[Trailer Tersedia | Baku]
-Taennie-
Kim Taehyung dan Jennie Kim adalah dua orang berbeda gender yang dipersatukan oleh kata perjodohan yang direncanakan oleh kedua orangtua mereka. Didorong keinginan untuk membahagiakan kedua orangtua, mereka akhir...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah baca semua komentar kalian dan juga minta pendapat dari beberapa temen aku di real life, aku mutusin buat tetap lanjut cerita ini.
Makasih banget buat yang udah kasih dukungan supaya cerita ini tetep di lanjut dan beberapa komentar yang berhasil bikin mood aku naik lagi.
Play Mulmed (Paul Kim - Me After You)
...
Taeyong diam-diam menatap Jennie yang tampak murung sejak pagi. Entah apa yang membuat wanita cantik itu tidak bersemangat dan kerap kali melamun hingga beberapa pasiennya sempat mengeluh pada hasil kerjanya. Jam makan siang sebentar lagi habis, tetapi tampaknya Jennie tidak berniat untuk mengunyah makanannya.
"Jennie, sebenarnya ada apa?" tanya Nayeon hati-hati. Wanita pemilik gigi kelinci itu tentu saja menyadari ada yang berbeda dari Jennie sejak pagi.
Mendengar pertanyaannya dari Nayeon, Jennie hanya membalasnya dengan senyum kecil. "Tidak ada apa-apa kok. Aku baik-baik saja."
"Lalu kenapa makananmu hanya kau aduk-aduk dan tidak kau makan sama sekali? Sejak tadi kau melamun terus," sahut Nayeon penuh selidik. "Apa kau bertengkar dengan Taehyung?"
Rose yang menyadari bahwa Nayeon bisa saja membocorkan pernikahan Jennie dan Taehyung di hadapan Taeyong lantas menyenggol kaki gadis itu di bawah meja. Sorot matanya seolah berkata, 'Kau lupa Taehyung meminta kita merahasiakannya?'
"Tidak kok," jawab Jennie.
"Kau salah paham, Jen. Saat itu aku memeluknya karena dia menangis setelah menyesali perbuatannya padaku. Ada hal yang tidak bisa aku jelaskan secara spesifik padamu untuk sekarang, tapi aku janji akan menceritakan semuanya padamu jika sudah ada waktu yang tepat."
Ah kalimat panjang yang Taehyung ucapkan rasanya sia-sia saat pria itu nyatanya memilih menghindar dari tuntutan Jennie mengenai apa yang terjadi di antara mereka sebelumnya. Kenapa perlu menjelaskannya nanti saat mereka bahkan tengah membahas hal tersebut sekarang? Jennie itu wanita, wajar jika segala isi kepalanya dengan cepat dipenuhi pemikiran negatif sebab pada kenyataannya wanita memang lebih sensitif.
"Jennie-ssi, setidaknya kau harus makan karena kau bisa sakit jika begini," ucapan Taeyong yang cukup mengejutkan itu mengundang tatapan seisi meja mereka. "Di sini aku bicara sebagai atasanmu. Tolong fokus pada pekerjaanmu jika kau sudah hadir di rumah sakit. Masalahmu harus kau selesaikan dengan baik tanpa mengganggu kinerjamu di sini, karena itu juga berpengaruh pada reputasi rumah sakit dan bidang yang kita tekuni."
Jennie mengangguk kaku dan menghela napasnya. Perlahan, ia mulai menyendokkan makanan ke mulutnya meski menguyahnya dalam tempo yang lambat, terlihat sangat terpaksa untuk melakukannya sebab mata Taeyong senantiasa memandangnya.