Doyeon masih terdiam. Tatapan yang diberikan juga tajam terhadap pria dewasa yang saat ini menjadi tamu di hadapannya. Ekspresinya datar, seolah tak menunjukkan kalau ia ingin beramah tamah dengan si tamu. Padahal sesekali pria dewasa tersebut mengulas senyum manis kepadanya yang jelas sama sekali tidak dibalasnya. Keheningan juga melanda mereka berdua.
Ya, betul, hanya berdua. Karena si pemilik rumah sedang berkutat di dapur untuk membuatkan si tamu minuman dan hendak memberikan suguhan kecil sebagai teman.
Doyeon tak habis pikir. Ia tidak menyangka kalau pria dewasa ini bisa berhasil bertandang kerumah tantenya, yang terbukti dengan sosoknya sedang duduk manis di ruang tengah rumah mereka. Ini juga yang menjadi pertanyaan Doyeon, kenapa sih tantenya itu malah mengajak si tamu untuk duduk di ruang tengah. Padahal 'kan ada ruang tamu. Ruang tamunya juga nyaman, kenapa harus disini. Kalau begini 'kan kesannya jadi terlalu dekat, yang mana berhasil membuat Doyeon jadi semakin bertanya-tanya. Apa hubungan tantenya itu dengan si tamu ini.
Seolhyun menghabiskan waktu sepuluh menit untuk berkutat di dapur. Membuatkan minum serta menyiapkan beberapa camilan yang akan disuguhkan kepada tamunya. Sebenarnya ia membutuhkan waktu lebih dari itu. Lebih lama dari perkiraannya karena jujur, ia sedang menyiapkan hatinya.
"Apa kabar, Hyun?"
Nah, yang begini ini bisa bikin hati ambyar lagi. Padahal butuh waktu sekian tahun Seolhyun ini bangkit lagi, dan menata hatinya. Namun nampaknya, Tuhan tak ingin membiarkan Seolhyun tenang meski sesaat.
"B-baik, mas."
Ia gugup, dan itu berhasil menarik perhatian keponakannya.
"Dia siapa, mbak?" tanya Doyeon. Semakin bertanya-tanya saja dirinya karena melihat tingkah tantenya terlebih setelah melihat semuanya dalam rentang waktu setengah jam ini.
Pertama, kedatangan tamu tak dikenal ini berhasil membuat Seolhyun menunjukkan gelagat yang berbeda. Entah kenapa tantenya itu terlihat sedikit gugup dan tidak seluwes biasanya. Kedua, tamu ini diajak duduk di ruang tengah yang mana membuat Doyeon berpendapat kalau tantenya ini kenal dekat sekali dengan si tamu. Padahal Doyeon sendiri tidak kenal sama sekali. Tahu saja, Doyeon ini tidak mudah bisa menerima orang asing masuk ke dalam zona nyamannya. Lalu yang ketika—terakhir, kenapa tantenya ini gugup menjawab pertanyaan si tamu? Ada apa?
Seolhyun yang paham kenapa keponakannya bertanya seperti itu sempat memberi jeda. Jelas Doyeon tidak tahu siapa tamunya. Karena mengingat kehadiran sosok yang pernah mengisi masa lalunya ini hadir saat Doyeon masih begitu kecil. Ia yakin seratus persen jika Doyeon tidak akan mengingatnya sama sekali.
Sosok yang menjadi tante Doyeon sempat menghela nafas sejenak sebelum berujar, "dia mas Dongho ... mantan suami mbak, Yeon." Sedang yang menjadi objek perkenalan hanya bisa mengulas senyum, masih sama seperti sejak awal kedatangannya. Doyeon? Jangan tanya. Jika saja ia tidak melupakan untuk jaga sikap, mungkin ia sudah berteriak atau mungkin menganga lebar. Untungnya, Doyeon masih bisa menahan semua itu.
Doyeon memejam sejenak. Ketika mendengar kata mantan suami, seketika ia langsung teringat cerita masa lalu tantenya. Bagaimana ia mengingat saat tantenya berkata kalau tantenya mengalami masa lalu yang buruk. Pergaulannya melampaui batas, mengakibatkan keluarganya harus menanggung malu karena Seolhyun sampai harus hamil diluar nikah. Namun solusi tak pernah dicapai. Seolhyun dan Dongho yang berusaha untuk menyelesaikan semuanya dengan sebuah komitmen suci, nampaknya masih terlalu cepat mengambil keputusan. Tak bisa menyalahkan usia mereka yang kelewat muda saat itu sehingga alih-alih menemukan keharmonisan, malah keretakan yang menghampiri. Alhasil, hanya bertahan lima bukan pernikahan mereka sampai mereka memilih mengakhiri.
Butuh waktu hampir sepuluh tahun bagi Seolhyun untuk menata kehidupannya kembali. Keluarganya masih tetap tak menerimanya. Ia juga keguguran. Malu kadung ia dapatkan. Namun psikis dan hati tak pernah benar-benar sembuh. Membuat Seolhyun sampai membutuhkan bantuan psikolog untuk meredakan ketakutannya. Lalu kini, ketika Seolhyun mulai bisa berdamai dengan semuanya, sosok dari masa lalunya datang tanpa diundang. Membuatnya hampir saja gila sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hatari | 99-00line
FanfictionSelamat datang di Kompleks Hatari! ©2020 | A special event by YG Group
