34. Kesukaan

17 2 0
                                        

Pagi yang tidak cerah! Langit berawan putih sedikit gelap sudah menyambutnya di pagi hari. Tidak ada matahari, lagipula kalaupun ada sang matahari tidak akan memberikan kehangatan untuk bumi yang ia pijak kali ini. Butiran-butiran salju pun turun kembali. Seperti biasanya, ia tetap menjadi manusia yang mungkin paling bahagia saat itu dengan bibir yang membentuk sabit, matanya tiada henti berbinar menatap butiran putih nan kecil itu terjatuh di bumi.

"Alusa, where do you wanna go today?" sebuah pertanyaan singkat yang membuyarkan lamunannya di pagi hari.

"Hmmm.." gadis itu berdeham kebingungan.

"I am not sure, maybe just hangout around this place, how about you?"

"Mungkin ke mall untuk berbelanja" jawab Celine

"Dengan siapa?"

"with Naomi. You know? a girl from Hongkong too.."

"Yes, I know" Alsa mengangguk-anggukkan kepalanya.

Telepon berdering, kali itu Akane yang menelponnya.

"Hallo Akane" Alsa menjawab telepon dari Akane

"Hari ini sudah tidak ada jadwal kegiatan yang resmi. Kamu ingin pergi jalan-jalan?" tanya gadis Jepang itu dengan suara yang sangat halus.

"Yes, but my friend will join tho, he is not from this conference"

"No problem...."

"Pukul sepuluh segera berkumpul di lobby ya. Kita akan pergi bersama dengan yang lainnya..." sambung Akane.

"Ah.. kita akan pergi dengan siapa saja?"

"Ada sekitar lima orang.."

"Ohhh..." Alsa mengangguk-angguk sendiri.

Ia kira Akane akan menjadi buddy untuk dirinya sendiri, tapi ternyata tidak. Gadis itu juga harus mengkoordinir beberapa peserta lainnya. Yah, kali ini Alsa tidak boleh egois. Dia memang tetap menjadi gadis yang lebih suka sendirian bahkan ketika jauh dari rumah. Rasanya sulit sekali berbaur dengan manusia-manusia lain, melelahkan sekali. Meski ia tahu, Elvan pasti akan mengomelinnya habis-habisan jika pria itu tahu, Ia pun membuka layar handphone-nya dan mengetikkan sesuatu,

"Hey Akane, this is Alsa. Aku tidak jadi ikut bersama kalian"

"Hi Alsa, okay, but, let me know if you need my help or you're in problem. Take care of yourself"

"Thank you Akane!"

Setelah pesan singkat itu terkirim, ia segera siap-siap untuk keluar dari gubuk mewahnya selama di Kota Sapporo. Tanpa mandi pagi karena udara yang sangat dingin membuat setiap orang rasanya menganggap bahwa mandi bukanlah seusatu yang harus dilakukan, terutama di pagi hari.

Hari itu adalah hari jalan-jalan. Elvan berjanji untuk menemuinya di lobby hotel pukul sembilan pagi. Pukul sembilan adalah waktu yang sangat pagi bagi mereka berdua yang sudah terbiasa membuka mata ketika matahari sudah meninggi. Pria itu sudah duduk di sofa tempat ia bisa menunggu Alsa. Seperti biasa, ia akan memanfaatkan wifi hotel untuk bermain game selama satu ronde. Kali ini Alsa sudah mempersiapkan starter pack traveling versi dirinya, yaitu botol tumblr, peta Kota Sapporo, sebuah powerbank, ransel blue sky andalan miliknya, kamera, obat-obatan, dan cream penghangat.

"Let's go!!!!" ucapnya bersemangat

"Ke mana dulu nih?" tanya Elvan sembari mematikan handphonenya

"Gak tahu..." jawab Alsa melemah

"Katanya mau ajak Yuki?"

"Yuki ada PR, jadi dia ke perpustakaan untuk belajar dan ngerjain PR sekolah"

WALLFLOWERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang