Chapter 9 : Pria dari masa lalu

8.2K 896 30
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

....

"Istrimu cantik." Pria berkacamata di depan Taehyung berujar dengan wajah santai. "Apa kau serius dengannya? Kudengar kalian dijodohkan."

Taehyung mendengus tanpa mengucap apapun. Menurutnya pria ini ingin tahu sekali mengenai urusan orang. Memangnya apa urusannya tentang pernikahan yang Taehyung jalani? Mau ikut campur?

"Jisoo masih lebih cantik. Kenapa akhirnya memutuskan menerima perjodohan dengan wanita yang tidak lebih baik dari mantan kekasihmu? Kau mempermalukan dirimu sen-"

"Bisa tidak kau tutup mulutmu?" Taehyung memotong dengan wajah dinginnya. "Apa urusannya pernikahanku dengan kehidupanmu? Dengar Jaehyung-ssi, kau tidak seharusnya mencampuri yang bukan urusanmu."

"Ah, bagaimana mengatakannya ya..." Jae melirik reaksi lawan bicaranya itu dan tersenyum miring setelah berhasil memancing kekesalan pria di depannya itu.

"Tidak perlu dikatakan. Aku juga tidak ingin tahu." Taehyung menyahut cuek. Pria itu kembali membaca laporan kerja sama yang mereka sedang diskusikan di salah satu kafe. Sebenarnya ia sudah malas untuk melanjutkan pertemuan ini karena pria di depannya itu mengungkit-ungkit masa lalunya.

Mendapati Taehyung terlihat dongkol, Jae malah rasanya ingin semakin memanas-manasi. "Masalahnya-" Ia menjeda kalimatnya sejenak disusul dengan senyuman miring di wajah tampannya yang kembali ia torehkan. "-Istrimu itu mantan kekasihku." Jae tersenyum puas setelahnya.






----




Jennie menatap dengan senyum semua rekan kerjanya yang tampak begitu fokus mengurus laporan pasien di ruang para terapis. Dengan gerakan pelan, ia membuka pintu berwarna abu-abu itu dan seketika saja semua menatapnya.

"Annyeong!" Sapanya dengan hangat dan cengiran lebarnya.

Nayeon yang sudah lebih dulu tersadar lantas membulatkan matanya dan tersenyum lebar. "Wah, kau sudah datang. Jadi kau akan tetap bekerja? Kami kira kau sudah tidak bekerja lagi karena sudah menikah," celetuk wanita cantik itu.

"Eiy, apa kau pikir pria sebaik suami Jennie akan mengekangnya?" tanya Kyungsoo dengan rotasi bola matanya yang terlihat begitu menyebalkan.

Nayeom yang tampak tidak suka respon Kyungsoo malah mendecakkan lidah dan berujar sinis, "Bisa saja 'kan? Kau bukan suami, jadi jangan sok tahu."

Bagi Kyungsoo mendengar ucapan wanita sensi satu itu sudah seperti makanan sehari-hari. Nayeon memang sangat sensitif terkhusus padanya. Entahlah, wanita itu kadang sangat kelewat menyebalkan dengan suara cempreng serta tawanya yang berisik. Kyungsoo sampai jengah sendiri menghadapinya.

"Terserah kau saja. Meski sekarang tidak, nanti juga aku akan jadi suami. Asal jangan jadi suamimu saja."

"Memangnya kau pikir aku mau apa jadi istrimu?!" Nayeon bertanya dengan galak karena merasa direndahkan. Heol, Kyungsoo pikir Nayeon mau jadi istri pria dingin dengan emosi rendah seperti itu?

Something Wonderful | Complete (✔) [TELAH DINOVELKAN & TERSEDIA VERSI PDF]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang