[END]
Natasha Kalalisa, harus terjebak dengan permainan yang diciptakan gadis itu sendiri. Kejadian tak terduga mempertemukannya dengan laki-laki bernama Reyden Wang. Dirasa menemui seseorang yang tepat di waktu yang cenderung kepepet, muncul lah id...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apabila diberikan sebuah pilihan antara lebih baik dimarahi atau didiamkan, kalian memilih yang mana?
Kalau Lisa lebih memilih dimarahi. Bahkan jika sampai seseorang itu berteriak atau memaki-makinya sekalipun, tidak apa-apa. Setidaknya Lisa beranggapan orang tersebut masih peduli padanya dengan bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk mau berbicara padanya. Harapannya, Lisa bisa merasakan emosi dan perasaan yang dirasakan seseorang tersebut, serta kesalahannya pun bisa diketahui dengan pasti. Bukan malah mendiamkan dan membiarkannya larut dalam rasa bersalah dari kesalahan yang Lisa perbuat.
Sejujurnya untuk permasalahan kali ini pun Lisa sudah sangat tahu dimana letak kesalahannya, masih stuck di orang yang sama. Karena kesalahan dan kecerobohannya sendiri semuanya menjadi rumit seperti ini. Hanya saja Lisa memerlukan komunikasi dua arah. Lisa ingin berbicara baik-baik dengan orang tersebut.
Iya, siapa lagi kalau bukan Reyden Wang orangnya. Lisa masih bermasalah dan merasa bersalah di orang yang sama.
Lisa sangat paham. Meskipun hubungan antara dirinya dan Reyden tidak bisa terselamatkan lagi sebagai pasangan kekasihㅡyawalaupun dari awal memang tidak pernah menjadi sepasang kekasihsungguhanㅡsetidaknya Lisa ingin berbaikan dengan Reyden sebagai teman. Kalaupun tidak bisa berteman, paling tidak Lisa ingin mendapatkan jawaban 'iya' dari Reyden atas permintaan maafnya. Lisa juga ingin mengutarakan rasa bersalah dan penyesalan yang dirasakannnya selama beberapa hari ini.
Berbicara tentang Reyden, entah sudah lewat berapa hari pemuda itu mendiamkan Lisa. Lisa masih belum bisa berbicara empat mata dengan Reyden. Perihal Lisa yang izin pergi ke Bintang, Kun dan Jihan saat di kantin hari itu juga berakhir zonk sebab Lisa kehilangan jejak Reydenㅡbahkan sampai sepulang sekolah.
Lisa sungguh frustasi berat, terlebih Reyden masih sama dinginnya dan justru semakin cuek. Tidak peduli lagi terhadap Lisa.
Dicueki dalam waktu yang lama memang terasa sangat menyebalkan, tetapi Lisa masih berusaha bertahan sebelum gadis itu nanti merasa lelah sendiri.
Katakan lah bahwa Lisa merasa sedih dan bingung mendapatkan perlakukan sedingin itu dari Reyden. Lisa pikir sudah cukup memahami sifat Reyden, namun ternyata masih belum cukup. Reyden masih terlalu sulit ditebak dan masih jauh untuk dijangkau.
Lisa bingung harus menyikapi Reyden bagaimana lagi. Reyden yang cenderung memilih menghilang dan berdiam diri dari masalah yang tidak sempat mereka bahas, akhirnya menumpuk dan menjadi beban tersendiri untuk Lisa. Lisa tidak tahu Reyden merasakannya juga atau tidak, yang pasti kepala Lisa pusing dan rasanya seperti orang stress saja.
Berbagai macam pertanyaan 'setelah ini apa' dan 'harus bagaimana' terasa memenuhi isi kepala. Lisa sibuk menyusun rencana dan berbagai kalimat permintaan maaf, tapi sayangnya Reyden tidak ingin ditemui ataupun sekedar mendengarkan.