“Kan, gue masih bisa main ke Hatari,” kata Jaemin menghibur teman-temannya.
Yeji sudah menangis sesenggukan; Jinyoung merelakan pundaknya demi dijadikan sandaran anak cewek ini. Kelihatannya sih dia tegar, ketimbang teman-temannya yang merengek supaya Jaemin nggak pindah. Padahal, hatinya Jinyoung ambyar. Lantaran ada si dara bermata sipit tengah bersandar di pundaknya.
Waduh, cari kesempatan, ya?
“Nggak asyik, ah, nggak seru!” Jane sudah ngambek dari kemarin. Menurutnya, kepindahan Jaemin itu dadakan. Kelihatan sekali anaknya Pak Taeyong ini nggak rela temannya pindah. “Bokap lo kenapa sih, ngajak pindah rumah segala.” Malah menyalahkan si duda ganteng, bokapnya Jaemin.
“Om Jaehyun mau nikah lagi, ya?” tanya Han.
Felix lalu menimpali, “Asyik dong, mama muda.” Tahu-tahu kedua saudara itu menyanyikan lagu hits Tik Tok “Mama muda”. Andai Jane lagi nggak ngambek, dia pasti udah ikutan berdendang.
Sementara Hendery tampak keki sama lagu tersebut. Seringkali dia bercerita ke temannya kalau adiknya—Hyunjin—sering menyetel lagu itu setiap hari. Malahan mengajak mama sama papanya bermain Tik Tok mama muda, Yeri pula ikut-ikutan. Kayaknya cuma Hendery doang anaknya Bapak Jaewon yang super keki sama lagu mama muda.
Enakan juga lagu Spongebob. Dentangan musiknya paling yahut, jogetannya lebih mantul.
Jaemin cuma tertawa menanggapi guyonan Han sama Felix. Berita yang tersebar juga sudah jelas alasan keluarganya pindah bukan karena Jaehyun menikah, melainkan pekerjaan.
“Tinggal di rumah gue aja biar kita tetap bisa kumpul,” bujuk Jane nelangsa.
Jaemin itu paling anteng di kelompoknya. Belum lagi orangnya nurut disuruh ini-itu, membuat Jane sayang lantaran sudah seperti saudara. Bila disuruh pilih antara Jihoon atau Jaemin, serius deh, Jane ikhlas lahir batin menukar Jihoon sama Jaemin. Habisnya Jihoon kelakuan bikin istighfar mulu, belum lagi digabungin sama Haechan.
Tobat deh, tobat.
“Keenakan lo, Maemunah!” Hendery menyela bernada sinis, “Jaemin tinggal di rumah lo, yang ada dia tekanan batin.”
“Hahaha, nggak salah, Der!” timpal Jinyoung.
“Iya, Kak. Nanti Jihoon sama Haechan berulah lagi.” Bahkan Yeji membenarkannya. “Mereka petakilan, lebih daripada Kak Jane malah.”
“Salah, Ji, mulutnya tuh yang petakilan. Nah, kalau Jane kelakuan, baru bener,” ralat Felix cekikikan.
“Nah, itu!” balas Jaemin meringis juga.
Jane mendengus. Nggak bisa membantah sebab semua benar. Adik dan sepupunya kompak sekali dalam hal berburu dan menyebarkan gosip. Lah wong, gosip keluarga sendiri saja dibagi secara gratis.
Pernah tuh, beredar gosip kalau Jane di rumah suka ngupil—biang keroknya bisa ditebak sendirilah siapa—yang menjadikan Jane sebagai bahan ledekan teman-teman angkatannya, terutama Lucas dan Hyunsuk, kalau di sekolah tiada hari tanpa meledeknya “si Gadis Upil” sampai-sampai membuat dirinya ngamuk seperti babon. Semenjak itu pula, Jane mendapatkan julukan babon betina.
“Tetapan nggak mau pisah dari lo, Jae!”
Jane mengawali memeluk Jaemin, lalu disusul oleh seruan Han, “Jaemin!!!” Semuanya pun berpelukan layaknya teletubies.
Pas sekali, salah satu anak Teletubies lewat dan melihat. Dengan tangan membawa belanjaan mama, anak cowok itu memotret tangis haru The Kenji, lalu disebarkan ke group lamturnya.
Soobin: asyik nih, berita haru wkwkwk
Soobin: send a pict
Ya ampun, anaknya Bapak Jin dan Ibu Hayi tidak ada tukat-tukatnya, ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hatari | 99-00line
FanfictionSelamat datang di Kompleks Hatari! ©2020 | A special event by YG Group
