SKALA RAY BUANA,
Seorang lelaki remaja yang memiliki banyak penderitaan dalam hidupnya.
Semua berasal dari keluarga. Hidup tanpa perhatian dan kasih sayang dari orangtua menyebabkan sosok SKALA menjadi berandal dan keras kepala.
SKALA selalu bers...
Udah sebulan penuh aku gak update SKALA. Maaf banget :(
Jujur, sebulan terakhir ini pikiranku kacau banget. Kondisi tubuh kurang stabil, waktu luang untuk nulis juga terbatasi karena harus mendahulukan tugas sekolah. Tolong dimaklumi ya,
Aku juga gak bisa janji untuk update rutin mulai sekarang, tapi kalo ado waktu luang akan aku usahakan update.
Untuk kalian yang masih bertahan sampai sekarang, terimakasih banyak ❤️
Terimakasih juga udah mau bacaAuthorNote-nya hehe
Cepet gih baca chapter kali ini, semoga kalian suka^^
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca🌻 •••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pandangan Erik, Raga, Bian, dan Surya kini hanya tertuju pada satu orang; Skala yang duduk dihadapan mereka dengan raut wajah tak punya gairah hidup.
"Gue yakin, kalian pasti udah tau insiden tadi siang---perihal Gadis." Skala membuka suara, menatap keempat sahabatnya secara bergantian.
"Kita bahkan udah tau kalo Gadis bakal keluar dari sekolah." sahut Erik cepat, diangguki singkat oleh Raga.
"Lo gak sendirian, bro. Kita berempat juga nyesel karena salah paham sama Luna dan malah kemakan omongan Gadis." Surya lantas menimpali, dan lagi-lagi diangguki serempak oleh Erik dan Raga.
Skala menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, berkali-kali menghembuskan napas berat.
Malam ini, Skala mengajak keempat sahabatnya untuk nongkrong bersama. Namun, tempatnya kini berbeda. AxeleyCoffeemenjadi pilihan Skala untuk tempat berkumpul para sahabatnya.