[Trailer Tersedia | Baku]
-Taennie-
Kim Taehyung dan Jennie Kim adalah dua orang berbeda gender yang dipersatukan oleh kata perjodohan yang direncanakan oleh kedua orangtua mereka. Didorong keinginan untuk membahagiakan kedua orangtua, mereka akhir...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Play Mulmed (Rihanna ft. Mikki Ekko - Stay [Slowed Down])
Sebenernya isi bab ini tuh tadinya kehapus, tapi syukurnya aku punya setengah salinannya di note hp. Well bagian bawah emang totally beda :") But that's okay. Alurnya tetep sama kok seperti yang seharusnya
...
Taehyung memeluk erat tubuh Jennie dan mencium puncak kepalanya berkali-kali dengan kecupan ringan. Dengan nafas beratnya, pria Kim itu berbisik lembut, "Jennie, apa kau sudah tidur?""
"Belum," sahut Jennie pelan.
"Kenapa belum?"
"Tidak tahu. Mungkin karena ini bukan kamar kita, rasanya menjadi agak asing," jawab Jennie. Membalikkan tubuhnya, wanita itu menatap paras rupawan suaminya itu dalam jarak yang amat dekat. "Tae, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Begini... Aku bukan berniat membuat keruh suasana, tapi kurasa Bibimu ada benarnya," ucap Jennie memulai pembicaraan. "Yang ingin kutanya adalah, apa kau benar-benar baik-baik saja tanpa keturunan?"
Tanpa ragu Taehyung mengangguk. "Aku baik-baik saja tanpa keturunan."
"Tapi bukankah sebagai pemimpin perusahaan kau memang butuh penerus?" Jennie lagi-lagi bertanya. Tangannya bergerak pelan memainkan ujung jemarinya pada dada bidang suaminya itu. "Aku mulai berpikir hal ini karena Bibimu mengangkat topik tadi di depan keluarga besarmu. Jangan marah, aku hanya ingin mengajakmu berdiskusi."
Taehyung tersenyum dan menggeleng. "Mana bisa aku marah padamu," ucapnya dengan lembut. Tatapannya tertuju pada kedua bola mata yang begitu menenggelamkannya. "Aku masih muda, kenapa buru-buru sekali mencari penerus?"
"Justru karena kau masih muda kau perlu waktu untuk mengurus anakmu sampai besar," ucap Jennie.
Taehyung terdiam. Sebenarnya, setiap suami pasti ingin memiliki keturunan. Taehyung juga sama. Ia juga ingin memiliki anak-anak kecil lucu yang memenuhi rumahnya, ia juga ingin ada anak-anak yang menyerbunya dan mengganggu tidurnya di pagi hari, ia juga ingin ada anak-anak yang bisa ia gendong dan ajari banyak hal. Tapi bagaimana mungkin ia memaksakan hal itu pada istrinya yang notabene memiliki rahim yang tidak cukup kuat untuk mengandung? Apalagi, semuanya dimulai dari kesalahannya sendiri.
"Aku tahu kemana pembicaraan ini akan mengalir, Jennie. Aku tahu apa yang ada di otakmu saat ini," ucap Taehyung parau. Taehyung menarik Jennie ke dalam dekapan hangatnya dan menjatuhkan wajahnya pada ceruk leher istrinya itu, mendusel puncak hidungnya pada kulit leher lembut wanita itu dan menghirupnya sedalam mungkin. "Dan untuk kesekian kalinya aku tetap akan menolak usulanmu tentang istri baru, keluarga baru, ataupun semesta baru. Aku akan tetap kukuh pada pendirianku Jennie, aku tidak mau berpisah."