tahu Reyden jelas-jelas menolak seperti itu, Lisa masih mau berusaha. Lagi-lagi sepintas pemikiran hanya Reyden yang bisa membantu permasalahannya.

"Reyden, gue mohon. Cuma lo yang bisa bantu gue, Rey. Please, ya, mau ya, tolong.." pinta Lisa masih berusaha. Gadis itu maju mendekati Reyden dan menangkupkan kedua tangannya meminta pertolongan dengan sungguh-sungguh.

FAKE BOYFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang